Ketika harganya melambung, biaya produksi barang dan jasa di seluruh dunia akan ikut naik. Kenaikan akan memicu inflasi global yang sulit dikendalikan.
Negara-negara pengimpor minyak, terutama di Asia seperti China, India, Jepang, dan Korea Selatan, akan menjadi yang paling terdampak karena mayoritas pasokan energi mereka bergantung pada jalur ini.
Kenaikan biaya energi juga akan memukul sektor penerbangan dan logistik.
Harga tiket pesawat dan biaya pengiriman barang (logistik) akan naik tajam, dan pada akhirnya membuat harga kebutuhan pokok di rak-rak supermarket menjadi lebih mahal bagi konsumen.
Lumpuhnya logistik dan kenaikan biaya asuransi
Bahkan jika penutupan tidak bersifat total, ancaman keamanan di Selat Hormuz sudah cukup untuk mengacaukan perdagangan.
Perusahaan asuransi pelayaran akan menaikkan premi asuransi yang meliputi biaya perlindungan hingga berkali-kali lipat bagi kapal yang berani melintas.
Kapal-kapal mau tak mau harus mencari rute alternatif, misalnya melalui Tanjung Harapan di Afrika.
Waktu tempuh akan bertambah sekitar dua minggu dan perdagangan akan tertunda.
Baca Juga: 4 Kapal Pertamina Masih Berada di Timur Tengah, 2 Berada di Area Selat Hormuz
Penundaan ini akan mengganggu rantai pasok global (global supply chain), hingga menyebabkan kelangkaan barang-barang manufaktur hingga komponen elektronik.
Mengancam ketahanan pangan
Ahli geopolitik kepada Wired juga mengkhawatirkan akan adanya krisis pangan ketika Selat Hormuz ditutup aksesnya.
Selat Hormuz tidak hanya dilewati oleh tanker minyak, tetapi juga kapal kargo yang membawa bahan kimia, pupuk, dan biji-bijian.
Gangguan pada distribusi pupuk dan kenaikan biaya bahan bakar untuk mesin pertanian akan menekan produktivitas pangan global.
Negara-negara berkembang yang bergantung pada impor pangan bisa mengalami krisis kelaparan.
Iran ikut rugi?
Meskipun penutupan selat adalah senjata yang ampuh untuk melawan Amerika dan sekutunya, tindakan ini ibarat "pedang bermata dua" bagi Iran.
Ekonomi Iran sendiri sangat bergantung pada ekspor minyak yang juga melewati jalur tersebut.
Menutup selat berarti memutus jalur pendapatan mereka sendiri. Keputusan ini juga bakal merusak hubungan diplomatik Iran dengan negara-negara tetangga di Teluk yang juga menggunakan jalur tersebut.
Kontributor : Armand Ilham
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
Terkini
-
Hari Lahir Pancasila yang ke Berapa Tahun 2026? Ini Sejarah Singkatnya
-
Cushion Merek Apa yang Dijual di Indomaret? Intip Kelebihan Produk dan Harganya
-
Jalan Sunyi Arif Menjaga Harapan Pertanian: Dari Loteng Sempit hingga Panen 7 Kuintal Selada
-
Ribuan Jemaah Gagal Berangkat Umrah, Mengapa Memilih Travel yang Amanah Jadi Kunci?
-
Promo Indomaret Fresh 1-15 Juni 2026: Diskon Susu, Buah, Sayur hingga Tempe Hemat 40%
-
3 Zodiak Diprediksi Mengalami Keajaiban dan Keberuntungan Besar Mulai 1 Juni 2026
-
Berapa Umur Adhisty Zara Sekarang? Resmi Menikah dan Siap Jadi Ibu Muda
-
Berapa Harga Menginap Prabowo di Hotel Four Seasons George V Prancis? Ini Fasilitasnya
-
Siapa Tsaqib? Ini Profil dan Pekerjaan Suami Adhisty Zara
-
Terpopuler: 5 Sunscreen Lokal Hempas Flek Hitam, 4 Shio Paling Beruntung Finansial 1 Juni