- Pemutakhiran data bansos melalui DTSEN menyebabkan status BPJS PBI jutaan peserta mendadak nonaktif.
- Rapat konsultasi pada 9 Februari 2026 menyepakati 11 juta peserta PBI yang dinonaktifkan tetap berlayanan tiga bulan.
- Peserta diimbau mandiri mengecek status kepesertaan BPJS melalui Mobile JKN, WhatsApp, Call Center, atau kantor BPJS.
Suara.com - Kasus peserta BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) yang mendadak tidak bisa menggunakan layanan kesehatan belakangan ramai diperbincangkan publik. Sejumlah warga mengaku gagal mendapatkan perawatan karena status BPJS PBI mereka berubah menjadi nonaktif tanpa pemberitahuan sebelumnya.
Status BPJS PBI yang tiba-tiba nonaktif terjadi akibat pemutakhiran data penerima bantuan sosial melalui DTSEN. Data ini digunakan untuk memastikan bantuan pemerintah tepat sasaran.
Menanggapi polemik tersebut, Kementerian Sosial, Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) menggelar rapat konsultasi pengelolaan data jaminan sosial pada Senin, 9 Februari 2026.
Hasil rapat menyepakati bahwa sekitar 11 juta peserta PBI yang tiba-tiba dinonaktifkan tetap mendapatkan pelayanan kesehatan gratis selama tiga bulan ke depan sebagai masa transisi.
Meski demikian, masyarakat penerima BPJS PBI tetap diimbau untuk mengecek status kepesertaan secara mandiri, mengingat status aktif atau tidak aktif tetap menentukan kelancaran layanan kesehatan ke depannya.
Apa Itu BPJS Kesehatan PBI?
BPJS Kesehatan PBI merupakan program jaminan kesehatan bagi masyarakat kurang mampu yang iurannya sepenuhnya dibayarkan oleh pemerintah. Peserta PBI ditetapkan berdasarkan data penerima bantuan sosial yang dikelola negara.
Namun, status BPJS PBI bisa berubah menjadi tidak aktif apabila peserta tidak lagi tercatat sebagai penerima bantuan.
Kondisi inilah yang terjadi belakangan, menyusul pemutakhiran data bantuan sosial melalui penerapan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN).
Baca Juga: Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
DTSEN nantinya akan digunakan sebagai satu-satunya basis data untuk seluruh program bantuan pemerintah, termasuk BPJS PBI. Proses pemadanan dan pembaruan data ini menyebabkan jutaan peserta PBI dinonaktifkan sementara.
Cara Mengecek Apakah BPJS PBI Masih Aktif atau Tidak
Untuk memastikan status kepesertaan, peserta BPJS PBI dapat melakukan pengecekan melalui beberapa cara berikut.
1. Cek Lewat Aplikasi Mobile JKN
Aplikasi Mobile JKN menjadi cara paling mudah untuk mengetahui status BPJS PBI.
Langkah-langkahnya:
Berita Terkait
-
Hasil Rapat DPR: Pasien PBI BPJS Tetap Dilayani, Pemerintah Tanggung Biaya Selama 3 Bulan
-
Ketimpangan PBI JKN: 54 Juta Warga Miskin Belum Terdaftar, 15 Juta yang Mampu Masih Terima Subsidi
-
Rieke 'Oneng' Kritik Sengkarut Data PBI BPJS: Di Balik Angka Ada Nyawa Rakyat yang Dipertaruhkan
-
Rp 48,7 Triliun Dana PBI JKN Dipertanyakan, Mensos Akui Banyak Tak Tepat Sasaran
-
Sebut Ada 'Kejutan' di Balik Kisruh BPJS PBI, Menkeu: Jangan Coret 11 Juta Peserta Sekaligus
Terpopuler
- 6 HP Samsung Rp2 Jutaan Terbaik: Kamera Tajam, NFC hingga Koneksi 5G
- 7 Lukisan Pembawa Hoki Menurut Feng Shui untuk Dipajang di Ruang Tamu
- 3 HP Infinix Memori 256 GB dan NFC Harga Rp1 Jutaan, Solusi Multitasking hingga Gaming
- 12 Sepeda Gunung United Detroit Lengkap dengan Harga dan Spesifikasinya
- Sepeda Gunung Apa yang Bagus dan Murah? Ini 7 Rekomendasi Terbaik untuk Pemula
Pilihan
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
-
100 Personel Damkar Masih Berjibaku Padamkan Kebakaran Gedung Bapenda DKI
-
Kantor Bapenda DKI Jakarta Dilalap si Jago Merah, Api Semakin Membesar
-
Bocoran Reshuffle Kabinet Agustus: Norman Joesoef Bakal Dilantik Jadi Wamenhan RI
Terkini
-
Polisi Tangkap Enam Perampok Spesialis Nasabah Bank di Jakarta dan Bekasi
-
BRI Siapkan KPR DP 1% Hingga Tenor 30 Tahun untuk Danantara Housing Expo 2026
-
Avanza Seret Vixion di Palembang Ternyata Berawal dari Rencana Buka Warung Kopi
-
Ulasan The Kidnapping Day: Menemukan Makna Keluarga dari Kisah Penculikan
-
5 HP Realme RAM 8 GB Murah Mulai Rp1 Jutaan, Ini Pilihannya
-
BRI Dukung Edukasi Keamanan Transaksi Digital dan Bahaya Modus Penipuan di Situbondo
-
Karhutla Ganggu Kualitas Udara, 934 Kasus ISPA Tercatat di Kayong Utara
-
Pemilik KM Mutiara Sentosa II Diduga Bermasalah, 3 Kali Alami Kecelakaan Kapal
-
Diduga Intimidasi Warga yang Nongkrong, Polresta Solo Amankan 4 Orang
-
Poco C81 Pro Bikin HP Entry-Level Makin Gahar, Bawa Baterai 6000mAh dan Layar 120Hz