- Perkembangan teknologi membuat cara berinvestasi semakin dekat dengan gaya hidup digital native, di mana batas antara saham, kripto, dan blockchain kian tipis.
- Aset keuangan kini tidak hanya soal angka di laporan, tetapi juga soal kemudahan akses, kecepatan, dan fleksibilitas lintas platform.
- Tren ini menandai perubahan cara generasi digital memandang kepemilikan aset—lebih terbuka, praktis, dan tanpa batas geografis.
Suara.com - Dulu, beli saham identik dengan proses ribet, jam bursa terbatas, dan istilah finansial yang bikin dahi berkerut. Tapi sekarang, batas antara saham, kripto, dan teknologi makin kabur—bahkan saham pun mulai “pindah rumah” ke blockchain, membuka cara baru berinvestasi yang terasa lebih fleksibel dan digital-native.
Akuisisi yang diumumkan melalui blog resmi Kraken ini dipandang sebagai strategi jangka panjang untuk mempercepat adopsi aset tokenisasi secara global. Lewat Backed Finance, Kraken memperkuat pengembangan xStocks—token digital yang merepresentasikan saham dan ETF dunia nyata dengan skema dukungan aset penuh (1:1).
Singkatnya, setiap xStocks didukung saham asli yang disimpan oleh kustodian, sehingga harga token tetap mengikuti nilai saham yang menjadi dasarnya. Bagi investor, konsep ini menawarkan cara baru untuk “memiliki” saham dengan pendekatan yang lebih fleksibel dan digital-native.
Masuknya Backed Finance ke dalam keluarga Kraken membuat seluruh proses xStocks—mulai dari penerbitan, perdagangan, hingga penyelesaian transaksi—berada dalam satu ekosistem terintegrasi. Ini bukan sekadar efisiensi teknis, tapi juga fondasi bagi model pasar modal digital yang lebih terbuka.
Co-CEO Kraken, Arjun Sethi, menyebut akuisisi ini sebagai langkah penting dalam membangun infrastruktur pasar keuangan masa depan.
“Dengan menyatukan penerbitan, perdagangan, dan penyelesaian dalam satu kerangka, kami memastikan infrastruktur aset tokenisasi tetap transparan, andal, dan dapat diakses secara global,” ujarnya.
Menurut Sethi, tujuan besar Kraken bukan hanya memberi akses ke saham Amerika Serikat, tetapi juga mendefinisikan ulang konsep kepemilikan aset di era digital—di mana blockchain berperan sebagai tulang punggung sistemnya.
Sejak diluncurkan, xStocks menunjukkan performa yang agresif. Dalam waktu kurang dari enam bulan, volume perdagangannya—baik di platform terpusat maupun on-chain—telah melampaui US$10 miliar. Produk ini mencakup puluhan token saham dan ETF yang beroperasi di jaringan blockchain populer seperti Solana dan Ethereum.
Co-Founder Backed Finance, Adam Levi, menilai akuisisi ini akan mempercembat misi perusahaan dalam membuka akses keuangan global. Dengan skala dan ekosistem Kraken, infrastruktur saham tokenisasi dinilai bisa menjangkau pasar yang jauh lebih luas.
Baca Juga: BUMI Terkoreksi ke Level Rp408, Analis Ungkap Target Harga Saham
Sinyal Perubahan Industri Keuangan
Lebih dari sekadar akuisisi, langkah Kraken mencerminkan arah baru industri keuangan global: konvergensi antara sistem keuangan tradisional dan teknologi blockchain. Saham, ETF, hingga instrumen investasi konvensional kini mulai “bermigrasi” ke format digital yang lebih cair dan lintas batas.
Meski belum tersedia di semua negara, kehadiran xStocks memberi gambaran bagaimana pasar modal bisa berevolusi menjadi lebih fleksibel dan inklusif. Di Indonesia sendiri, produk xStocks sudah diperdagangkan di beberapa bursa kripto terlisensi seperti Pintu, Indodax, dan Bittime—membuka peluang bagi investor lokal untuk mengakses saham global lewat jalur yang lebih familiar.
Ke depan, inovasi semacam ini tetap akan bergantung pada kesiapan regulasi. Namun satu hal jelas: cara orang berinvestasi sedang berubah, dan blockchain perlahan tapi pasti mulai masuk ke jantung keuangan arus utama.
Berita Terkait
Terpopuler
- Penjelasan Polda Sulsel Terkait Kabar Penangkapan Basri Kajang
- 5 HP Murah Kamera Bagus Sesuai Review untuk Foto dan Video, Mulai Rp1 Jutaan
- 3 Parfum Mykonos Paling Wangi dengan Aroma Clean dan Tahan Lama Menurut Review Pembeli
- 6 Sepatu Jalan Terbaik yang Nyaman Dipakai Lari dari Brand Luar dan Lokal
- Di Mana Tempat Beli Sepatu Asics Ori di Indonesia? Ini 5 Rekomendasi Toko Tepercaya
Pilihan
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
-
Banggar DPR Dorong Sinkronisasi Belanja Pusat dan Daerah untuk Percepat Pembangunan Jawa Timur
-
Isu Mutasi Besar-besaran di Kementerian PU Buntut Dokumen Menteri Dody Tersebar
-
Gianni Infantino Resmi Digugat! Hubungan Gelap dengan Donald Trump Dibongkar
-
Niat Hindari Ribut dengan Alasan Beli Kuota, Pria Palembang Malah Dikejar dan Ditembak
Terkini
-
Purbaya Serahkan Becak Listrik di Yogyakarta buat Pariwisata Ramah Lingkungan
-
Likuiditas Masih Melimpah, Perbankan Masih Leluasa Salurkan Kredit
-
Inovasi Produk Water Based Rendah Emisi Ciptakan Kualitas Ramah Udara
-
Citra Koperasi Dirombak, Regenerasi Ada di Tangan Gen Z
-
Bikin Jenderal Cengar-cengir, Prabowo Tanya Panglima TNI dan Kapolri Soal Potong Anggaran: Rela?
-
Tak Sekadar Antar BBM, Truk Tangki Pertamina Dipantau 24 Jam Nonstop
-
Ketimpangan Jejak Karbon: Emisi Orang Kaya di Balik Kampanye Go Green
-
Belajar dari Alam, Puluhan Anak Desa Lemo Rasakan Serunya Menjadi Petani Sehari
-
Seberapa Besar Kontribusi Ajang MotoGP ke Perekonomian
-
Bursa Mineral Segera Meluncur, OJK Buka Lowongan Kerja