Lifestyle / Food & Travel
Sabtu, 21 Februari 2026 | 13:00 WIB
Ilustrasi sahur minum teh bersama keluarga (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Kafein teh rendah, aman jika tak berlebihan. 
  • Gula memicu lonjakan gula darah penyebab dehidrasi. 
  • Pilih teh tawar, hindari teh manis saat sahur. 

Suara.com - Sahur adalah waktu krusial di bulan Ramadan. Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh saat sahur akan menjadi "bahan bakar" andalan untuk beraktivitas seharian penuh. Oleh karena itu, pemilihan menu sahur sangatlah penting.

Di Indonesia, minum teh hangat saat sahur seolah sudah menjadi tradisi turun-temurun. Namun, belakangan sering muncul anjuran untuk menghindari teh karena konon bisa bikin tubuh cepat haus saat puasa.

Lantas, benarkah minum teh saat sahur bikin cepat haus seperti yang diyakini banyak orang? Ternyata jawabannya tidak sesederhana itu. Ada fakta medis menarik di baliknya. Yuk, simak penjelasan lengkapnya!

Fakta Kafein dalam Teh, Benarkah Bikin Dehidrasi?

Banyak orang menyalahkan teh karena kandungan kafein di dalamnya. Memang benar, kafein memiliki sifat diuretik, yaitu zat yang memicu ginjal untuk memproduksi lebih banyak urine, sehingga frekuensi buang air kecil meningkat. Sering buang air kecil inilah yang memicu hilangnya cairan dan natrium dalam tubuh, berujung pada rasa haus berlebih.

Namun, tunggu dulu! Jangan langsung memusuhi teh. Mengapa? Karena kandungan kafein dalam secangkir teh sebenarnya tergolong sangat rendah.

Rata-rata secangkir teh (sekitar 240 ml) hanya mengandung 14 hingga 60 miligram kafein. Sementara itu, efek diuretik yang signifikan hingga membuat dehidrasi baru akan terjadi jika kamu mengonsumsi sekitar 500 miligram kafein sekaligus.

Artinya, kamu baru akan merasakan efek haus parah jika meminum 6 hingga 13 cangkir teh saat sahur! Jadi, kalau kamu hanya minum segelas teh dengan porsi wajar saat sahur, efek dehidrasinya bisa dikatakan hampir tidak ada.

Ternyata, Ini "Biang Kerok" Utamanya: Teh Manis

Baca Juga: Ngopi saat Sahur, Efektifkah untuk Menjaga Energi Selama Puasa?

Ilustrasi teh bikin cepat haus (Gemini AI)

Jika teh dalam batas wajar tidak bikin haus, lalu dari mana datangnya rasa haus tersebut? Jawabannya ada pada kebiasaan orang Indonesia: menambahkan banyak gula.

Faktor utama yang membuatmu cepat haus usai minum teh saat sahur bukanlah tehnya, melainkan rasa manisnya. Caroline Apovian, MD., seorang profesor di Departemen Endokrinologi, Diabetes, dan Nutrisi di Boston University School of Medicine, menjelaskan bagaimana gula bekerja memicu rasa haus.

Ketika kamu mengonsumsi teh manis, tubuh akan mengalami lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba. Partikel gula yang masuk ke dalam aliran darah akan merusak keseimbangan cairan di dalam tubuh. Untuk menyeimbangkannya kembali, sel-sel tubuh terpaksa melepaskan kandungan air mereka ke dalam aliran darah.

Akibatnya, sel-sel tubuh mengalami "kekeringan" dan langsung mengirimkan sinyal darurat ke otak bahwa mereka membutuhkan air. Inilah yang membuat otak memerintahkan tubuh untuk merasa sangat haus.

Hebatnya, proses penyerapan glukosa oleh usus ke dalam darah ini terjadi dengan sangat cepat. Kamu bahkan bisa mulai merasa haus hanya dalam waktu 5 hingga 10 menit setelah menenggak segelas teh manis!

Boleh Tidak Minum Teh Saat Sahur?

Jawabannya adalah boleh, asalkan kamu tahu aturannya.

Jika kamu memang pencinta teh dan ingin menjadikannya menu pendamping sahur, sangat disarankan untuk mengonsumsi teh tawar hangat dalam porsi yang cukup (satu gelas).

Teh tawar tidak akan memicu lonjakan gula darah dan kandungan airnya tetap bisa menghidrasi tubuhmu.

Sebaliknya, hindari es teh manis atau teh panas dengan gula berlebih jika kamu tidak ingin tenggorokan terasa kering kerontang di siang hari saat berpuasa.

Jangan lupa juga untuk selalu memprioritaskan konsumsi air putih yang cukup saat sahur agar kebutuhan hidrasi tubuh benar-benar terpenuhi secara optimal.

Selamat menjalankan ibadah puasa dengan sehat dan bugar!

Load More