Lifestyle / Komunitas
Rabu, 11 Februari 2026 | 06:35 WIB
Sejumlah warga mengarak ingkung dan tumpeng dalam prosesi Upacara Nyadran Punggawa Raja menjelang bulan suci Ramadan di sepanjang Jalan Mataram, Kelurahan Suryatmajan, Kemantren Danurejan, Kota Jogja, Sabtu (18/3/2022). [Muhammad Ilham Baktora / SuaraJogja.id]

Pujian yang umumnya dibacakan saat Sradha, mulai berganti dengan membaca ayat suci Al-Qur’an, dzikir, tahlil maupun doa.

Sehingga menjadi populer dengan istilh nyadran yang dilakukan saat hari ke-10 bulan Rajab atau masuk bulan Syaban.

Walaupun pelaksanaan antar daerah bisa berbeda-beda. Nyadran biasanya dilaksanakan pada bulan Ruwah (menurut kalender Jawa) yang bertujuan menyambut datangnya bulan Ramadan penuh berkah.

Tata Cara Nyadran

Melansir dari informasi yang sama pada paragraf sebelumnya, tradisi nyadran terdiri berbagai kegiatan. Pelaksanaannya tergantung wilayah maupun adat masyarakat setempat.

Namun, tata cara maupun prosesi secara umum sebagai berikut:

  • Bersik

Kegiatan yang dilakukan berupa membersihkan makam leluhur dari rerumputan maupun kotoran secara gotong royong.

  • Kirab

Umumnya berupa arak-arakan peserta nyadran menuju ke lokasi upacara adat yang telah ditentukan.

  • Ikrar

Aktivitas berisikan penyampaian maksud dari terlaksananya upacara Nyadran yang dilakukan Pemangku Adat.

  • Doa

Acaranya lebih mengarah pada pembacaan doa bersama yang dipimpin Pemangku Adat.

Baca Juga: 30 Link Download Poster Ramadan 2026 Gratis, Cocok untuk Media Sosial hingga Spanduk Masjid

  • Tasyakuran

Kegiatan ini berupa pelaksanaan prosesi makan bersama yang bisa diikuti oleh seluruh lapisan masyarakat. Sebagai wujud rasa syukur dan menjalin keakraban antar warga.

Pelestarian Budaya Sekaligus Nilai Sosial Masyarakat

Waktu semakin berlalu, nyadran bukan sekedar proses ritual keagamaan. Namun, terselip nilai-nilai budaya serta sosial dalam masyarakat.

Dengan adanya tradisi tersebut semakin mempererat tali persaudaraan dengan gotong royong dan kebersamaan.

Sebagai warisan turun-temurun, tradisi nyadran sebagai salah satu bentuk kearifan lokal yang tetap lestari dan mengakar, meskipun berada di era modern seperti sekarang.

Kontributor : Damayanti Kahyangan

Load More