Suara.com - Benda berwarna pink berbentuk tabung yang dikenal dengan nama "Whip Pink" akhir-akhir ini sukses mencuri perhatian banyak warganet di media sosial.
Bahkan sekarang muncul larangan untuk membawa Whip Pink di tempat tertentu. Kabar ini diketahui melalui postingan akun Instagram @lambegosiip pada Sabtu, 7 Februari 2026.
Dalam unggahan itu terdapat sebuah foto yang memperlihatkan larangan membawa Whip Pink.
Jika ketahuan, maka akan didenda sebesar Rp1 juta. Selain Whip Pink, benda lain yang dilarang adalah rokok, vape, iqos, hingga pods.
"Ini aku yang kurang gaul atau gimana sih? Emang di Jakarta se-hits itu ya freon astronot itu?" ujar tulisan yang ada di foto tersebut.
Hal ini tentu membuat netizen lainnya ikut bertanya-tanya, apa sebenarnya kegunaan Whip Pink dan kenapa bisa sampai dilarang dan didenda. Simak penjelasannya berikut ini!
Kegunaan Whip Pink yang Sebenarnya
Whip Pink merupakan tabung gas kecil yang berisi nitrous oxide (dinitrogen oksida). Zat ini sebenarnya legal dan digunakan untuk keperluan kuliner, khususnya untuk membantu krim kocok (whipped cream) mengembang dan bertekstur lembut.
Selain di bidang kuliner, nitrous oxide juga digunakan dalam dunia medis, misalnya pada perawatan gigi atau persalinan.
Namun, penggunaannya dilakukan dengan dosis yang sangat terkontrol, dicampur dengan oksigen, serta berada di bawah pengawasan tenaga medis. Artinya, bukan zatnya yang berbahaya, melainkan cara penggunaannya yang tidak sesuai.
Baca Juga: Heboh 'Whip Pink' Makan Korban, Mendag Budi Turun Tangan
Kenapa Jadi Masalah?
Masalah muncul ketika nitrous oxide dihirup langsung untuk tujuan rekreasional. Saat dihirup, gas ini dengan cepat masuk ke aliran darah dan memengaruhi otak serta sistem saraf pusat.
Dalam waktu singkat, pengguna dapat merasakan sensasi seperti rasa senang sesaat, kepala terasa ringan, tertawa tanpa sebab, hingga sensasi melayang.
Efek tersebut hanya berlangsung sebentar. Namun, dampak buruknya bagi tubuh bisa bertahan lama dan berisiko.
Whip Pink dapat menimbulkan kebiasaan dan ketergantungan. Efek "senang" yang dirasakan berlangsung sangat singkat, sehingga pengguna cenderung menghirupnya berulang kali.
Seiring waktu, tubuh membutuhkan jumlah yang lebih banyak untuk mendapatkan efek yang sama, sehingga risiko kerusakan kesehatan pun semakin meningkat.
Dampak Penyalahgunaan Whip Pink
Beberapa laporan kesehatan menyebut bahwa penyalahgunaan nitrous oxide dalam jangka panjang dapat menyebabkan gangguan saraf serius, kekurangan vitamin B12 hingga kerusakan organ penting.
Berita Terkait
Terpopuler
- REDMI 15 Resmi Dijual di Indonesia, Baterai 7.000 mAh dan Fitur Cerdas untuk Gen Z
- Peta 30 Suara Mulai Terbaca, Munafri Unggul Sementara di Musda Golkar Sulsel
- Kehabisan Uang Usai Mudik di Jogja, Ratusan Perantau Berburu Program Balik Kerja Gratis
- 55 Kode Redeem FF Max Terbaru 23 Maret 2026: Klaim THR, Diamond, dan SG2 Tengkorak
- Mobil Alphard Termurah, 100 Jutaan Dapat Tahun Berapa?
Pilihan
-
Video Jusuf Kalla di Pesawat Menuju Iran adalah Hoaks
-
Kabais Dicopot Buntut Aksi Penyiraman Air Keras Terhadap Andrie Yunus
-
Puncak Arus Balik! 50 Ribu Orang Padati Jakarta, KAI Daop 1 Tebar Diskon Tiket 20 Persen
-
Arus Balik, Penumpang Asal Jawa Tengah Hingga Sumatera Masih Padati Terminal Bus Kalideres
-
Ogah Terjebak Kemacetan di Pantura, Ratusan Pemudik Motor Pilih Tidur di Kapal Perang TNI AL
Terkini
-
50 Kata-kata Bangkitkan Semangat Kerja Setelah Libur Lebaran 2026
-
5 Rekomendasi Cushion yang Bagus dan Tahan Lama Sesuai Jenis Kulit
-
7 Rekomendasi Bedak Padat yang Bagus dan Tahan Lama untuk Makeup Harian
-
7 Tips Diet Sehat Setelah Lebaran 2026 agar Berat Badan Turun secara Alami
-
Apa Itu Harta PPS di Coretax? Ini Cara Hitung dan Lapornya
-
Cara Buka Rekening BCA untuk Anak Simpan Uang THR Lebaran 2026
-
Contoh Teks MC Halalbihalal di Sekolah, Singkat dan Khidmat
-
Cara Menggunakan Vitamin C yang Tepat, Efektif Memudarkan Flek Hitam
-
5 Rekomendasi Bedak Dingin Bayi yang Nyaman
-
7 Rekomendasi Parfum Wanita Tahan Lama Branded, Cocok Buat Segala Acara