- Ketua Umum PHRI mendorong industri perhotelan berinovasi pada paket buka puasa Ramadan guna meningkatkan okupansi hotel.
- Jaringan Atria Hotel mengadakan program buka puasa tematik yang memadukan budaya lokal di Gading Serpong, Magelang, dan Malang.
- Inovasi layanan ini menggabungkan kuliner, kolaborasi UMKM, serta hadiah undian untuk menciptakan momen kebersamaan yang berkesan.
Suara.com - Bulan Ramadan selalu membawa perubahan suasana, termasuk dalam cara masyarakat menikmati momen berbuka puasa. Jika dulu identik dengan buka bersama di rumah atau restoran biasa, kini pengalaman iftar di hotel semakin diminati karena menawarkan kombinasi kenyamanan, variasi menu, dan atmosfer yang lebih hangat serta berkesan.
Di tengah tren tersebut, industri perhotelan di Tanah Air turut beradaptasi dengan menghadirkan program Ramadan yang tidak sekadar berfokus pada kuliner, tetapi juga pengalaman kebersamaan yang menyeluruh. Ketua Umum PHRI, Hariyadi B. Sukamdani, sebelumnya juga mendorong pelaku usaha hotel dan restoran untuk mengoptimalkan layanan Ramadan melalui paket buka puasa berkualitas, inovasi produk, hingga kolaborasi dengan UMKM lokal guna meningkatkan daya tarik dan okupansi.
Salah satu jaringan hotel yang menghadirkan pengalaman iftar bernuansa khas adalah Atria Hotel & Residences yang tersebar di Gading Serpong, Malang, dan Magelang. Mengusung sentuhan Javanese yang dipadukan dengan budaya lokal masing-masing kota, rangkaian program Ramadan di jaringan hotel ini dirancang untuk menghadirkan suasana berbuka yang lebih hangat dan bermakna.
Chief Operating Officer Parador Hotels & Resorts, Johannes Hutauruk, menyebut momentum Ramadan hingga Idul Fitri menjadi periode penting yang turut mendorong peningkatan okupansi dan pendapatan sektor Food & Beverage. Oleh karena itu, program Ramadan tidak hanya berfokus pada sajian iftar, tetapi juga pengalaman kebersamaan yang nyaman bagi para tamu.
1. Ragam Rasa di Gading Serpong
Bagi Anda yang berada di area Tangerang dan sekitarnya, Atria Hotel & Residences Gading Serpong menghadirkan "Ragam Rasa Ramadan". Bertempat di Legen Restaurant dan Bianco Sapori D’Italia, para pecinta kuliner akan dimanjakan dengan perjalanan rasa dari Timur hingga ke Barat.
Bayangkan kemeriahan buffet All You Can Eat yang menyajikan rempah autentik Timur Tengah, kelezatan masakan Nusantara, hingga eleganitas hidangan Western. Semuanya disajikan dengan iringan live music religi yang menyejukkan hati. Agar suasana kumpul semakin seru, terdapat program Ramadan Spin Wheel yang menawarkan berbagai hadiah menarik bagi pengunjung yang datang bersama kolega atau keluarga besar.
2. Bernostalgia di Pasar Lawasan, Magelang
Bergeser ke Jawa Tengah, Atria Hotel Magelang membawa narasi yang berbeda dan unik melalui “Pasar Lawasan Ramadan 2026”. Di sini, Anda akan diajak "pulang kampung" ke masa lalu. Transaksi di area UMKM lokal mereka tidak menggunakan uang tunai, melainkan keping kayu—simbol transaksi tempo dulu yang sangat ikonik.
Baca Juga: 5 Inspirasi Menu Buka Puasa Simple Ini Dijamin Enak, Bergizi, dan Bikin Perut Nyaman
Mulai dari Mie Godhog Mbok Mur yang legendaris hingga aneka jenang dan kebab shawarma disajikan bergantian setiap hari agar tamu tak pernah merasa bosan. Menariknya lagi, bagi Anda yang beruntung, Atria Magelang telah menyiapkan hadiah utama berupa ibadah Umrah yang akan diundi di akhir bulan suci.
3. Eleganitas Jawa Modern di Malang
Sementara itu, di Jawa Timur, Atria Hotel Malang mengemas momen ini dalam "Ramadan Festival". Hotel ini menawarkan atmosfer yang sangat intim bagi Anda yang merindukan staycation nyaman di tengah hiruk-pikuk kota.
Melalui paket “Ramadan Stay”, tamu bisa menikmati istirahat berkualitas yang ditutup dengan sesi Iftar Dinner istimewa. Tidak hanya sekadar menginap, Atria Malang juga membagikan kebahagiaan lewat undian hadiah mulai dari voucher menginap hingga unit sepeda motor.
Pengalaman iftar di hotel kini tidak lagi sekadar soal makan malam, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup Ramadan yang mengedepankan quality time. Berbuka di hotel memberi ruang bagi keluarga dan orang terdekat untuk berkumpul tanpa repot menyiapkan hidangan, sekaligus menikmati suasana yang lebih nyaman dan estetik.
Dengan inovasi program, kolaborasi UMKM, hingga konsep kuliner tematik, iftar di hotel semakin berkembang menjadi pengalaman yang menyatukan rasa, tradisi, dan kebersamaan. Lebih dari sekadar menyantap hidangan berbuka, momen ini menjadi ruang untuk mempererat relasi, berbagi cerita, dan merayakan hangatnya Ramadan dalam suasana yang berkelas namun tetap akrab.
Berita Terkait
Terpopuler
- Duduk Perkara Gibran Tipu Malaysia, Anwar Ibrahim Buka Suara Parlemen Bakal Usut
- Siapa Chika Yenalovy? Istri Kasespri Prabowo yang Jejak Digitalnya Misterius
- Harga Sepeda Lipat Entry Level Terbaik Berapa? Ini 5 Rekomendasinya di Tahun 2026
- 3 HP Infinix Murah dengan Fast Charging 33W, Mulai Rp2 Jutaan
- Viral Pemblokiran Rekening Warga di Bank Mandiri, Bagaimana Regulasinya?
Pilihan
-
Rumor Jadi Kutu Loncat ke PSI, Ini Respon Menohok Dedi Mulyadi
-
Tokyo Diguncang Gempa 5,9 M: 37 Orang Terluka, Transportasi Terganggu
-
Jet Tempur Sukhoi TNI AU Tergelincir Nyaris Hantam Jalan Raya di Maros
-
KPK Tangkap Rektor Unsoed Akhmad Sodiq Terkait Dugaan Suap Penerimaan Mahasiswa Baru
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
Terkini
-
Perjalanan Imran di Jalan Sukabumi-Bogor Berakhir Tragis, Alami Kecelakaan vs Mobil Box
-
Bikin Ketar-ketir Menteri, Prabowo Todong Komitmen Proyek Listrik 100 GW
-
Libur Maulid Tetap Kerja, Tak Ada Tanggal Merah bagi Prabowo dan Kabinetnya
-
Call My Agent! Kembali dengan Cast Lama, Tayang di Netflix 10 September
-
5 Lip Liner untuk Bibir Tebal dan Gelap, Ini Triknya Biar Tidak Menor
-
Bukan Sekadar Estetika! Pohon Tabebuya Jadi Senjata DKI Lawan Polusi Udara
-
Garebeg Maulud 2026 Digelar Tertutup, Tradisi Rebutan Gunungan untuk Warga Dihapus
-
Rahasia di Balik Tabebuya Jakarta yang Mekar Saat Cuaca Terik
-
Kekhawatiran Kondisi 1998 Kembali Terjadi, Aktivis 98 Edy Khemod Sudah Tahu Ini Akan Terjadi
-
Dari Blitar untuk NTT, 200 Kilogram Sambel Pecel Dikirim untuk Korban Gempa Bumi