Entertainment / Gosip
Senin, 02 Maret 2026 | 08:27 WIB
Juru bicara Prabowo Subianto Dahnil Azhar menyapa wartawan setibanya di kediaman Presiden Terpilih Prabowo Subianto di Jalan Kertanegara, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). [ANTARA FOTO/Muhammad Ramdan/YU]

Suara.com - Menanggapi situasi keamanan di kawasan Timur Tengah yang semakin dinamis dan tidak menentu, pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah mengeluarkan imbauan penting.

Adapun imbauan tersebut berisi tentang peringatan pada para jemaah umrah asal Indonesia yang dijadwalkan berangkat dalam waktu dekat diminta untuk menunda perjalanan mereka ke Tanah Suci hingga kondisi kembali kondusif.

Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak menegaskan bahwa hal ini dilakukan sebagai bentuk antisipasi pemerintah untuk memastikan keselamatan dan perlindungan seluruh warga negara Indonesia di tengah konflik militer di kawasan tersebut.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah yang akan berangkat dalam waktu dekat untuk menunda keberangkatan sementara sampai dengan waktu yang tidak ditentukan,” ujar Dahnil.

“Sampai kondisi sangat kondusif untuk keamanan dan kenyamanan seluruh warga negara Indonesia yang akan menunaikan ibadah di Tanah Suci,” sambung Dahnil.

Lebih lanjut, terkait sejumlah orang Indonesia sedang menunaikan ibadah Umrah di Arab Saudi di tengah konflik antara AS dengan Iran, Dahnil menyarankan jemaah untuk berkoordinasi dengan pihak pemerintah Indonesia di Tanah Suci.

“Untuk jemaah umrah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci untuk terus berkoordinasi dengan kantor urusan haji di Tanah Suci maupun dengan Komjen di Jeddah ataupun dengan pihak-pihak berwenang dari pemerintah Republik Indonesia yang ada di Tanah Suci,” imbaunya.

Dahnil juga menyampaikan bahwa Kementerian Luar Negeri siap memfasilitasi dan memberikan informasi yang cukup maupun perlindungan terhadap jemaah yang sedang menunaikan ibadah di Tanah Suci.

Baca Juga: Momen Haru Penyiar TV Iran Pecah Tangis Umumkan Kematian Ali Khamenei

Pemerintah RI bakal memastikan maskapai penerbangan, pihak hotel dan sebagainya untuk melindungi dan memfasilitasi semua kebutuhan jemaah di Tanah Suci.

“Untuk jemaah yang segera akan kembali ke Tanah Air untuk terus berkomunikasi dengan travel-nya atau apabila menjadi jemaah umrah mandiri juga terus berkoordinasi dengan aparat yang sedang bertugas di Kementerian Luar Negeri maupun Kementerian Haji dan Umrah,” jelas Dahnil.

Ilustrasi Haji

Seperti diketahui, berdasarkan data dari Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj), terdapat sekitar 58.873 jemaah umrah Indonesia yang saat ini masih berada di Arab Saudi.

Direktur Jenderal Bina Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenhaj, Puji Raharjo, mengatakan pemerintah melalui Kementerian Haji dan Umrah, perwakilan Republik Indonesia, serta otoritas terkait terus melakukan pemantauan dan koordinasi secara intensif untuk memastikan kondisi jemaah tetap aman dan terlayani dengan baik.

“Kami mengimbau kepada seluruh jemaah umrah agar tidak panik. Tetap tenang dan terus berkoordinasi dengan Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU) masing-masing untuk memperoleh informasi resmi dan terkini,” ujar Puji Raharjo.

Lebih lanjut, Puji pun menegaskan negara akan memberikan perlindungan dan pendampingan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga keluarga jemaah tidak perlu terpengaruh oleh informasi yang belum jelas sumbernya.

Puji juga mengingatkan agar komunikasi terus dilakukan melalui PPIU masing-masing, sehingga setiap perkembangan diperoleh dari saluran resmi dan dapat dipertanggungjawabkan.

Kontributor : Anistya Yustika

Load More