Suara.com - Mencari rekomendasi tempat makan sate maranggi paling dekat dengan pintu tol Cipali sering menjadi pilihan para pemudik atau wisatawan yang melintas di jalur tersebut. Setelah menempuh perjalanan jauh, menikmati sate maranggi yang empuk dengan bumbu khas Purwakarta tentu bisa menjadi cara menyenangkan untuk beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Untungnya, ada beberapa tempat makan sate maranggi yang lokasinya tidak terlalu jauh dari akses tol. Beberapa bahkan sudah terkenal di kalangan penggemar kuliner karena rasa dagingnya yang khas, sambalnya yang segar, serta suasana tempat makan yang nyaman untuk keluarga.
Jika Anda sedang melintas di sekitar Purwakarta, beberapa tempat makan sate maranggi berikut bisa menjadi pilihan menarik.
1. Kampung Sate Maranggi Plered
Kawasan Kampung Sate Maranggi Plered dikenal sebagai salah satu sentra kuliner sate maranggi yang cukup legendaris di Purwakarta. Area ini bahkan sering disebut sebagai tempat berkembangnya kuliner sate maranggi karena banyak pedagang yang sejak dulu berjualan di sepanjang jalan tersebut.
Lokasinya berada di Jalan Raya Anjun, Plered, Purwakarta, tepat di dekat Stasiun Plered. Dari pintu tol Jatiluhur atau Sadang, Anda hanya perlu berkendara sekitar 15 sampai 20 menit untuk sampai ke kawasan ini. Pemerintah setempat juga sudah menata area ini menjadi wisata kuliner sehingga pengunjung bisa menikmati sate di tempat yang lebih rapi dan nyaman.
Di kawasan ini, satu tusuk sate biasanya berisi dua potong daging dan satu potong lemak yang memberikan rasa gurih khas sate maranggi. Harga seporsi sate biasanya berkisar antara Rp30.000 sampai Rp45.000 tergantung jumlah tusuknya. Selain sate, beberapa pedagang juga menawarkan menu tambahan seperti sop daging, nasi, atau ketan bakar.
2. Sate Maranggi Pareang
Jika Anda ingin mencoba tempat yang sedikit lebih tersembunyi namun terkenal di kalangan pecinta kuliner, Sate Maranggi Pareang bisa menjadi pilihan. Tempat makan ini berada di wilayah Karangpedes, Kecamatan Kiarapedes, Purwakarta, dan memang berada di area perkampungan sehingga suasananya lebih tenang.
Baca Juga: Kisah Unik Sate Lisidu Surabaya dari Garasi Rumah hingga Menembus Istana Kepresidenan
Untuk mencapai lokasi ini, biasanya pengunjung menggunakan aplikasi navigasi atau bertanya kepada warga sekitar. Meskipun lokasinya tidak berada di jalan utama, banyak orang rela datang karena kualitas satenya yang terkenal empuk dan kaya bumbu.
Keistimewaan tempat ini juga pernah diakui secara resmi. Pada tahun 2020, Sate Maranggi Pareang berhasil meraih juara pertama dalam Festival Sate Maranggi Purwakarta. Harga seporsi sate biasanya berada di kisaran Rp35.000 sampai Rp50.000. Selain sate, pengunjung kadang bisa menemukan durian lokal sebagai pelengkap ketika sedang musim.
3. Sate Maranggi Bah Use
Nama Sate Maranggi Bah Use cukup populer di kalangan pencinta kuliner khas Purwakarta. Tempat makan ini terkenal dengan bumbu maranggi yang meresap hingga ke dalam daging sehingga rasanya kuat dan khas.
Lokasinya relatif mudah dijangkau dari jalur utama Purwakarta sehingga cocok bagi Anda yang sedang mencari tempat makan sate maranggi dekat akses tol Cipali. Banyak pengunjung yang mampir di sini setelah keluar dari tol Sadang atau Jatiluhur.
Harga sate di tempat ini biasanya berkisar antara Rp30.000 hingga Rp45.000 per porsi. Selain sate maranggi, Anda juga bisa menikmati nasi hangat, sambal tomat segar, dan lalapan yang membuat rasa sate semakin nikmat. Suasana tempat makan yang sederhana justru membuat pengalaman makan terasa lebih autentik.
Berita Terkait
Terpopuler
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Survei SMRC: Elektabilitas Gerindra Anjlok Tajam, Peluang Jadi Partai Nomor 1 Terancam
- 5 Kulkas Mini yang Murah dan Hemat Listrik, Bisa Dipakai di Kamar Kos dan Mobil
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- 5 Sepatu Lari Terbaik Harga Rp200 Ribuan, Nyaman Dipakai untuk Daily hingga Trail Run
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Pelatih Indonesia All Stars Minta Pemain Jangan Minder Saat Tantang Aston Villa
-
Promo RI: Belanja Kebutuhan Harian di Farmers Market dan Pasarina Dapet Diskon Besar!
-
Raih Opini WTP BPK, Purbaya Klaim Jadi Bukti Fiskal Sehat
-
Mendiktisaintek Didesak Tindak Lanjuti Rekomendasi Irjen soal Dugaan Plagiasi Guru Besar Unsoed
-
Bayar Cicilan Kendaraan Pakai BRImo Bisa Dapat Cashback 10 Persen, Cek Syaratnya!
-
Bea Cukai Ungkap Penerimaan Negara dari Ekspor Sawit Pangkalan Bun Tembus Rp 1,74 Triliun
-
Sempat Sulitkan Timnas Indonesia, John Herdman Angkat Topi Buat Timor Leste
-
Investasi Rp1 Triliun, Jakarta Kembangkan Kawasan Peternakan Sapi Terintegrasi di Banten
-
Di Balik Kemenangan Gugatan MBG, Putusan MK Dinilai Sarat Kompromi Politik
-
Mahasiswa UGM Terangi Jalan Gelap Banyuwangi, Hadirkan Energi Bersih dan Ekonomi Sirkular