Suara.com - Memahami golongan penerima zakat mal menjadi hal penting agar ibadah yang Anda tunaikan tepat sasaran. Zakat mal bukan sekadar kewajiban finansial, tetapi juga bentuk kepedulian sosial yang memiliki aturan jelas dalam syariat.
Zakat mal merupakan zakat harta yang wajib dikeluarkan oleh seorang Muslim atas harta yang dimiliki, seperti emas, uang simpanan, hasil pertanian dan lainnya.
Jumlah zakat mal yang wajib dikeluarkan umumnya adalah 2,5% dari total harta, dengan syarat telah mencapai nisab atau setara 85 gram emas murni dan haul (dimiliki selama satu tahun).
Dengan mengetahui siapa saja yang berhak menerimanya, Anda dapat menyalurkan zakat secara lebih bijak dan bertanggung jawab.
Dalam Islam, golongan penerima zakat telah ditentukan secara khusus. Setiap kelompok memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda, sehingga penyalurannya pun harus disesuaikan. Berikut penjelasan mengenai golongan penerima zakat mal yang perlu Anda pahami, melansir dari laman Baznas.
8 Golongan Penerima Zakat Mal
Dalam Islam, terdapat delapan golongan yang berhak jadi penerima zakat maal berdasarkan QS. At-Taubah ayat 60.
1. Fakir
Fakir adalah orang yang hampir tidak memiliki harta maupun penghasilan untuk memenuhi kebutuhan dasar hidupnya. Kondisinya sangat memprihatinkan karena kebutuhan pokok seperti makan, pakaian, dan tempat tinggal pun sulit terpenuhi.
Dalam konteks golongan penerima zakat mal, fakir menjadi prioritas utama karena tingkat kekurangannya paling berat. Zakat yang Anda berikan dapat membantu memenuhi kebutuhan dasar mereka agar dapat bertahan hidup dengan layak.
2. Miskin
Miskin adalah orang yang memiliki penghasilan, tetapi jumlahnya tidak mencukupi kebutuhan sehari-hari. Mereka masih bekerja atau memiliki sumber pendapatan, namun tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pokok secara memadai.
Golongan ini tetap termasuk dalam daftar penerima zakat mal karena keterbatasan ekonominya. Bantuan zakat dapat membantu menutup kekurangan sehingga kebutuhan dasar mereka bisa terpenuhi.
3. Riqab
Riqab merujuk pada hamba sahaya yang ingin memerdekakan dirinya. Pada masa kini, maknanya sering diperluas menjadi upaya membantu seseorang yang terbelenggu dalam situasi ketidakbebasan atau penindasan.
Sebagai bagian dari golongan penerima zakat mal, riqab menunjukkan bahwa zakat juga bertujuan membebaskan manusia dari keterikatan yang merugikan. Nilai sosialnya sangat kuat karena mendorong terciptanya kebebasan dan martabat manusia.
4. Gharim
Gharim adalah orang yang memiliki utang dan tidak mampu melunasinya. Utang tersebut bukan untuk kepentingan maksiat, melainkan kebutuhan yang dibenarkan seperti biaya hidup atau musibah mendesak.
Dalam daftar penerima zakat mal, gharim berhak menerima bantuan agar terbebas dari tekanan finansial. Dengan demikian, mereka dapat kembali menjalani kehidupan secara lebih stabil dan produktif.
5. Mualaf
Mualaf adalah orang yang baru masuk Islam atau yang perlu dikuatkan hatinya dalam keimanan. Dukungan finansial dapat membantu mereka beradaptasi dengan lingkungan dan keyakinan barunya.
Golongan ini termasuk penerima zakat karena zakat juga memiliki fungsi mempererat persaudaraan dan menguatkan akidah. Bantuan yang Anda berikan dapat menjadi bentuk dukungan moral dan material bagi mereka.
6. Fisabilillah
Fisabilillah berarti orang yang berjuang di jalan Allah. Maknanya luas, mencakup aktivitas dakwah, pendidikan Islam, dan perjuangan yang bertujuan menegakkan nilai kebaikan.
Sebagai salah satu golongan penerima zakat mal, fisabilillah menunjukkan bahwa zakat juga mendukung kepentingan umat secara umum. Penyaluran zakat kepada kelompok ini dapat memperkuat kegiatan sosial dan keagamaan.
7. Ibnu Sabil
Ibnu sabil adalah musafir yang kehabisan bekal dalam perjalanan. Meskipun mungkin memiliki harta di tempat asalnya, ia tidak dapat mengaksesnya saat berada di perjalanan.
Dalam kategori penerima zakat mal, ibnu sabil berhak menerima bantuan agar dapat melanjutkan atau kembali dari perjalanannya dengan aman. Hal ini menunjukkan kepedulian Islam terhadap orang yang berada dalam kondisi darurat sementara.
8. Amil
Amil adalah orang yang bertugas mengelola dan mendistribusikan zakat. Mereka bekerja mengumpulkan, mencatat, dan menyalurkan zakat kepada yang berhak.
Golongan ini termasuk penerima zakat karena mereka menjalankan tugas khusus yang membutuhkan waktu dan tenaga. Bagian zakat yang diberikan kepada amil merupakan bentuk kompensasi atas tanggung jawab tersebut.
Kontributor : Hillary Sekar Pawestri
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Minta Mobil Dinas Rp8,5 M, Intip Harta Kekayaan Gubernur Kaltim Rudy Masud dan Istri
-
Apakah CPNS Dapat THR Lebaran 2026? Begini Aturan Resminya
-
7 Olahraga yang Cocok Dilakukan saat Puasa agar Tetap Bugar
-
Apa Hukumnya Ikut Tarawih tapi Belum Salat Badiyah Isya? Ini Kata Buya Yahya
-
20 Link Beli Amplop Lebaran Unik di Shopee: Harga Murah, Isi Banyak
-
Hotman Paris Desak Status WNI Dwi Sasetyaningtyas LPDP Dicabut, Apa Dampaknya?
-
Mandi Wajib Setelah Subuh Bikin Puasa Tidak Sah? Ternyata Begini Faktanya
-
Panduan Zakat Fitrah Anak: Niat, Tata Cara, Besaran dan Cara Bayarnya
-
7 Fakta Mahasiswi UIN Suska Riau Dibacok Mahasiswa Jelang Skripsi
-
Dwi Sasetyaningtyas Bangga Anak Berpaspor Inggris, Emang Boleh Ortu WNI Pilihkan Anak Jadi WNA?