Lifestyle / Male
Sabtu, 14 Februari 2026 | 21:32 WIB
Makna Imlek bagi Detektif Jubun. (Dok. Ist)
Baca 10 detik
  • Detektif Jubun memaknai Imlek sebagai momentum refleksi tahunan untuk mengevaluasi integritas diri dan menata ulang prioritas hidup.
  • Tradisi Imlek bagi Jubun mencakup pembersihan rumah sebagai simbol membuang hal buruk dan menyambut lembaran baru.
  • Perayaan Imlek di Indonesia mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman dalam konteks masyarakat yang majemuk.

Imlek dalam Masyarakat Majemuk

Jubun melihat Imlek sebagai tradisi budaya Tionghoa yang memiliki akar sejarah panjang. Ia lahir dari peradaban dan kebudayaan, bukan semata-mata doktrin agama tertentu. Karena itu, ia percaya Imlek memiliki pesan yang universal.

Di Indonesia yang majemuk, perayaan ini justru mencerminkan semangat toleransi dan keberagaman. Nuansa kebersamaan lintas budaya terasa begitu khas.

“Di sini kita merayakan dalam konteks masyarakat yang beragam. Itu yang membuat Imlek di Indonesia punya warna tersendiri,” ujarnya.

Ia juga ingin meluruskan persepsi bahwa Imlek identik dengan satu keyakinan tertentu. Menurutnya, masyarakat Tionghoa sendiri memiliki latar belakang yang beragam, dan esensi Imlek tetap sama: pembaruan dan harapan.

Kompas di Tengah Dinamika

Dalam pekerjaannya, Jubun sering berhadapan dengan sisi gelap kehidupan—perselingkuhan, penipuan, hingga kasus orang hilang. Namun setiap tahun baru Imlek tiba, ia diingatkan untuk kembali ke nilai dasar: kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian pada keluarga.

Di tengah dinamika dunia yang tak selalu sederhana, Imlek menjadi kompas batin baginya.

Sebab pada akhirnya, bagi Detektif Jubun, Imlek bukan hanya tentang menyambut tahun baru. Ia adalah momen untuk menata hati, memperkuat integritas, dan memastikan bahwa langkah ke depan selalu dimulai dari rumah—dan dari hati yang bersih.

Baca Juga: Sambut Tahun Kuda Api, Pedagang Ornamen Imlek di Glodok Raup Omzet Belasan Juta

Load More