Lifestyle / Komunitas
Rabu, 28 Januari 2026 | 13:27 WIB
Niat Puasa Rajab dan Qadha Ramadan (freepik)

Selain menjaga hal-hal lahiriah, umat Islam juga dianjurkan untuk menjaga lisan, perbuatan, dan pikiran agar puasa tidak sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menjadi ibadah yang bernilai di sisi Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda:

“Sesungguhnya di surga ada suatu sungai yang bernama Rajab. Warnanya lebih putih daripada susu dan rasanya lebih manis daripada madu. Barang siapa berpuasa satu hari pada bulan Rajab, akan diberi minum oleh Allah dari sungai itu.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan puasa Rajab sebagai salah satu amalan sunnah.

Hukum Menggabungkan Puasa Rajab dan Qadha Ramadan

Dalam buku Ensiklopedia Islam karya Makmur Dongoran, dijelaskan bahwa penggabungan puasa wajib dan sunnah dikenal dengan istilah at-tasyrik. Praktik ini menimbulkan perbedaan pendapat di kalangan ulama fikih.

Pendapat pertama menyatakan bahwa menggabungkan puasa qadha Ramadan dengan puasa sunnah Rajab diperbolehkan. Pendapat ini dianut oleh sebagian ulama Syafi’iyah dan juga difatwakan oleh Lembaga Fatwa Mesir. Imam as-Suyuthi menjelaskan bahwa seseorang yang berniat puasa wajib lalu disertai niat puasa sunnah tetap mendapatkan pahala keduanya.

Imam Ar-Ramli as-Syafi’i juga berpendapat bahwa puasa qadha yang dilakukan bertepatan dengan hari-hari sunnah tetap berpotensi mendapatkan keutamaan puasa sunnah tersebut. Meski begitu, mereka menegaskan bahwa memisahkan puasa wajib dan sunnah tetap lebih utama.

Pendapat kedua menyatakan bahwa penggabungan niat tidak diperbolehkan. Ulama seperti Syaikh bin Baz dan Syaikh Muhammad bin Hassan berpendapat bahwa jika niat qadha digabung dengan niat sunnah, maka yang sah hanyalah puasa qadhanya saja, sementara pahala sunnah tidak diperoleh secara khusus.

Baca Juga: Jelang Ramadan, Pemerintah Petakan 7 Komoditas Paling Rawan Picu Inflasi

Keutamaan Puasa Rajab dan Qadha Ramadan

Menggabungkan niat puasa Rajab dan qadha Ramadan memiliki beberapa keutamaan. Pertama, seorang Muslim dapat menyelesaikan kewajiban ibadah yang tertunda. Kedua, berpuasa di bulan Rajab tetap menjadi sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT di bulan yang dimuliakan.

Selain itu, puasa juga melatih kesabaran, meningkatkan ketakwaan, serta menjadi persiapan spiritual dan fisik menjelang Ramadan. Puasa merupakan momentum untuk membersihkan hati, menghapus dosa-dosa kecil, dan memperbanyak amal saleh.

Demikian itu niat puasa rajab dan qadha ramadan. Dengan memahami niat, tata cara, dan perbedaan pendapat ulama, umat Islam dapat menjalankan puasa Rajab dan qadha Ramadan dengan lebih tenang, ikhlas, dan sesuai tuntunan syariat.

Kontributor : Mutaya Saroh

Load More