Suara.com - Di dunia bisnis Asia, nama Mochtar Riady menjadi salah satu tokoh legendaris yang telah membangun kerajaan usaha dari Indonesia hingga mancanegara. Sebagai pendiri Lippo Group, ia dikenal luas mengenai kiprahnya di berbagai sektor seperti properti, perbankan, kesehatan, dan ritel.
Baru-baru ini, perhatian global tertuju ke langkah strategis pihaknya bersama unit properti di Singapura yang tengah menjajaki opsi penjualan salah satu gedung tertinggi di negara tersebut, One Raffles Place yang merupakan sebuah ikon di kawasan perkantoran pusat kota Singapura.
Siapa Itu Mochtar Riady?
Mochtar Riady, lahir dengan nama Lie Mo Tie pada 12 Mei 1929 di Malang, Jawa Timur, adalah salah satu konglomerat paling berpengaruh dari Indonesia.
Ia memulai perjalanan bisnisnya sejak muda dan kemudian mendirikan Lippo Group, yang tumbuh menjadi konglomerat multinasional dengan beragam lini usaha.
Lippo Group sendiri berkembang pesat sejak era 1950-an, berkecimpung di sektor properti, media, pendidikan, pangan, perbankan, dan perawatan kesehatan.
Di bawah kepemimpinannya, kelompok usaha ini tidak hanya mendominasi pasar domestik, tetapi juga memperluas jangkauan ke kawasan Asia dan internasional.
Kekayaan Mochtar Riady dan Lippo Group
Mochtar Riady dikenal sebagai salah satu orang terkaya di Indonesia dan Asia Tenggara.
Baca Juga: Sirkus Tradisional dalam Wajah Modern: Keajaiban Kooza yang Tak Terlupakan
Menurut laporan terakhir dari media dan pengukuran kekayaan global, total aset serta nilai kekayaannya bersama keluarga mencapai sekitar USD 2,25 – 2,6 miliar (setara puluhan triliun rupiah), yang menempatkan dirinya dalam daftar tokoh terkaya di Indonesia dan dunia.
Sumber kekayaannya berasal dari:
- Kepemilikan dan operasi bisnis di Lippo Group
- Investasi properti di dalam dan luar negeri
- Unit usaha di sektor finansial, seperti perbankan dan REIT (Real Estate Investment Trust)
Meski usianya sudah sangat lanjut, peran pengambilan keputusan operasional kini lebih banyak dipegang oleh generasi kedua, yakni anak-anaknya seperti Stephen Riady, terutama di unit properti yang berbasis di Singapura.
One Raffles Place: Gedung Ikonik yang Akan Dijual
One Raffles Place adalah salah satu gedung pencakar langit paling menonjol di kawasan Central Business District (CBD) Singapura. Kompleks ini terdiri dari:
- Menara perkantoran 62 lantai
- Menara tambahan 38 lantai
- Podium tiga lantai untuk ruang ritel
Total luas termasuk lebih dari 65.000 m² ruang komersial premium.
Pada Februari 2026, OUE Commercial REIT, unit properti yang dikelola oleh keluarga Riady melalui OUE Ltd, resmi mengumumkan bahwa mereka tengah menjajaki potensi penjualan One Raffles Place. Langkah ini dilakukan dengan menunjuk konsultan properti global seperti CBRE dan JLL untuk menilai minat pasar dan kemungkinan pembeli terhadap gedung tersebut.
Nilai keseluruhan aset ini diperkirakan mencapai sekitar SGD 2,4 miliar (sekitar USD 1,9 miliar), menjadikannya salah satu transaksi properti komersial terbesar di kawasan Singapura jika terealisasi.
Namun, manajemen REIT menegaskan bahwa proses ini masih dalam tahap awal untuk “mengukur minat pasar” dan belum ada jaminan transaksi akan terjadi.
Adanya rencana ini bukan semata karena kebutuhan likuiditas, melainkan juga strategi portofolio dalam menanggapi perubahan permintaan investor terhadap properti grade A di kawasan CBD Singapura.
Permintaan terhadap ruang kantor premium tetap kuat, membuat waktu ini dinilai tepat untuk menjajaki potensi transaksi tersebut.
Mochtar Riady bukan hanya ikon dalam dunia bisnis Indonesia, tapi ia juga merupakan figur penting dalam pengembangan properti internasional melalui Lippo Group dan unit usaha seperti OUE REIT di Singapura.
Dengan kekayaan yang mencapai miliaran dolar dan portofolio properti strategis, termasuk One Raffles Place, langkah keluarga Mochtar Riady untuk menjajaki penjualan gedung ini menunjukkan strategi yang matang dalam menghadapi dinamika pasar global di sektor properti.
Kontributor : Rishna Maulina Pratama
Berita Terkait
Terpopuler
- Pemerintah Tutup Ruang Pembentukan Provinsi Luwu Raya, Kemendagri: Ikuti Moratorium!
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Cerita Eks Real Madrid Masuk Islam di Ramadan 2026, Langsung Bersimpuh ke Baitullah
- Desa di Kebumen Ini Ubah Limbah Jadi Rupiah
- Sosok Arya Iwantoro Suami Dwi Sasetyaningtyas, Alumni LPDP Diduga Langgar Aturan Pengabdian
Pilihan
-
22 Tanya Jawab Penjelasan Pemerintah soal Deal Dagang RI-AS: Tarif, Baju Bekas, hingga Miras
-
Zinedine Zidane Comeback! Sepakat Latih Timnas Prancis Usai Piala Dunia 2026
-
Warga Sambeng Borobudur Pasang 200 Spanduk, Menolak Penambangan Tanah Urug
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
Terkini
-
Silsilah Keluarga Arya Iwantoro, Suami Dwi Sasetyaningtyas Langgar LPDP?
-
Tak Sekadar Detoks, Sauna Komunal Ubah Cara Orang Menikmati Wellness di Bali
-
5 Resep Sahur Sehat Anti Lemas agar Puasa Tetap Berenergi Seharian
-
Puasa Setengah Hari Apakah Sah? Ini Penjelasan Berdasarkan Al-Quran dan Hadis
-
Tata Cara Salat Tarawih Sendiri di Rumah yang Benar, Ini Keutamaannya
-
Resep Praktis Gehu Pedas Ala Chef Devina Hermawan untuk Takjil Ramadan
-
Tips Atur Jam Tidur saat Ramadan: Istirahat Tetap Cukup tanpa Skip Sahur
-
Mandi Junub Dulu atau Sahur Dulu? Simak Hukum dan Urutan Terbaiknya Menurut Syariat
-
Viral Influencer Sebut Sahur Ganggu Jam Tidur, Ini Keutamaannya dalam Islam
-
Niat Tarawih Sendiri di Rumah: Hukum, Bacaan, dan Tata Caranya