Lifestyle / Komunitas
Selasa, 27 Januari 2026 | 19:05 WIB
Puasa Syaban Berapa Hari (freepik)

Suara.com - Puasa Syaban merupakan salah satu ibadah sunnah yang dianjurkan bagi umat Islam. Ibadah ini dilakukan pada bulan Syaban, yaitu bulan kedelapan dalam kalender Hijriah, yang posisinya tepat sebelum datangnya bulan Ramadan. Tak heran jika banyak umat Islam mulai bertanya-tanya, puasa Syaban berapa hari sebaiknya dilakukan, serta apa saja keutamaan yang terkandung di dalamnya.

Puasa Syaban adalah puasa sunnah yang dikerjakan pada bulan Syaban. Hukumnya tidak wajib, namun sangat dianjurkan karena memiliki nilai keutamaan yang besar. Dalam buku Cerdas Intelektual dan Spiritual dengan Mukjizat Puasa karya Yazid al-Busthomi dijelaskan bahwa puasa Syaban termasuk amalan sunnah paling utama menjelang Ramadan.

Secara praktik, puasa Syaban tidak memiliki aturan baku mengenai jumlah hari. Umat Islam diberi kebebasan untuk melaksanakannya kapan saja sepanjang bulan Syaban, sesuai kemampuan dan kondisi masing-masing.

Puasa Syaban

Pertanyaan mengenai berapa hari puasa Syaban sering muncul karena adanya beberapa riwayat hadis yang tampak berbeda. Namun perbedaan tersebut justru menunjukkan fleksibilitas dalam pelaksanaannya.

Dalam riwayat dari Aisyah RA, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sangat sering berpuasa di bulan Syaban. Ia berkata:

“Nabi SAW tidak biasa berpuasa pada suatu bulan yang lebih banyak dari bulan Syaban.”

(HR Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat lain, Aisyah RA juga menyampaikan bahwa Rasulullah SAW berpuasa hampir sepanjang bulan Syaban, namun tetap menyisakan beberapa hari untuk tidak berpuasa. Hal ini menegaskan bahwa puasa Syaban bisa dilakukan sebanyak mungkin, tetapi tidak harus penuh satu bulan.

Baca Juga: Doa Bulan Syaban, Arab Latin dan Artinya Agar Dapat Ampunan dan Hati Bahagia Saat Ramadan

Sebagian ulama berpendapat bahwa puasa Syaban boleh dilakukan sepanjang bulan, kecuali beberapa hari terakhir menjelang Ramadan, terutama bagi mereka yang tidak terbiasa berpuasa sunnah. Hal ini merujuk pada hadis Rasulullah SAW:

“Tidak ada puasa sunnah setelah pertengahan bulan Syaban sampai datang Ramadan.”

(HR Ibnu Hibban)

Namun, hadis ini dipahami sebagai larangan bagi orang yang baru memulai puasa setelah pertengahan Syaban, bukan bagi mereka yang sejak awal sudah rutin berpuasa.

Bahkan dalam riwayat lain, Rasulullah SAW menganjurkan puasa satu atau dua hari di akhir Syaban sebagai persiapan menuju Ramadan, sebagaimana diriwayatkan oleh Imran bin Hushain (HR Muslim).

Dari berbagai pendapat tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa Syaban tidak dibatasi jumlah harinya, bisa satu hari, beberapa hari, atau hampir sepanjang bulan.

Load More