- Solusi perlindungan jiwa syariah jangka panjang untuk kebutuhan dana global.
- Santunan meninggal dunia bisa naik hingga 50% guna mengimbangi dampak inflasi.
- Solusi hadapi fluktuasi kurs rupiah dan menjaga warisan lintas generasi.
Suara.com - Dinamika ekonomi global dan fluktuasi nilai tukar rupiah yang kian dinamis memicu kebutuhan masyarakat akan instrumen perlindungan keuangan yang lebih stabil.
Menjawab tantangan tersebut, PT Prudential Sharia Life Assurance (Prudential Syariah) resmi meluncurkan PRUHeritage Syariah Essential Plan USD.
Produk ini dirancang sebagai solusi perlindungan jiwa syariah jangka panjang dalam mata uang dolar AS (USD). Kehadirannya bertujuan membantu keluarga Indonesia mengamankan aset lintas generasi sekaligus memitigasi risiko inflasi melalui manfaat Santunan Meninggal Dunia yang dapat meningkat.
Kebutuhan akan proteksi berbasis USD kini menjadi relevan mengingat gaya hidup keluarga modern yang kian global, mulai dari biaya pendidikan anak di luar negeri hingga layanan kesehatan internasional. Data Bank for International Settlements (BIS) 2025 bahkan mencatat lebih dari 80% transaksi perdagangan dunia masih menggunakan dolar AS.
Di dalam negeri, tekanan kurs pun nyata terasa. Berdasarkan data Bank Indonesia, jika pada Januari 2024 posisi USD berada di kisaran Rp15.904, memasuki Januari 2026 angkanya bergerak di rentang Rp16.100 hingga Rp16.800.
"Perencanaan keuangan hari ini tidak lagi terbatas pada satu generasi atau satu negara. Keluarga Indonesia membutuhkan strategi untuk menjaga kesinambungan nilai kekayaan dari waktu ke waktu maupun antisipasi terhadap inflasi," ujar Iskandar Ezzahuddin, President Director Prudential Syariah, dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
PRUHeritage Syariah Essential Plan USD melengkapi varian rupiah yang telah ada sebelumnya. Produk ini menawarkan skema proteksi hingga usia 100 tahun (whole life protection) dengan kepastian kontribusi tetap selama masa pembayaran.
Satu fitur unggulan yang ditawarkan adalah Booster Proteksi. Melalui fitur ini, Santunan Meninggal Dunia dapat meningkat hingga 50%, yang dibayarkan pada awal tahun polis ke-6 dan ke-11 (masing-masing sebesar 25% dari santunan awal).
"Proteksi bukan hanya tentang mitigasi risiko, tetapi tentang memastikan aset yang dibangun hari ini dapat diwariskan dengan utuh dan bermakna tanpa meninggalkan prinsip syariah," tambah Iskandar.
Baca Juga: IFG Life dan Mandiri Inhealth Bayar Klaim Rp 10,7 Triliun Sepanjang 2025
Dengan prinsip ta’awun (tolong-menolong), produk ini tidak hanya memberikan ketahanan finansial secara personal, tetapi juga membawa nilai keberkahan bagi antarpeserta dalam menghadapi risiko di masa depan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Asal-usul Kenapa Semua Pejabat hingga Diplomat Iran Tak Pakai Dasi
- 5 HP Infinix Kamera Beresolusi Tinggi Terbaru 2026 dengan Harga Murah
- 7 Rekomendasi Parfum Lokal Tahan Lama dengan Wangi Musky
- 7 Bedak Wardah yang Tahan Lama Seharian, Makeup Flawless dari Pagi sampai Malam
- Nyanyi Sambil Rebahan di Aspal, Aksi Ekstrem Pinkan Mambo Cari Nafkah Jadi Omongan
Pilihan
-
Diperiksa Kasus Penggelapan Rp2,4 Triliun, Apa Peran Dude Harlino dan Istri di PT DSI?
-
Diguncang Gempa M 7,6, Plafon Gereja Paroki Rumengkor Ambruk Jelang Ibadah Kamis Putih
-
Isak Tangis Pecah di Kulon Progo, Istri Praka Farizal Romadhon Tiba di Rumah Duka
-
Bareskrim Periksa Pasangan Artis Dude Herlino-Alyssa Terkait Skandal Kasus PT DSI Rp2,4 Triliun
-
BREAKING NEWS: Peringatan Dini Tsunami 3, BMKG Minta Evakuasi Warga
Terkini
-
Pertamina dan POSCO International Jajaki Kerja Sama Pengembangan Teknologi Rendah Karbon
-
Update Harga BBM SPBU Shell, BP dan Vivo saat Minyak Dunia Lewati USD 100 per Barel
-
Indonesia-Korsel Teken 10 MoU Senilai Rp 173 Triliun, Kerja Sama AI hingga Energi Bersih
-
IHSG Terus-terusan Anjlok, OJK Salahkan Sentimen Negatif Global
-
Penyebab Rupiah Melemah Tembus Rp17.002 per Dolar AS Hari Ini
-
Profil PT PP Presisi Tbk (PPRE): Anak Usaha BUMN, Siapa Saja Pemegang Sahamnya?
-
RI Masuk 3 Besar Dunia Peminat Aset Kripto Riil, OSL Rilis 'Tabungan' Emas Digital
-
Pasar Semen Domestik Lesu, SMGR Putar Otak Jualan ke Luar Negeri
-
Dilema Selat Hormuz: DEN Minta Warga Tenang, Stok BBM Nasional Masih Terjaga
-
Impor Mobil Pikap Tembus Rp 975,5 Miliar di Januari-Februari 2026, Buat Kopdes Merah Putih?