Memoar tidak bertujuan menceritakan seluruh perjalanan hidup secara kronologis, melainkan menyoroti fase, peristiwa, atau tema tertentu yang memiliki makna mendalam bagi penulis.
Dalam memoar, ingatan, perasaan, dan interpretasi pribadi menjadi elemen utama. Oleh karena itu, memoar bersifat reflektif dan emosional, serta tidak terikat pada tuntutan objektivitas penuh.
"Broken Strings" memenuhi seluruh karakteristik tersebut. Aurelie Moeremans menulis berdasarkan ingatan dan pengalaman pribadinya, dengan penekanan pada dampak psikologis yang ia alami.
Narasi disusun sebagai potongan pengalaman yang saling terhubung oleh tema trauma, pemulihan, dan pencarian jati diri.
Memoar seperti ini sering kali bertujuan memberikan suara kepada pengalaman yang selama ini terpendam, sekaligus menjadi sarana penyembuhan bagi penulis dan pembacanya.
Sebaliknya, biografi adalah karya nonfiksi yang menceritakan kehidupan seseorang secara lebih menyeluruh dan sistematis, umumnya ditulis oleh orang lain.
Biografi mencakup perjalanan hidup subjek dari latar belakang keluarga, pendidikan, karier, hingga pencapaian-pencapaian penting.
Penulisan biografi menuntut riset mendalam, penggunaan berbagai sumber, serta upaya menjaga keseimbangan dan objektivitas. Emosi tetap hadir, tetapi tidak menjadi pusat utama narasi.
Perbedaan mendasar lainnya terletak pada tujuan penulisan.
Baca Juga: Buku Broken Strings Aurelie Moeremans Baca di Mana? Ini Link yang Resmi dan Gratis
Memoar bertujuan menyampaikan pengalaman batin dan makna personal, sedangkan biografi bertujuan mendokumentasikan perjalanan hidup seseorang dalam konteks sosial dan sejarah yang lebih luas.
Dengan demikian, pembaca memoar diharapkan memahami bahwa isi cerita adalah perspektif subjektif penulis, bukan laporan faktual yang mencakup semua sisi kehidupan tokoh terkait.
Dalam konteks "Broken Strings", pemahaman terhadap perbedaan ini menjadi penting agar pembaca dapat menempatkan karya tersebut secara proporsional, baik sebagai karya sastra nonfiksi maupun sebagai bentuk kesaksian personal seorang penyintas pengalaman hidup yang kompleks.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
Terpopuler
- Link Download Gratis Ebook PDF Buku Broken Strings, Memoar Pilu Karya Aurelie Moeremans
- Biodata dan Agama DJ Patricia Schuldtz yang Resmi Jadi Menantu Tommy Soeharto
- Kronologi Pernikahan Aurelie Moeremans dan Roby Tremonti Tak Direstui Orang Tua
- 5 Sepatu Jalan Lokal Terbaik Buat Si Kaki Lebar Usia 45 Tahun, Berjalan Nyaman Tanpa Nyeri
- DPUPKP Catat 47 Hektare Kawasan Kumuh di Kota Jogja, Mayoritas di Bantaran Sungai
Pilihan
-
Hari Ini Ngacir 8 Persen, Saham DIGI Telah Terbang 184 Persen
-
Mengapa Purbaya Tidak Pernah Kritik Program MBG?
-
Kuburan atau Tambang Emas? Menyingkap Fenomena Saham Gocap di Bursa Indonesia
-
Nama Orang Meninggal Dicatut, Warga Bongkar Kejanggalan Izin Tanah Uruk di Sambeng Magelang
-
Di Reshuffle Prabowo, Orang Terkaya Dunia Ini Justru Pinang Sri Mulyani untuk Jabatan Strategis
Terkini
-
Bekas Cat Rambut Sulit Hilang? 3 Trik Ampuh Basmi Noda Hitam di Tangan
-
10 Ucapan Isra Miraj 2026 dalam Bahasa Arab, Lengkap dengan Artinya
-
7 Sepatu Gym Wanita Lokal, Harga Murah di Bawah Rp500 Ribu, Kualitas Juara
-
Bisa Bikin Rezeki Seret? Jangan Simpan 3 Barang Ini di Dapur Menurut Feng Shui
-
45 Kartu Ucapan Isra Miraj 2026 Untuk Bos, Sopan, Profesional dan Berkesan
-
9 Susu untuk Tulang Kuat Usia 50 Tahun ke Atas, Bantu Tetap Aktif dan Sehat
-
5 Rekomendasi Peeling Gel untuk Memudarkan Flek Hitam di Usia 40-an, Wajah Glowing Bebas Noda
-
Apa Warna Lipstik yang Elegan untuk Usia 50-an? Ini Pilihan agar Tampilan Makin Berkelas
-
6 Shio yang Mendapat Keberuntungan dan Kemakmuran pada 15 Januari 2026
-
5 Krim Malam Anti Aging Mulai Rp30 Ribuan, Ampuh Hilangkan Flek Hitam