Suara.com - Nama Indonesia tercatat sebanyak 902 kali dalam jutaan dokumen yang dikenal sebagai Epstein Files, kumpulan arsip terkait kasus kejahatan seksual Jeffrey Epstein yang dirilis Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (Department of Justice/DOJ) pada akhir Januari 2026. Rilis ini menjadi pengungkapan terbesar sepanjang sejarah kasus Epstein, mencakup sekitar tiga juta halaman dokumen, 180.000 foto, dan 2.000 video yang kini dapat diakses publik.
Meski angka penyebutan Indonesia terbilang tinggi, konteks kemunculannya tidak seragam. Dokumen-dokumen tersebut memuat berbagai rujukan, mulai dari nama tokoh Indonesia, lokasi geografis, korespondensi bisnis, hingga dokumentasi visual yang dikaitkan dengan kawasan Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
Tokoh Indonesia yang Disebut
Salah satu nama figur publik Indonesia yang paling jelas tercantum dalam Epstein Files adalah pengusaha Hary Tanoesoedibjo. Namanya muncul dalam dokumen FBI bertajuk Federal Bureau of Investigation CHS Reporting dengan status unclassified atau tidak rahasia, tertanggal Oktober 2020.
CHS Reporting merupakan laporan resmi FBI yang disusun berdasarkan keterangan confidential human sources (CHS), yakni sumber informasi rahasia. Dalam laporan tersebut, CHS dimintai keterangan terkait dugaan pengaruh domestik maupun asing yang tidak semestinya terhadap proses pemilu Amerika Serikat pada 2019.
Dalam dokumen itu, Hary Tanoesoedibjo disebut sebagai relasi Donald Trump, seorang miliarder, serta pengembang bisnis perhotelan. Namun, laporan tersebut tidak menempatkan namanya dalam konteks kejahatan seksual Epstein. Dokumen itu justru memuat berbagai klaim luas dan spekulatif, termasuk dugaan kolusi politik internasional yang melibatkan tokoh-tokoh global, profesor Harvard, hingga Presiden Rusia Vladimir Putin.
Dokumen ini ikut terunggah dalam Epstein Files karena keterkaitan Epstein dengan jaringan politik Amerika Serikat, bukan karena adanya dugaan keterlibatan langsung tokoh Indonesia dalam kejahatan Epstein.
Selain Hary Tanoesoedibjo, tidak ditemukan nama tokoh Indonesia lain yang secara eksplisit dikaitkan langsung dengan Epstein. Sebagian nama Indonesia lain yang muncul dalam dokumen lebih banyak berstatus sebagai rujukan administratif, sumber berita, atau bagian dari laporan ekonomi dan politik internasional. Selain Hary Tanoesoedibjo, tokoh Indonesia lain yang disebutkan dalam dokumen adalah Sri Mulyani, Soeharto, Joko Widodo, Eka Tjipta Widjaja, dan Kafrawi Yuliantono.
Lokasi Indonesia yang Muncul
Baca Juga: 4 Tokoh Dunia Termasuk Trump Ketahuan Bohong, Tutupi Hubungan dengan Epstein
Dari sisi geografis, Bali menjadi lokasi di Indonesia yang paling sering disebut dan paling menonjol dalam Epstein Files. Sejumlah dokumen mencantumkan korespondensi antara manajer hotel di Bali dengan individu yang disebut memiliki afiliasi dengan jaringan Epstein.
Selain korespondensi, terdapat pula dokumentasi visual yang memuat foto-foto yang dikaitkan dengan Bali. Salah satu dokumen dengan nomor file EFTA00129111 menampilkan foto seorang perempuan dengan keterangan eksplisit “Before a group/gang training exercise in Bali”. Alamat lokasi dalam dokumen tersebut telah disensor, namun frasa tersebut memicu perhatian publik karena redaksinya yang sensitif.
Dokumen visual lain dengan nomor file EFTA00004477 berjudul “Clinton Far East” memuat puluhan foto dengan nama file “Bali09.JPG” hingga “Bali50.JPG”. Foto-foto ini menampilkan berbagai sudut Pulau Dewata, mulai dari pantai, pepohonan kelapa, pura dan patung khas Bali, hingga bangunan yang menyerupai vila atau resor mewah.
Beberapa foto juga merekam aktivitas di pesisir pantai serta interaksi dengan warga lokal. Namun, dokumen tersebut tidak memberikan keterangan rinci terkait waktu, tujuan, maupun konteks pengambilan gambar. Dari format file dan kualitas visualnya, foto-foto ini diduga diambil pada periode awal hingga pertengahan 2000-an.
Menariknya, dalam lembaran katalog foto tersebut juga muncul nama file seperti “Brunei00.JPG”, yang mengindikasikan adanya rangkaian perjalanan di kawasan Asia Tenggara, bukan hanya Indonesia.
Indonesia dalam Laporan dan Briefing Internasional
Berita Terkait
Terpopuler
- Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
- Ciri-Ciri Sepatu Berbahan Kulit Babi, Kenali sebelum Membeli
- Istana Diminta Istirahatkan Qodari atau Demo Mahasiswa Bisa Makin Besar
- 5 HP Murah Terbaru Penyimpanan Lega Juni 2026: Memori 256 GB, Baterai 8.100 mAh
- 4 Rekomendasi Tablet Mini Serbaguna: Nyaman Digenggam, Muat Tas Kecil
Pilihan
-
Salah Sasaran Evaluasi: Menilai Program MBG Lewat Respons Anak Itu Absurd
-
Dasco di Mobil Komando Aksi: Aspirasi Kawan-kawan Sudah Disampaikan, Hidup Mahasiswa!
-
Bukan Sekadar Karaoke, Orutaku Club Jadi Mesin Waktu Bagi Wibu Generasi 90-an
-
Kejagung Tetapkan Glory Harimas Sihombing Tersangka, Dugaan Jual Beli Titik Dapur MBG Terungkap
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
Terkini
-
25 Ucapan Hari Ayah Sedunia 2026 yang Menyentuh Hati dan Penuh Makna
-
4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
-
Tren Perawatan Non-Bedah Meningkat, Ini Manfaat dan Risikonya
-
Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
-
4 Shio yang Diramal Bernasib Baik pada Hari Ini 21 Juni 2026
-
Cara agar Sunscreen Tidak Luntur Saat Berkeringat? Ini 3 Pilihan yang Sweatproof Lengkap Ulasannya
-
Mengapa Pengetahuan Masyarakat Adat Penting untuk Mengatasi Krisis Iklim?
-
4 Posisi Cermin di Rumah yang Bisa Datangkan Keberuntungan Menurut Feng Shui
-
Tips Agar Bedak Tahan Lama Tanpa Pakai Foundation, Ini Rahasia dari Makeup Artist
-
Generasi Muda Dinilai Punya Peran Strategis Dorong Kebijakan Udara Bersih: Bagaimana Caranya?