- Mendikdasmen melaporkan perkembangan belajar-mengajar terdampak bencana di Sumatera dan Aceh pada Raker Komisi X DPR RI.
- Pembelajaran di Sumbar dan Sumut sudah 100% meskipun ada sekolah yang masih menumpang atau belajar sistem shift.
- Aceh mencatat 95% kegiatan belajar mengajar, khususnya Aceh Tamiang mengalami kerusakan fasilitas paling berat.
Suara.com - Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti melaporkan perkembangan terkini proses belajar-mengajar di wilayah Sumatera dan Aceh yang terdampak bencana alam.
Hal itu disampaikan Mu'ti dalam Rapat Kerja bersama Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Rabu (21/1/2026).
Mu'ti menyatakan bahwa pemerintah terus melakukan akselerasi agar aktivitas pendidikan dapat kembali normal.
Ia memaparkan bahwa untuk wilayah Sumatera Barat (Sumbar) dan Sumatera Utara (Sumut), seluruh sekolah kini sudah kembali menyelenggarakan kegiatan pembelajaran 100 persen. Namun, ia mengakui kondisi di lapangan masih jauh dari kata ideal.
"Untuk Sumatera Barat dan Sumatera Utara, pembelajaran sudah berlangsung 100 persen. Hanya memang belum ideal. Pertama, ada yang memang masih menumpang di sekolah lain. Atau yang kedua, belajar di sekolah sendiri tetapi sistemnya shift, ada yang pagi, ada yang sore. Ada juga yang masih belajar di tenda," kata Mu'ti.
Berbeda dengan Sumbar dan Sumut, progres pembelajaran di Provinsi Aceh tercatat berada di angka 95 persen.
Mu'ti menjelaskan bahwa wilayah yang paling terdampak adalah Kabupaten Aceh Tamiang, di mana sejumlah fasilitas pendidikan mengalami kerusakan yang sangat berat.
"Nah untuk Aceh, 95 persen sudah mulai pembelajaran. Dan yang belum itu memang ada terutama di Kabupaten Aceh Tamiang, yang memang mengalami kerusakan yang sangat berat," jelasnya.
Menanggapi kerusakan berat di Aceh Tamiang, Mendikdasmen telah melakukan langkah taktis dengan menjalin koordinasi lintas sektoral.
Baca Juga: TKA Kini Jadi Syarat Baru SNBP 2026, Apa Dampaknya Bagi Calon Mahasiswa?
Mu'ti mengaku baru saja bertemu dengan Kepala Staf Angkatan Darat (Kasad) untuk mempercepat perbaikan sekolah yang rusak.
"Tadi kami barusan rapat dengan Kasad untuk bisa bekerja sama percepatan penyelesaiannya. Karena memang kondisi dan kerusakannya perlu perhatian dan juga perlu kerja sama lintas kementerian," pungkasnya.
Berita Terkait
-
TKA Kini Jadi Syarat Baru SNBP 2026, Apa Dampaknya Bagi Calon Mahasiswa?
-
Kejagung Masih Dalami Dugaan Tindak Pidana 28 Perusahaan yang Izinnya Dicabut Buntut Banjir Sumatra
-
Pemprov DKI Jakarta Luncurkan Bus Sekolah Ramah Disabilitas
-
Pramono Anung Siap Berlakukan PJJ bagi Siswa jika Jakarta Banjir di Hari Sekolah
-
6 Artis Wanita Kuliah di Australia, Terbaru Amel Carla Bakal Lanjut S2
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Siasat Licik Dokter Gigi Vietnam: Pura-pura Jadi Pasien Demi Buka Praktik Ilegal di Ciputat!
-
KPK Bongkar Asal-usul Aset Kripto di Kasus Silmy Karim
-
Hari ke-17 Kebakaran Misterius Sleman: Api Muncul 113 Kali, Dua Rumah Tetangga Ikut Terbakar
-
Bupati Muara Enim Tak Sendirian, KPK Jaring 9 Orang Lain dalam OTT!
-
Stop Rekrut Honorer! Mendagri: Pakai APBD untuk Bangun Jalan, Bukan Gaji Tim Sukses!
-
Beda dari UGM, BRIN Ragukan Gas Limbah Ayam Picu Api Misterius di Sleman
-
Gencatan Senjata di Ujung Tanduk: Israel dan Iran Saling Hujani Rudal
-
KPK OTT Bupati Muara Enim!
-
Keanu Agl Dicecar 25 Pertanyaan dalam Kasus Dugaan Penipuan Umrah Hanania Travel
-
Aktor Intelektual Tak Disentuh, KontraS Sebut Sidang Militer Andrie Yunus Hanya Sandiwara!