- Selandia Baru atau New Zealand terus menjadi magnet bagi profesional dunia, termasuk dari Indonesia, yang mendambakan keseimbangan kualitas hidup dan karier yang mapan.
- Andy Saputra, seorang konten kreator Indonesia yang telah membangun kehidupan di Auckland sejak 2013, menginisiasi webinar eksklusif bertajuk “Unlocking New Zealand Skilled Migrant Pathways 2026”.
- Andy ingin memberikan pemahaman yang lebih sistematis mengenai mekanisme Skilled Migrant Category, terutama karena adanya sejumlah perubahan kebijakan yang akan mulai berlaku pada 2026.
Suara.com - Selandia Baru atau New Zealand terus menjadi magnet bagi profesional dunia, termasuk dari Indonesia, yang mendambakan keseimbangan kualitas hidup dan karier yang mapan. Namun, memasuki tahun 2026, terdapat berbagai pembaruan regulasi imigrasi yang menuntut pemahaman mendalam bagi siapa pun yang ingin menetap secara permanen.
Menanggapi kebutuhan informasi tersebut, Andy Saputra, seorang konten kreator Indonesia yang telah membangun kehidupan di Auckland sejak 2013, menginisiasi webinar eksklusif bertajuk Unlocking New Zealand Skilled Migrant Pathways 2026. Melalui inisiatif ini, Andy berupaya memastikan calon migran Indonesia memiliki peta yang akurat untuk menembus ketatnya persaingan Skilled Migrant Category (SMC).
Bagi komunitas Indonesia yang tertarik pada isu migrasi, nama Andy Saputra sudah tidak asing lagi. Ia adalah YouTuber dan edukator digital yang secara konsisten membagikan realita kehidupan, studi, dan peluang kerja di New Zealand.
Sejak menetap 13 tahun lalu, Andy telah bertransformasi menjadi jembatan informasi penting. Melalui pendekatan yang jujur dan transparan, ia membantu ribuan pengikutnya memahami bahwa pindah ke luar negeri bukan sekadar soal mimpi, melainkan tentang strategi hukum dan kesiapan kompetensi yang matang.
Menavigasi Aturan Baru Skilled Migrant 2026
Tantangan terbesar bagi calon migran di tahun ini adalah perubahan poin pada Skilled Migrant Category yang mulai diberlakukan pada Agustus 2026.
“Di tahun 2026 ada beberapa perubahan penting pada Skilled Migrant Category yang mulai berlaku pada Agustus. Banyak orang Indonesia masih bingung dengan sistem poin, syarat terbaru, dan strategi aplikasi yang tepat,” ujar Andy Saputra dalam keterangannya.
Ia menjelaskan bahwa webinar ini disusun untuk memberikan gambaran menyeluruh mengenai proses aplikasi, sehingga peserta dapat mempersiapkan diri dengan lebih matang sebelum mengajukan permohonan residensi.
Acara ini akan berlangsung secara daring pada 30 April 2026 pukul 16.00 NZST atau 11.00 WIB melalui platform Zoom.
Baca Juga: Dinyatakan Hilang Misterius, Pak Tam Ditemukan di Mekkah
Dalam sesi tersebut, Andy Saputra akan memandu diskusi bersama dua pembicara yang memiliki latar belakang profesional di bidang imigrasi. Salah satunya adalah Hannah Alcantara, immigration lawyer dari Queen City Law di Auckland yang memiliki pengalaman menangani berbagai kasus visa Skilled Migrant. Ia akan menjelaskan persyaratan terbaru, perubahan regulasi, serta strategi yang dapat membantu calon pelamar menghindari kesalahan dalam proses aplikasi.
Selain itu, Henny Bunardy, Relationship & Business Development Manager, juga akan memberikan penjelasan mengenai tahapan aplikasi, persiapan dokumen, serta estimasi waktu yang diperlukan dalam proses pengajuan visa.
Selama sesi yang berlangsung sekitar 60 hingga 90 menit, peserta akan mendapatkan paparan mengenai berbagai aspek penting dalam jalur Skilled Migrant Category. Materi yang dibahas meliputi persyaratan eligibilitas terbaru, sistem penilaian poin, tahapan pengajuan aplikasi, serta sejumlah kesalahan umum yang sering menyebabkan penolakan.
Webinar ini diproduksi dan didukung oleh Anavrin Media, perusahaan digital media berbasis di New Zealand yang berfokus pada produksi konten, storytelling, serta pengembangan strategi digital.
Selain sebagai penggagas inisiatif konten edukatif, Anavrin Media juga berperan dalam produksi konten digital, pengelolaan platform distribusi informasi, serta pengembangan sistem pendaftaran dan pengalaman pengguna dalam berbagai kegiatan daring yang diselenggarakan.
Melalui kolaborasi ini, Andy Saputra berharap masyarakat Indonesia dapat memperoleh informasi yang lebih jelas dan terstruktur mengenai jalur migrasi profesional ke New Zealand, sehingga dapat mempersiapkan langkah mereka dengan lebih matang.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Serum untuk Mengecilkan Pori-pori, Bikin Kulit Mulus Sesuai Review Pembeli
- Mulai Besok Kendaraan Nunggak Pajak Dilarang Isi BBM Bersubsidi
- 3 Rekomendasi Air Cooler 50 Watt yang Dingin Maksimal dan Suaranya Senyap
- 3 Sepatu Running Brodo Terlaris di Shopee, Lengkap Review dan Harganya
- Durian Musang King dan Black Thorn Jadi Komoditas Baru Andalan Sulsel
Pilihan
-
Resmi! Muktamar NU ke-35 akan Digelar di Ponpes Bahrul Ulum Jombang
-
Babak Belur Emiten Kaesang: Hanya Mampu Bayar Buruh Harian dan Operasikan Satu Pabrik
-
Roy Suryo Menang Praperadilan! Hakim Nyatakan Penangkapan dan Penahanan Tidak Sah
-
Dokumen Kunker Menteri PU ke New York Bocor, Ajak Istri dan Anak Jelang Final Piala Dunia?
-
PHK 1.250 Karyawan Tokopedia Berujung Aksi Buruh ke Kantor TikTok
Terkini
-
5 Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Bangun Rumah, Nomor 3 Bisa Bikin Biaya Renovasi Membengkak
-
Tidur Sambil Mendengarkan Suara Alam Bikin Lebih Bahagia, Kok Bisa? Ini 5 Alasannya
-
Letak TV yang Ideal di Rumah Menurut Feng Shui, Bikin Suasana Nyaman dan Bawa Hoki
-
Pakai Lotion Apa Biar Kulit Putih? Ini 3 Pilihan Murah yang Dipuji Efektif Bikin Cerah
-
Kulit Kepala Masih Gatal padahal Baru Keramas? Ini 7 Kemungkinan Penyebabnya
-
Tips Menjaga Kacamata Tetap Aman di Tengah Aktivitas Padat dan Mobilitas Tinggi
-
5 Pilihan Sepatu Nike Warna Hitam di Sports Station, Harga Mulai Rp300 Ribuan
-
Berapa Harga Eye Shadow Viva? Ini 4 Pilihan dari Termurah hingga Termahal
-
5 Rekomendasi Sepatu Lokal Terbaik di Indonesia untuk Olahraga dan Gaya Hidup
-
Jeje Govinda Diduga Belum Lulus D3, Kok Bisa Ambil S1 Lewat Jalur RPL?