- Kasus Timothy Ronald menyoroti penjualan narasi sukses instan dan gaya hidup mewah melalui media sosial sebagai isu utama.
- Detektif Jubun menggarisbawahi bahwa modus utama adalah manipulasi psikologis melalui janji profit besar tanpa risiko yang tidak masuk akal.
- Masyarakat disarankan memisahkan edukasi dari promosi, menggunakan platform transparan, dan mengendalikan emosi saat berinvestasi kripto.
Suara.com - Di tengah riuh perbincangan publik soal dugaan penipuan investasi kripto yang menyeret nama Timothy Ronald, satu benang merah kian mengemuka: bukan sekadar soal kripto, melainkan soal narasi sukses instan yang dijual lewat media sosial.
Detektif Jubun—figur yang dikenal luas di kalangan sosialita, artis, pengusaha hingga pejabat—ikut angkat suara. Ia menilai kasus ini harus dibaca lebih dalam, sebagai potret bagaimana kepercayaan publik dibangun, dipoles, lalu dimonetisasi.
“Ini bukan cuma cerita orang untung atau rugi. Ini soal permainan persepsi, tentang bagaimana kesuksesan instan dijual sebagai sesuatu yang normal dan bisa ditiru siapa saja,” ujar Detektif Jubun.
Sukses Instan, Alarm Bahaya yang Sering Diabaikan
Menurut Jubun, kasus Timothy Ronald tak bisa dilepaskan dari budaya media sosial yang mengagungkan cuan cepat dan gaya hidup mewah. Publik kerap terjebak pada visual kesuksesan tanpa sempat mempertanyakan logikanya.
“Masalah utamanya bukan kriptonya, tapi bagaimana kepercayaan publik dibangun lalu diuangkan. Ketika figur publik menjanjikan profit besar, cepat, dan minim risiko, secara logika itu sudah tidak masuk akal. Alarm bahaya seharusnya berbunyi,” tegasnya.
Ia mengingatkan, hukum memang harus bekerja berdasarkan bukti, bukan asumsi. Namun di sisi lain, masyarakat juga punya tanggung jawab untuk bersikap kritis terhadap narasi “kaya mendadak” yang marak berseliweran di linimasa.
“Kalau ada janji untung besar tanpa risiko, itu bukan investasi. Itu umpan,” katanya lugas.
Bukan Sekadar Kripto, tapi Manipulasi Psikologis
Baca Juga: Korban Timothy Ronald Buka Suara: Dijanjikan Profit 500 Persen Malah Rugi hingga Rp3 Miliar
Detektif Jubun menilai, modus dalam kasus-kasus serupa nyaris selalu sama dan dirancang berlapis. Kripto hanya dijadikan kendaraan, sementara inti persoalannya adalah manipulasi psikologis massa.
“Polanya klasik tapi efektif: bangun citra sukses, pamer gaya hidup, klaim cuan konsisten, lalu mainkan rasa takut ketinggalan—fear of missing out,” ungkapnya.
Dalam skema ini, korban sering kali tidak merasa sedang ditipu. Mereka merasa sedang belajar, ikut komunitas, atau berada di lingkaran ‘orang-orang terpilih’.
“Kripto itu netral. Yang berbahaya adalah narasi manipulatifnya. Banyak korban baru sadar ketika dana sulit ditarik, janji tak terealisasi, atau komunikasinya mulai menghilang,” lanjut Jubun.
Tiga Langkah Agar Tak Terjebak Ilusi Cuan
Menjawab keresahan publik, Detektif Jubun membagikan tiga langkah penting agar masyarakat lebih aman di dunia kripto dan tidak mudah tergoda janji sukses instan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Rekomendasi Sunscreen Menghilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun
- Jejak Pendidikan Noe Letto, Kini Jabat Tenaga Ahli di Dewan Pertahanan Nasional
- 5 Bedak Murah Mengandung SPF untuk Dipakai Sehari-hari, Mulai Rp19 Ribuan
- 6 Mobil Bekas Keren di Bawah 50 Juta untuk Mahasiswa, Efisien buat Jangka Panjang
- 50 Kode Redeem FF Terbaru 17 Januari 2026, Klaim Hadiah Gojo Gratis
Pilihan
-
Siapa Ario Damar? Tokoh Penting Palembang yang Makamnya Kini Dikritik Usai Direvitalisasi
-
Fadli Zon Kaget! Acara Serah Terima SK Keraton Solo Diserbu Protes, Mikrofon Direbut
-
Tim SAR Temukan Serpihan Pesawat ATR42-500 Berukuran Besar
-
KLH Gugat 6 Perusahaan Rp 4,8 Trliun, Termasuk Tambang Emas Astra dan Toba Pulp Lestari?
-
Bursa Transfer Liga Inggris: Manchester United Bidik Murillo sebagai Pengganti Harry Maguire
Terkini
-
7 Sepatu Nike Tanpa Tali yang Praktis dan Super Nyaman untuk Lansia
-
Terpopuler: Rekam Jejak Noe Letto dan Frank Hutapea, Daftar Shio Paling Cuan Tahun Kuda Api
-
Serum Anti Aging Boleh Dipakai Pagi Hari? Ini Penjelasan dan Rekomendasi Murahnya
-
5 Bedak Lokal untuk Tutupi Flek Hitam dan Pori-Pori Besar Usia 40 Tahun ke Atas
-
Skincare Lokal Makin Dekat, Kini Lebih Mudah Ditemukan di Banyak Daerah
-
5 Rekomendasi Skincare Wardah yang Cocok untuk Remaja, Harga Mulai Rp20 Ribuan
-
5 Rekomendasi Vitamin Terbaik saat Flu untuk Jaga Imun Orang Dewasa
-
7 Rekomendasi Krim Malam Untuk Hilangkan Flek Hitam Usia 40 Tahun ke Atas
-
Berapa Gaji Noe Letto yang Baru Dilantik Jadi Tenaga Ahli DPN? Segini Kisarannya
-
5 Sunscreen Serum SPF 50 untuk Usia Matang, Bye-bye Kusam dan Flek Hitam