Lifestyle / Komunitas
Selasa, 03 Maret 2026 | 09:00 WIB
Ilustrasi THR. (Dok: Ist)

Suara.com - Sudahkah Tunjangan Hari Raya (THR) Anda cair?

Bagi banyak orang, momen ini selalu menyenangkan saldo rekening bertambah dan rencana langsung bermunculan, mulai dari membeli baju baru, mengirim hampers, mudik, hingga mentraktir keluarga. Namun kebahagiaan itu sering tidak berlangsung lama. Setelah Lebaran, banyak yang menyadari uangnya habis tanpa terasa, seolah hanya “numpang lewat”.

Masalahnya biasanya bukan jumlah THR yang kurang, melainkan tidak adanya rencana. Padahal THR adalah kesempatan langka: pemasukan tambahan di luar gaji rutin yang bisa memperbaiki kondisi keuangan bila dikelola dengan tepat. Karena itu, penting mengalokasikannya sejak awal agar kondisi finansial tetap sehat setelah Idulfitri.

Agar keuangan tetap stabil setelah hari raya, Anda dapat menerapkan pembagian sederhana berikut:

1. Prioritaskan kewajiban dan berbagi (10–15%)

Sisihkan terlebih dahulu untuk zakat fitrah (setara Rp50.000 per jiwa), sedekah, atau membantu keluarga. Selain menjalankan kewajiban, langkah ini membantu kita lebih bijak mengontrol pengeluaran.

2. Lunasi utang dan cicilan (10–20%)

Paylater atau kartu kredit sering terasa ringan setiap bulan, tetapi bisa menumpuk diam-diam. Menguranginya dengan THR akan membuat kondisi finansial jauh lebih lega setelah Lebaran.

3. Alokasikan kebutuhan Lebaran (40–50%)

Baca Juga: Cara Hitung THR PPPK dan PPPK Paruh Waktu, Ini regulasinya

Mudik, makanan khas, angpao, dan pakaian baru tetap penting karena Lebaran adalah momen kebersamaan. Namun membuat batas anggaran akan mencegah pengeluaran meluas.

4. Amankan dana darurat dan tabungan (10–20%)

Sisihkan sebagian untuk dana darurat atau instrumen likuid seperti emas, tabungan syariah atau Reksa Dana Pasar Uang (RDPU) syariah. Dana ini sangat membantu jika ada kebutuhan mendadak setelah Lebaran.

5. Lengkapi dengan perlindungan keuangan yang amanah

Tabungan melindungi rencana pengeluaran, tetapi risiko besar seperti sakit atau kecelakaan dapat menghabiskan tabungan dengan cepat. Di sinilah perlindungan menjadi bagian dari perencanaan.

Banyak keluarga fokus menabung tetapi lupa bahwa tabungan bisa luluh lantak dalam sekejap ketika menghadapi risiko besar seperti operasi darurat, penyakit kritis, atau kecelakaan yang membutuhkan biaya puluhan bahkan ratusan juta rupiah. Karena itu, melengkapi strategi keuangan dengan perlindungan finansial adalah bentuk ikhtiar yang bijak.

Load More