- Menkeu Purbaya balas kritik kinerja dengan ingatkan momen krisis ekonomi Agustus 2025.
- Ungkap rumah Sri Mulyani sempat dijarah massa saat gelombang demo besar melanda Indonesia.
- Klaim keberhasilan pemerintah cegah ekonomi Indonesia jatuh ke krisis hebat ala tahun 1998.
Suara.com - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mendadak blak-blakan mengenai tekanan berat yang dihadapi kementeriannya dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.
Di hadapan para legislator, Purbaya menepis tudingan miring yang menyebut kinerjanya sebagai Bendahara Negara tidak membuahkan hasil.
Purbaya mengenang kembali memori kelam pada periode Agustus hingga September 2025. Kala itu, gelombang demonstrasi besar-besaran melanda berbagai penjuru Indonesia, dipicu oleh kondisi ekonomi yang sempat merosot tajam.
"Di luar banyak yang bilang, 'itu Menteri Keuangan kerjanya apa, enggak ada apa-apa sampai sekarang'. Mereka lupa, kita waktu itu betul-betul jatuh, demo di mana-mana di seluruh Indonesia kan," ujar Purbaya dalam rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Rabu (4/2/2026).
Situasi saat itu, menurut Purbaya, jauh dari kata normal. Ia bahkan mengungkap fakta mengejutkan mengenai tekanan fisik yang dialami oleh pendahulunya, Sri Mulyani Indrawati. Kemarahan publik saat itu mencapai puncaknya hingga menyasar ranah pribadi sang mantan menteri.
"Bahkan Menteri Keuangan kami yang sebelumnya diserbu, sampai rumahnya diserbu (dijarah). Jadi keadaan amat genting. Nah, ketika sudah balik ke arah sana (normal), mereka bilang ini keadaan normal," cetusnya.
Purbaya menegaskan bahwa jika pemerintah dan Komisi XI DPR RI tidak bergerak cepat mengambil langkah taktis, Indonesia nyaris terperosok ke dalam lubang hitam ekonomi yang sama dengan krisis moneter 1998.
"Kalau kita enggak cegah, kita bisa kembali tuh ke 1998 dan itu riil karena kebijakannya salah semua pada waktu itu atau ada salah komunikasi," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa stabilitas yang dinikmati masyarakat saat ini adalah hasil dari kebijakan "darurat" yang berhasil meredam tensi krisis. Ia tak ingin publik lupa bahwa tanpa perbaikan kebijakan, suasana di ruang rapat DPR hari ini mungkin akan jauh lebih mencekam.
Baca Juga: Purbaya Pamer Efek Dana SAL Rp 200 Triliun: Penjualan Mobil-Motor Tumbuh, Ritel Naik
"Kalau enggak kita perbaiki, maka kita bisa mengalami tekanan ekonomi yang lebih parah dan mungkin sekarang kita duduknya di sini sudah kondisi-kondisi krisis. Kondisi yang krisis kan beda cara berpikirnya, semuanya sudah tegang," tutup Purbaya.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
-
Rudal Iran Hantam Dekat Fasilitas Nuklir Israel, 100 Orang Jadi Korban
Terkini
-
Trump Ungkap Nego Perang Berjalan Mulus, Iran Bantah: Awas 'Manipulasi' Pasar!
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Timur Tengah Hadapi Kiamat Kecil Jika Iran Serang Instalasi Desalinasi Negara-negara Arab
-
Anggaran Dana Pensiun DPR-Pejabat Diusulkan untuk Guru Honorer hingga Nakes
-
Perhatian Pemudik! Rest Area KM 52B Bisa Ditutup Sewaktu-waktu Saat Arus Balik
-
Purbaya Yakin Pertumbuhan Ekonomi RI 5,7% di Q1 2026 Meski Ada Perang AS vs Iran
-
Pertumbuhan Ekonomi RI Bisa Capai 5,6 Persen Berkat Mudik Lebaran 2026
-
285 Ribu Kendaraan Bakal Padati Jalan Tol Trans Jawa pada 24 Maret
-
LPEI Ungkap Risiko Konflik Timur Tengah ke Kinerja Ekspor Indonesia Masih Terbatas
-
Harga Minyak Dunia Bisa Tembus 120 Dolar AS per Barel Sepanjang 2026, Naik 2 Kali Lipat