Suara.com - Kasus skandal kekerasan seksual terhadap anak dengan pelaku Jeffrey Epstein masih menjadi perhatian publik. Banyak orang yang mempertanyakan bagaimana bisa nama-nama orang Indonesia juga ada di dalam Epstein Files, salah satunya adalah sosok Hary Tanoesoedibjo.
Penting dipahami bahwa Epstein Files memuat data mentah, laporan, klaim, dan materi yang belum tentu terverifikasi sepenuhnya. Nama Hary Tanoe muncul dalam dokumen FBI berlabel unclassified "Federal Bureau of Investigation CHS Reporting" bertanggal Oktober 2020 yang merupakan dokumen resmi dari confidential human sources (CHS).
Hary disebut terlibat dalam pengembangan hotel-hotel bermerek Trump dan dikenal sebagai seorang miliarder. Hary disebut memperkenalkan Donald Trump kepada sosok yang digambarkan sebagai “CIA Indonesia”.
Nama Hary juga disebut dalam pembelian kediaman Trump di Beverly Hills dengan harga yang sangat tinggi. Konteks dokumen ini berkaitan dengan penyelidikan Trump dan pemilu Amerika Serikat, yang memiliki keterkaitan tidak langsung dengan jaringan Epstein.
Banyak yang dibuat penasaran dengan kekayaan Hary Tanoesoedibjo, apalagi ia dikenal sebagai seorang konglomerat kelas atas. Berikut rincian kekayaan yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo, konglomerat Indonesia yang namanya masuk Epstein Files.
Kekayaan Hary Tanoesoedibjo
Total kekayaan Hary Tanoesoedibjo dilansir dari laman Forbes per hari ini, 5 Februari 2026, adalah sebesar USD1 Miliar.
Sumber lain mengatakan kekayaan Hary ditaksir mencapai US$1 miliar hingga US$1,6 miliar (di atas Rp15-25 triliun lebih) per 2024-2025.
Ia konsisten masuk daftar orang terkaya Forbes dan ketua parpol terkaya.
Sumber kekayaan utamanya berasal dari MNC Group (media, keuangan, properti, hiburan), berhubung ia memegang peran sebagai pendiri dan pemilik.
Baca Juga: Berapa Harga Pulau Pedofil Milik Jeffrey Epstein? Segini Jika Dirupiahkan
Sumber Kekayaan Hary Tanoesoedibjo
Berikut rincian sumber kekayaan yang dimiliki Hary Tanoesoedibjo.
1. PT MNC Investama Tbk.
PT MNC Investama Tbk. (BHIT) didirikan di Surabaya, Jawa Timur pada 2 November 1989, kemudian berpindah ke Jakarta tahun 1990.
Hary Tanoesoedibjo yang saat ini menjabat sebagai Presiden Direktur PT MNC Investama Tbk. diketahui memegang sekitar 2,59 persen atau 2.166.568.30 lembar saham.
PT MNC Investama juga memiliki beberapa anak perusahaan seperti PT Global Mediacom Tbk. dengan saham sebesar 45,75 persen, PT Global Transport Services 99,99 persen, PT MNC Energi 99,99 persen, dan PT MNC Kapital Indonesia Tbk 54 persen.
Hary Tanoesoedibjo memfokuskan PT MNC Land Tbk (KPIG) sebagai induk usaha bisnis properti. MNC Group juga memiliki perusahaan maskapai penerbangan bernama PT Indonesia Transport & Infrastructure Tbk (IATA).
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Mobil 7 Seater yang Jarang Rewel untuk Jangka Panjang, Solusi Cerdas Keluarga
- Appi Sambangi Satu Per Satu Kediaman Tiga Mantan Wali Kota Makassar
- Ibu-Ibu Baku Hantam di Tengah Khotbah Idulfitri, Diduga Dipicu Masa Lalu
- Pakai Paspor Belanda saat Perpanjang Kontrak 2025, Status WNI Dean James Bisa Gugur?
- Pajaknya Nggak Bikin Sengsara: Cek 5 Mobil Bekas Bandel di Bawah 70 Juta untuk Pemula
Pilihan
-
BTS ARIRANG Pecahkan Rekor Netflix! Comeback Global Tak Terkalahkan di 77 Negara
-
Yaqut Kembali Ditahan di Rutan KPK
-
Dean James Masih Terdaftar sebagai Warga Negara Belanda
-
Diskon Tarif Tol 30 Persen Arus Balik: Jadwal, Tanggal dan Rute Lengkap
-
Ironi Hari Air Sedunia: Ketika Air yang Melimpah Justru Menjadi Kemewahan
Terkini
-
5 Rekomendasi Moisturizer 'Combo Maut' Atasi Kulit Berminyak dan Berjerawat
-
Promo Alfamart Paling Murah Sejagat 24-31 Maret 2026: Belanja Hemat Akhir Bulan
-
Masuk Sekolah Setelah Lebaran 2026 Kapan? Ini Jadwal Resminya
-
Contoh Ikrar Syawalan Singkat, Bisa untuk Acara di Sekolah hingga Lingkungan Rumah
-
Jadwal Ganjil Genap Jakarta, One Way dan Contraflow Pascalebaran 2026
-
Bank Buka Mulai Kapan Setelah Lebaran 2026? Ini Jadwal Lengkapnya
-
6 Sepatu Skechers Diskon di Sports Station, Sepatu Anak Mulai Rp200 Ribuan
-
6 Shio yang Diprediksi Hoki dan Mendapat Keberuntungan Finansial pada 24 Maret 2026
-
Starbucks dan Harry Potter Bersatu! Rasakan Keajaiban Bubble Meledak Ala Honeydukes di Menu Baru Ini
-
Jangan Bingung Cari Mushola Saat Kulineran di PIK: Ini Titik Lokasi Strategis yang Wajib Kamu Tahu