- USG Education mempersiapkan 37 mahasiswa melalui program UIC BTEC dan UIC–UTS College sebagai jalur transisi studi ke luar negeri.
- Studi internasional memerlukan kesiapan fundamental menghadapi sistem akademik asing yang menuntut kemandirian dan pemikiran kritis.
- USG Education membangun ekosistem terintegrasi mencakup persiapan akademik, pengembangan mental, dan keterampilan global bagi lulusan.
Suara.com - Minat pelajar Indonesia untuk melanjutkan studi ke luar negeri terus menunjukkan tren yang semakin kuat. Pasalnya, studi internasional kini tidak hanya dipandang sebagai simbol prestise saja.
Melainkan, sebagai pintu masuk menuju kualitas pendidikan global, pengalaman lintas budaya, serta penguatan kompetensi yang dibutuhkan di dunia profesional masa depan.
Namun di balik peluang tersebut, perjalanan studi ke luar negeri tidak jarang terhambat bukan karena pilihan yang keliru, melainkan karena kesiapan yang belum matang dalam menghadapi sistem pendidikan yang berbeda secara fundamental.
Mahasiswa Indonesia yang melanjutkan studi ke luar negeri kerap dihadapkan pada perubahan drastis, mulai dari metode pengajaran dosen, sistem penilaian yang menuntut kemandirian tinggi, ritme perkuliahan yang cepat, budaya diskusi yang kritis, hingga tuntutan menyusun argumen akademik secara tajam dan terstruktur.
Tanpa pendampingan yang tepat, fase awal ini bisa terasa mengagetkan dan berdampak langsung pada performa akademik maupun kepercayaan diri mahasiswa. Di sinilah transisi menjadi fase krusial yang sering kali menentukan keberlanjutan perjalanan studi.
Kesadaran akan pentingnya fase transisi inilah yang melatarbelakangi pendekatan ekosistem pendidikan terintegrasi yang dibangun USG Education.
Pendekatan ini tidak hanya menyiapkan siswa secara akademik, tetapi juga membentuk kebiasaan belajar, daya tahan mental, serta pola pikir global yang dibutuhkan untuk bertahan dan bertumbuh di lingkungan internasional.
Melalui momen kelulusan yang berlangsung di Soehanna Hall, Energy Building SCBD, Jakarta, USG Education menegaskan komitmennya dalam membangun jalur studi yang terukur dan holistik.
Sebanyak 37 mahasiswa dari program UIC College BTEC dan UIC–UTS College dilepas, menandai langkah penting dari fase persiapan menuju tahapan pendidikan global yang lebih menantang.
Baca Juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti: Sekolah di Sumbar-Sumut Mulai Normal 100 persen, di Aceh Baru 95 persen
Bagi para lulusan, kelulusan ini bukan sekadar seremoni, melainkan penanda bahwa target yang sebelumnya terasa jauh kini semakin nyata.
CEO USG Education, Adhirama G. Tusin, menegaskan bahwa keberhasilan studi internasional tidak bisa dilepaskan dari ekosistem yang saling terhubung.
“Di USG Education, kami membangun sebuah ekosistem pendidikan yang saling terhubung. Mulai dari persiapan akademik, pengembangan kompetensi, hingga jalur menuju universitas dan karier internasional,” ujarnya.
Menurut Adhirama, standar akademik saja tidak lagi cukup di era global saat ini, sehingga siswa juga perlu dibekali keterampilan masa depan seperti kemampuan berpikir kreatif, problem solving, kecakapan digital, komunikasi, jejaring, hingga pemahaman keberagaman budaya.
Komitmen tersebut diperkuat melalui USG Education Incubation Program yang menjadi sistem pendukung bagi siswa, alumni, dan komunitas.
Program ini dirancang agar perjalanan studi tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga kaya akan pengalaman nyata, pengembangan karakter, serta kontribusi sosial.
Berita Terkait
Terpopuler
- Lipstik Merek Apa yang Tahan Lama? 5 Produk Lokal Ini Anti Luntur Seharian
- Malaysia Tegur Keras Menkeu Purbaya: Selat Malaka Bukan Hanya Milik Indonesia!
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
Pilihan
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
-
Rugikan Negara Rp285 T, Eks Dirut Pertamina Patra Niaga Alfian Nasution Dituntut 14 Tahun Bui
Terkini
-
Tren Arsitektur Hijau 2026: Material Eco-Friendly Jadi Standar Baru Bangunan
-
7 Foundation Full Coverage Anti Crack, Makeup Tetap Mulus Meski Berkeringat
-
Powder Blush vs Liquid Blush: Mana yang Lebih Cocok untuk Kulit Anda?
-
5 Lip Tint yang Stain-nya Tahan Lama, Murah dan Tak Bikin Bibir Kering
-
5 Parfum Aroma Segar Buat Pesepeda, Anti Bau Badan Meski Gowes Seharian
-
UNIQLO x Cecilie Bahnsen Debut di Indonesia, Koleksi Feminin Romantis Siap Jadi Statement Daily Wear
-
Literasi Keuangan Jadi Kunci Perempuan Lebih Percaya Diri Kelola Bisnis
-
Sepeda Hybrid Cocok Buat Apa? Ini 5 Pilihan Terbaik dengan Harga Bersahabat
-
Sepatu Salomon Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah untuk Hiking dan Aktivitas Outdoor
-
Mendekati Usia 30? Ini Cara Simpel Jaga Elastisitas Kulit Biar Tetap Kencang dan Glowing