- Pemkot Jakarta Barat menghentikan pembangunan Rumah Duka dan Krematorium Kalideres karena penolakan masyarakat setempat.
- Wali Kota Iin Mutmainnah memutuskan penundaan proyek hingga seluruh proses perizinan dan UKL-UPL selesai.
- Pembangunan akan dilanjutkan setelah yayasan pengembang melakukan sosialisasi ulang yang lebih transparan kepada warga.
Suara.com - Pemerintah Kota Administrasi (Pemkot) Jakarta Barat resmi menghentikan sementara seluruh proses pembangunan proyek Rumah Duka dan Krematorium di wilayah Kalideres.
Keputusan tersebut diambil sebagai tindak lanjut atas gelombang penolakan dari masyarakat setempat terhadap keberadaan proyek tersebut.
Wali Kota Jakarta Barat, Iin Mutmainnah, memimpin langsung rapat koordinasi yang membahas polemik ini di Kantor Wali Kota Jakarta Barat pada Kamis (26/2/2026).
"Jadi dari hasil rapat ini adalah seluruh proses ditunda sampai semua proses perizinan selesai sesuai dengan ketentuan," jelas Iin, mengutip dari laman resmi Pemkot Jakarta Barat, Sabtu (28/2/2026).
Penghentian ini juga diperkuat dengan surat pemberitahuan dari Suku Dinas Cipta Karya, Tata Ruang, dan Pertanahan (Sudis Citata) Jakarta Barat kepada Direktur Yayasan Rumah Swarga Abadi.
Pihak pengembang diminta segera merampungkan dokumen Upaya Pengelolaan Lingkungan dan Upaya Pemantauan Lingkungan (UKL-UPL) serta Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL).
Iin Mutmainnah juga menekankan pentingnya sosialisasi yang transparan kepada seluruh lapisan masyarakat sebelum pekerjaan pembangunan dilanjutkan kembali.
"Kalau saya dalam porsi sebagai tingkat kota, pemerintah kota, kami berharap apa pun informasi sosialisasi itu tentu harapannya bisa disampaikan kembali ke masyarakat. Mungkin perlu pengulangan kembali sosialisasi juga nggak masalah. Jadi mungkin yang kemarin belum semua hadir, RW-nya bisa juga," ujar Iin.
Pemkot berharap, pihak yayasan melalui sosialisasi ulang bisa memberikan penjelasan secara gamblang mengenai rencana pembangunan tersebut agar tidak memicu keresahan.
Baca Juga: Kronologi Penangkapan Komplotan Curanmor Bersenpi di Jakbar: Polisi Sita Senjata Rakitan
"Jadi, harapannya dari pihak yayasan memberikan sosialisasi yang lebih utuh, lebih jelas kepada semua RW dan komponen yang ada di masyarakat," imbuh Iin.
Sorotan tajam terhadap proyek ini sebelumnya juga datang dari Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana.
Menurut William, penataan ruang di kawasan tersebut sudah bertahun-tahun terkesan campur aduk tanpa perencanaan yang matang.
Kehadiran proyek krematorium itu dinilai berpotensi menambah beban kawasan jika tidak dibarengi dengan penataan ulang tata ruang secara komprehensif.
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Bakal Bertemu Prabowo-Gibran? Djarot Beri Sinyal Megawati Hadiri Peringatan Hari Lahir Pancasila
-
3 Kali ke Prancis dalam 5 Bulan, Elite PDIP Pertanyakan Urgensi Kunjungan Presiden Prabowo
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
-
Prof Uceng: Negara Bukan Takut Film Pesta Babi, Tapi Takut Narasi Alternatif
-
Sebut Film 'Pesta Babi' Aman Secara Hukum, Uceng UGM: Jangan-Jangan Ada Unsur Politik?
-
Ribuan Lansia Jalan Sehat Meriahkan Puncak HLUN 2026 di NTT
-
Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
-
HLUN 2026 Momentum Wujudkan Lansia Tangguh Menuju Indonesia Emas