Lifestyle / Male
Selasa, 20 Januari 2026 | 14:36 WIB
Kolase foto Wali Kota Madiun, Maidi dan Bupati Pati Sudewo sama-sama kena OTT KPK. (Suara.com)

Suara.com - Operasi tangkap tangan (OTT) yang dilancarkan oleh KPK membuahkan hasil diringkusnya dua sosok ternama yakni Wali Kota Madiun, Maidi dan Bupati Pati, Sudewo.

Keduanya diringkus oleh lembaga antirasuah atas indikasi kasus korupsi, pada Senin (19/1/2026).

KPK melalui Budi Prasetyo selaku juru bicara membenarkan bahwa kedua politisi ternama tersebut berhasil diamankan karena diduga terlibat praktik korupsi.

Adapun di balik penangkapan tersebut, terungkap harta kekayaan Bupati Pati dan Wali Kota Madiun yang jumlahnya fantastis.

Publik sontak berbondong-bondong menguliti miliaran harta kekayaan yang dikantongi oleh kedua sosok tersebut.

Mari intip adu kekayaan Wali Kota Madiun dan Bupati Pati.

Dulu ramai didemo warganya, Sudewo punya harta puluhan miliar

Bupati Pati, Sudewo saat kampanye ke masyarakat. (Instagram)

Tertangkapnya Sudewo merupakan puncak dari serangkaian kontroversi yang ia terima, bermula ketika dirinya didemo oleh warganya sendiri terkait wacana kenaikan pajak.

Sudewo kini harus dilanda polemik besar ketika sudah berurusan dengan lembaga antirasuah karena dugaan kasus korupsi.

Adapun hingga tulisan ini dimuat, KPK urung mengungkap secara gamblang kasus apa yang melibatkan sosok orang nomor satu di pemerintahan Pati ini.

Baca Juga: Lagi-lagi Bupati Pati Bikin Geger Warganya, Kali Ini Dijaring KPK

Namun yang jelas, terungkap bahwa Sudewo menyimpan harta kekayaan yang jumlahnya bikin geleng-geleng kepala.

Sudewo sebelumnya telah melaporkan harta kekayaannya ke KPK dalam rangka transparansi.

Laporan tersebut dapat diakses melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang ia setorkan ke KPK kala menjabat.

Dirangkum dari laporan tersebut, Sudewo mengantongi total harta kekayaan hingga Rp31.519.711.746 atau Rp31 miliar.

Dokumen LHKPN yang sama juga menyebutkan Sudewo bebas dari utang, sehingga kekayaannya bersih tanpa pengurangan.

Mayoritas harta kekayaannya disokong dari aset 1 bidang tanah dan bangunan senilai Rp17 miliar yang tersebar dari Solo, Pati, hingga Yogyakarta.

Load More