Lifestyle / Komunitas
Kamis, 26 Februari 2026 | 16:20 WIB
Ilustrasi buka puasa. (Freepik)

Suara.com - Bulan Ramadan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam. Selain menahan lapar dan dahaga, umat Muslim juga memperbanyak ibadah, termasuk membaca doa saat berbuka puasa.

Namun, sering muncul pertanyaan: apakah doa buka puasa Ramadan berbeda dengan doa buka puasa sunah? Atau sebenarnya sama saja? Berikut penjelasan lengkapnya, sekaligus bacaan doa buka puasa dalam bahasa Arab, latin, dan artinya.

Secara umum, tidak ada perbedaan khusus antara doa buka puasa Ramadan dan doa buka puasa sunah. Dalam ajaran Islam, tidak ditemukan dalil yang secara tegas membedakan lafaz doa berbuka antara puasa wajib dan puasa sunah.

Artinya, doa yang dibaca ketika berbuka puasa Ramadan juga boleh dibaca ketika berbuka puasa sunah seperti Senin-Kamis, puasa Arafah, puasa Syawal, dan lainnya.

Yang membedakan antara puasa Ramadan dan puasa sunah adalah niat dan hukumnya. Puasa Ramadan hukumnya wajib bagi setiap Muslim yang memenuhi syarat, sedangkan puasa sunah bersifat anjuran.

Namun ketika tiba waktu berbuka, doa yang dianjurkan tetap sama karena esensinya adalah rasa syukur kepada Allah SWT atas nikmat yang diberikan serta kekuatan untuk menyelesaikan ibadah puasa.

Ada dua bacaan doa buka puasa yang populer di Indonesia. Pertama adalah doa yang bersumber dari hadis riwayat Abu Dawud. Doa ini dinilai lebih kuat dasar hadisnya oleh banyak ulama.

Doa pertama:

اللَّهُمَّ إِنِّي لَكَ صُمْتُ وَبِكَ آمَنْتُ وَعَلَيْكَ تَوَكَّلْتُ وَعَلَىٰ رِزْقِكَ أَفْطَرْتُ

Baca Juga: Waktu Pembayaran Zakat Fitrah: Kapan yang Wajib, Makruh, hingga Haram?

Latin:

Allahumma inni laka shumtu wa bika aamantu wa ‘alaika tawakkaltu wa ‘ala rizqika afthartu.

Artinya:

“Ya Allah, karena-Mu aku berpuasa, kepada-Mu aku beriman, kepada-Mu aku bertawakal, dan dengan rezeki-Mu aku berbuka.”

Doa ini sangat familiar di Indonesia dan sering diajarkan sejak kecil. Meskipun demikian, sebagian ulama menyebut bahwa sanad hadisnya memiliki kelemahan, meski tetap boleh diamalkan karena termasuk doa yang baik dan maknanya benar.

Doa kedua yang juga banyak dianjurkan berasal dari hadis yang dinilai lebih sahih:

Load More