Lifestyle / Female
Rabu, 28 Januari 2026 | 08:20 WIB
Dari Buttonscarves hingga Rizman Ruzaini: Koleksi Enam Desainer yang Mencuri Perhatian di Borobudur (Dok. Istimewa)
Baca 10 detik
  • Modinity Fashion Parade 2026 dilaksanakan pada 17 Januari 2026 di Candi Borobudur, sebagai ekspresi kolektif brand Modinity Group.
  • Perhelatan bertema "Infinite Wonders" ini menampilkan kolaborasi enam brand di runway sepanjang 125 meter dengan lebih dari 200 model.
  • Acara ini mempertemukan warisan budaya Nusantara dengan visi masa depan fashion Asia Tenggara melalui koleksi keenam brand tersebut.

Suara.com - Modinity Fashion Parade (MFP) 2026 menorehkan tonggak baru dalam perjalanan fashion Asia Tenggara. 

Bukan sekadar peragaan busana tahunan, MFP menjadi ruang ekspresi kolektif bagi seluruh ekosistem brand Modinity Group, sebuah perayaan identitas, budaya, dan perspektif Global South yang tampil percaya diri di panggung internasional.

Tahun ini, Modinity Fashion Parade digelar di lokasi yang sarat makna, Candi Borobudur, situs Warisan Dunia UNESCO sekaligus ikon peradaban Nusantara. 

Digelar pada Sabtu, 17 Januari 2026, perhelatan ini berlangsung di ruang terbuka dengan runway hampir 125 meter, melibatkan lebih dari 200 model dan dihadiri hampir 1.000 tamu undangan dari berbagai daerah.

Borobudur bukan sekadar latar megah, tetapi menjadi bagian utuh dari cerita. Di sinilah fashion, sejarah, dan komunitas berpadu, menciptakan pengalaman yang melampaui visual semata.

Dari Buttonscarves hingga Rizman Ruzaini: Koleksi Enam Desainer yang Mencuri Perhatian di Borobudur (Dok. Istimewa)

Infinite Wonders: Dialog Masa Lalu dan Masa Depan

Mengusung tema “Infinite Wonders”, Modinity Fashion Parade 2026 merepresentasikan potensi kreatif tanpa batas. 

Terinspirasi dari nilai lintas generasi yang melekat pada Borobudur, MFP menghadirkan storytelling yang memadukan warisan masa lalu dengan visi masa depan, sebuah dialog yang terus hidup melalui keahlian, kesinambungan, dan kehadiran budaya yang abadi.

Berakar di Asia Tenggara, Modinity Group membawa nilai Modern, Modest, dan Infinite Blessings sebagai fondasi utama. 

Baca Juga: NumoFest 2026 Dukung Ratusan Pelaku UMKM Lewat Gang Dagang, QRIS Tap, Sampai Film Bertema Religi

Nilai tersebut tercermin dalam keberagaman sudut pandang desain, kekayaan budaya, serta keyakinan bahwa fashion dari kawasan ini memiliki relevansi kuat di kancah global.

Runway Kolaborasi Enam Brand, Satu Narasi

Enam brand di bawah naungan Modinity Group tampil dalam satu rangkaian runway yang berkesinambungan, Buttonscarves, Benang Jarum, Nada Puspita, Zyta Delia, CALLA, serta Rizman Ruzaini dengan Buttonscarves Beauty sebagai Official Makeup Brand.

Tahun ini juga menjadi momen spesial dengan debut Rizman Ruzaini di panggung Modinity Fashion Parade, menandai kehadiran rumah mode asal Malaysia tersebut dalam ekosistem Modinity Group sejak bergabung pada 2025.

CEO Modinity Group, Linda Anggrea, menyampaikan bahwa MFP merupakan bagian penting dari perjalanan Modinity dalam membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan.

“Modinity Fashion Parade adalah ruang untuk bertumbuh. Di sini, brand-brand kami berkembang bersama, tetap berpegang pada nilai dan komunitas yang telah dibangun. Tahun ini terasa berbeda karena Borobudur memberi konteks yang lebih kuat bagi cerita yang ingin kami sampaikan,” ujar Linda.

Koleksi dengan Identitas Kuat

Buttonscarves menghadirkan koleksi yang mengeksplorasi struktur, tekstur, dan pergerakan melalui pendekatan modern yang terukur. 

Teknik printing, embroidery, dan sequin diaplikasikan secara presisi, dengan monogram khas yang hadir halus sebagai identitas desain. Siluet bergerak dari struktur tegas hingga drapery lembut, mencerminkan perempuan modern yang elegan, berani, dan ekspresif.

Benang Jarum, yang tampil untuk ketiga kalinya di MFP, mempersembahkan rangkaian koleksi Raya bertajuk “Refined Simplicity for Eid Fitr”.

Tiga seri, Marchesa Collection, Blooming Eid, dan The Regal menghadirkan interpretasi Raya yang hangat, dari nuansa ceria hingga formal, dengan material khas yang nyaman dan rapi untuk menemani kebersamaan keluarga.

Nada Puspita menghadirkan Raya Symphony, sebuah pagelaran koleksi Raya yang memadukan modest fashion dengan storytelling visual kuat. 

Seri Majestica Raya, Gardenia Eid, dan Sweet Eid menampilkan eksplorasi artwork khas Nada Puspita, dari bold dan glamor hingga lembut dan feminin, menggambarkan spektrum suasana Ramadan dan Hari Raya.

Zyta Delia mempersembahkan koleksi “The Sculpted Elegance”, refleksi desain yang kuat namun lembut, unik namun wearable.

Terinspirasi dari filosofi wearable anytime, anywhere, koleksi ini menampilkan siluet terstruktur yang tetap fleksibel mengikuti aktivitas perempuan modern.

CALLA menghadirkan Pushpa Raya, koleksi penuh warna dengan motif bunga pansy yang dipadukan elemen geometris. 

Terinspirasi dari konsep homecoming, koleksi ini merefleksikan pertumbuhan dan keberanian baru, menjadikan sesuatu yang familiar terasa segar kembali.

Sementara itu, Rizman Ruzaini membawa koleksi Spring Summer 2026 bertajuk “The Hikayat of Ratna”. 

Terinspirasi dari tradisi hikayat Melayu dan nuansa 1001 Nights, koleksi ini menerjemahkan kisah kesetiaan, keteguhan, dan keberanian ke dalam busana dengan siluet khas dan craftsmanship yang presisi.

Pertunjukan kian istimewa dengan penampilan Yura Yunita, Marcell Siahaan, dan Katon Bagaskara, yang menghadirkan atmosfer emosional dan selaras dengan narasi runway. 

Bagi Nada Puspita, alunan musik nostalgia Katon Bagaskara menjadikan Raya Symphony sebagai pengalaman yang tak terlupakan.

Komunitas menjadi elemen penting dalam MFP 2026. Para pelanggan hadir bukan sekadar penonton, tetapi bagian dari ekosistem yang tumbuh bersama Modinity. 

Mereka datang dari berbagai penjuru Indonesia, menempuh perjalanan darat, laut, dan udara demi menyaksikan momen ini, sebuah refleksi hubungan jangka panjang yang dibangun atas dasar kepercayaan dan kesinambungan.

Load More