Suara.com - Setiap tahun, banyak orang bertanya-tanya, apakah tanggal Imlek selalu sama? Mengingat dalam kalender Masehi, tanggal Imlek cenderung berubah setiap tahunnya.
Tahun Baru Imlek memang tidak memiliki tanggal tetap seperti 1 Januari, sehingga sering membuat orang perlu mengecek ulang kapan tepatnya perayaan dimulai.
Perbedaan tanggal ini bukanlah kebetulan. Imlek ditentukan berdasarkan kalender lunisolar Tiongkok yang mengikuti pergerakan bulan dan matahari.
Lalu sebenarnya, bagaimana sistem penentuan tanggal Imlek? Berikut penjelasan lengkapnya.
Apakah Tanggal Imlek Selalu Sama?
Tanggal Imlek tidak selalu sama jika dilihat dari kalender Masehi (Gregorian). Perayaan Tahun Baru Imlek biasanya jatuh di antara 21 Januari hingga 20 Februari, tetapi tanggal pastinya bisa berbeda setiap tahun.
Hal ini terjadi karena Imlek mengikuti kalender lunisolar Tiongkok, yaitu sistem kalender yang menggabungkan perhitungan fase bulan dan posisi matahari.
Berbeda dengan kalender Gregorian yang berbasis peredaran matahari, kalender lunisolar memulai setiap bulan saat bulan baru muncul.
Secara astronomi, Tahun Baru Imlek ditetapkan pada bulan baru kedua setelah titik balik matahari musim dingin (winter solstice) di Belahan Bumi Utara.
Baca Juga: Cuti Bersama Imlek 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwalnya!
Itulah sebabnya tanggalnya tidak pernah tetap dalam kalender Masehi, tetapi tetap berada dalam rentang akhir Januari hingga pertengahan Februari.
Sebagai contoh, pada tahun 2025 Imlek jatuh pada 29 Januari, sementara pada tahun 2026 bergeser menjadi 17 Februari. Pergeseran ini merupakan bagian dari sistem perhitungan yang sudah digunakan selama ribuan tahun dan tetap konsisten hingga sekarang.
Mengapa Tanggal Imlek Berubah Setiap Tahun?
Alasan utama perubahan tanggal Imlek terletak pada perbedaan jumlah hari antara kalender lunar dan kalender matahari.
Dalam kalender lunar berlaku ketentuan berikut:
- Satu bulan berlangsung sekitar 29-30 hari
- Dalam setahun terdapat 12 bulan
- Totalnya sekitar 354 hari
Jumlah tersebut lebih pendek sekitar 11 hari dibandingkan tahun matahari yang berjumlah 365 hari. Jika tidak disesuaikan, kalender lunar akan terus bergeser menjauhi musim.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Local Media Community Gandeng Google Dukung Penguatan Ekosistem Media Lokal
-
Tegas! Menkeu Purbaya Ungkap Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di 2027
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?