- Detektif Jubun memaknai Imlek sebagai momentum refleksi tahunan untuk mengevaluasi integritas diri dan menata ulang prioritas hidup.
- Tradisi Imlek bagi Jubun mencakup pembersihan rumah sebagai simbol membuang hal buruk dan menyambut lembaran baru.
- Perayaan Imlek di Indonesia mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman dalam konteks masyarakat yang majemuk.
Suara.com - Bagi banyak keluarga Tionghoa di Indonesia, Imlek identik dengan rumah yang dibersihkan menyeluruh, aroma hidangan khas yang menguar dari dapur, dan meja makan panjang yang dipenuhi tawa serta doa. Bagi Detektif Jubun, suasana itu bukan sekadar tradisi—melainkan fondasi nilai hidup yang ia pegang hingga hari ini.
Ia masih mengingat jelas masa kecilnya. Beberapa hari sebelum Imlek, seluruh anggota keluarga turun tangan membersihkan rumah. Tidak ada sudut yang terlewat. Namun bagi orang tuanya, itu bukan hanya soal kebersihan.
“Itu simbol membuang hal-hal lama yang kurang baik,” kenangnya. “Dan menyambut yang baru dengan hati yang bersih.”
Malam pergantian tahun menjadi momen paling ditunggu. Seluruh keluarga besar berkumpul, makan bersama, saling mendoakan. Bagi Jubun kecil, kebahagiaan bukan terletak pada angpao, melainkan pada kehadiran.
“Dulu yang terasa spesial itu kebersamaannya. Semua pulang, semua hadir,” ujarnya.
Dari Perayaan ke Perjalanan Reflektif
Kini, setelah lebih dari 17 tahun berkarier sebagai detektif swasta dan mendirikan Aman Sentosa Investigation Agency (ASIA), Jubun memaknai Imlek dengan kedalaman berbeda. Ia tak lagi hanya melihatnya sebagai perayaan, tetapi sebagai momentum pembaruan diri.
Sebagai seorang detektif yang sehari-hari bergelut dengan kebenaran, rahasia, dan kepercayaan klien, ia memahami betul arti integritas. Dan setiap Imlek, ia menggunakan momen itu untuk mengevaluasi dirinya—baik sebagai profesional maupun sebagai kepala keluarga.
“Imlek bagi saya adalah waktu untuk menata ulang prioritas: iman, keluarga, dan integritas,” katanya.
Baca Juga: Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta
Dalam keluarganya, persiapan Imlek tak hanya soal membersihkan rumah atau menyiapkan hidangan khas. Ada waktu khusus untuk refleksi dan doa. Menurutnya, membersihkan rumah tanpa membersihkan hati terasa kurang lengkap.
“Kita siapkan bukan hanya yang terlihat, tapi juga yang tidak terlihat—relasi, sikap, dan cara kita menjalani hidup.”
Tradisi yang Dijaga, Nilai yang Diteruskan
Meski zaman berubah, beberapa tradisi tetap ia pertahankan. Makan bersama keluarga besar masih menjadi inti perayaan. Ia ingin anak-anaknya merasakan hangatnya kebersamaan seperti yang dulu ia alami.
Ia juga menekankan pentingnya menghormati orang tua dan menjaga silaturahmi. Baginya, tradisi boleh berkembang, tetapi nilai dasarnya tidak boleh hilang.
“Imlek bukan sekadar soal kemeriahan atau angpao. Ini tentang keluarga, harapan baru, kerja keras, dan rasa syukur,” tegasnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Demi Ketenangan Almarhum, Orang Tua Affan Kurniawan Mohon Tak Ada Peringatan Setahun Kematian
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- 12 Ikan Hias Pembawa Keberuntungan Menurut Feng Shui, Cocok untuk Akuarium di Rumah
- Jelang FIFA ASEAN Cup 2026, Kevin Diks Tegas Sistem Empat Bek Lebih Cocok
- Mau Terlihat Lebih Muda? Ini 5 Pilihan Warna Lipstik yang Bisa Dicoba
Pilihan
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
-
Info Terbaru Gempa NTT: 15 Warga Manggarai Tewas, 280 Bangunan Jadi Puing
-
5 Bandara Rusak Diguncang Gempa NTT, Landasan Pacu Sampai Retak
-
Pesona Masjid Pancasila Kediri: Sederhana di Luar, Bikin Pangling di Dalam
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
Terkini
-
Sambut HUT Ke-81 RI, BRI Hadirkan Promo Kuliner, Liburan, hingga Hiburan
-
Warna Baju yang Bawa Energi Positif Chi untuk Tarik Keberuntungan
-
HUT RI ke-81: Dari Antusiasme Warga hingga Persiapan di Istana
-
Rumah ASN PUPR dan Anggota DPRD Digeledah, KPK Temukan Bukti Kasus Suap Rejang Lebong
-
Ancaman El Nino Super Paruh Kedua 2026, Guru Besar IPB Ingatkan Potensi Anjloknya Produksi Pangan
-
10 Manfaat Spiritual Membaca Doa Shalat Dhuha Setiap Hari
-
Epson Hidupkan Pengalaman Visual di Live Showcase Naura Ayu lewat Projection Mapping
-
HUT ke-81 RI Makin Meriah dengan Promo Spesial BRI
-
Usut Korupsi Rp35,7 M, KPK Bedah Keuangan KSO Pembangun Gedung Pemkab Lamongan
-
Dukung Suasana Kegiatan Resmi, Pemprov Sulsel Jelaskan Alokasi Anggaran Sewa Tanaman Hidup