- KERIS menyatakan tidak ada lokasi di dunia yang sepenuhnya aman jika terjadi konflik global berskala besar.
- Posisi strategis Indonesia sebagai jalur perdagangan vital membuatnya rentan terhadap perhitungan kepentingan geopolitik kekuatan besar.
- Dampak rambatan konflik global terbukti menyebabkan kenaikan harga pangan dan gangguan rantai pasok di dalam negeri.
Gangguan keamanan di jalur ini bukan sekadar masalah regional, melainkan persoalan global. Jika terjadi konflik besar di kawasan Indo-Pasifik, arus logistik bisa terganggu drastis. Dampaknya tidak hanya berupa kelangkaan barang, tetapi juga kenaikan harga komoditas seperti minyak, emas, dan bahan pangan.
Dalam skenario ekstrem, ancaman bukan hanya berupa invasi terbuka, tetapi juga sabotase, perang siber, perang informasi, hingga perang proxy.
Bahkan risiko kegagalan sistem persenjataan atau insiden salah sasaran, seperti jatuhnya serpihan rudal yang melintas tidak bisa sepenuhnya dikesampingkan.
Efek Domino Ekonomi dan Keamanan
Perang dunia tidak hanya soal tembakan dan pergerakan pasukan. Ketidakpastian ekonomi global hampir pasti terjadi. Nilai tukar bisa tertekan, pasar saham bergejolak, harga energi melonjak, dan ketahanan pangan terganggu.
Indonesia, dengan ketergantungan pada perdagangan internasional dan stabilitas kawasan, tentu tidak akan kebal dari efek domino tersebut. Bahkan tanpa keterlibatan langsung, tekanan ekonomi dan keamanan tetap akan terasa di dalam negeri.
Belum lagi ancaman di sektor ruang angkasa yang kini semakin relevan, mengingat ketergantungan sistem komunikasi dan navigasi pada satelit. Konflik yang meluas ke domain ini bisa berdampak pada sistem perbankan, transportasi, hingga pertahanan nasional.
Kenapa Indonesia Disebut Aman?
Lalu, mengapa Indonesia kerap muncul dalam daftar negara aman?
Baca Juga: Benarkah Indonesia Setara Swiss, Aman dari Perang Dunia Ketiga?
Jawabannya biasanya merujuk pada dua hal: tidak memiliki musuh langsung dalam konflik global saat ini dan tidak menjadi basis militer negara besar. Namun, penilaian ini cenderung menyederhanakan realitas geopolitik.
Dalam konflik global, faktor strategis seperti jalur laut, sumber daya alam, dan posisi geografis bisa menjadi pertimbangan utama. Indonesia memiliki ketiganya. Dengan potensi sumber daya yang melimpah dan lokasi yang vital, Indonesia tetap memiliki daya tarik strategis bagi berbagai kepentingan.
Tantangan Bukan Soal Terlibat atau Tidak
Pada akhirnya, pertanyaannya bukan sekadar apakah Indonesia akan terlibat langsung atau tidak dalam Perang Dunia III. Tantangan yang lebih besar adalah sejauh mana Indonesia siap menghadapi konsekuensi strategis, ekonomi, dan keamanan yang hampir pasti muncul.
Lembaga Kajian Pertahanan Strategis menegaskan bahwa tidak ada negara yang benar-benar aman dalam perang global. Menganggap Indonesia sepenuhnya aman justru berpotensi meninabobokan kesiapsiagaan.
Kesadaran bahwa risiko itu nyata menjadi langkah awal untuk memperkuat ketahanan nasional, baik di sektor pertahanan, ekonomi, maupun keamanan siber.
Dalam skenario perang dunia, yang terpenting bukanlah merasa aman, melainkan siap menghadapi kemungkinan terburuk.
Berita Terkait
-
20 Rekomendasi Film dan Serial Perang Iran vs AS-Israel, Ada Homeland
-
40 Anak Tewas di Minab Akibat Serangan: Cerita Warga Iran saat Serangan
-
Benarkah Indonesia Setara Swiss, Aman dari Perang Dunia Ketiga?
-
Kesaksian Warga & Turis Saat Serangan Iran ke UEA: Ini Bukan Dubai
-
Dunia Memanas: Rusia, China, dan Korea Utara Kutuk Serangan AS-Israel ke Teheran
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Febrie Adriansyah Minta Emas 74 Kg dan Uang Ratusan Miliar Segera Dikembalikan
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- Sunscreen Apa yang Bisa Memudarkan Flek Hitam di Wajah? Ini 9 Rekomendasi Terbaiknya
- PJJ Jakarta 18 Agustus 2026 Besok: Berlaku untuk Sekolah Negeri-Swasta, ASN Boleh WFH 50 Persen
Pilihan
-
Geger Sekaten Solo: Keributan Pecah, Adu Dorong hingga Ada yang Dipukul di Bangsal Pagongan
-
Terputus Komunikasi Pasca Gempa, Mahasiswa NTT di Jogja Bergantung Bantuan Warga untuk Bertahan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
Terkini
-
Proyek Danantara Development Management Fund Dipastikan Tak Pakai APBN
-
Pemadaman Karhutla di Habitat Harimau Pelalawan Terkendala Ketebalan Gambut
-
Bursa Kripto CFX Perkuat Komitmen Keberlanjutan Melalui Aksi Pelestarian Laut di Bali
-
Gatot Nurmantyo Wanti-wanti Prabowo! Ancaman Perang Kognitif Bisa Lumpuhkan Pemerintahan
-
Indonesia Peringkat 118 Dunia Saatnya John Herdman Buktikan Garuda Layak Juara FIFA ASEAN Cup
-
AI Makin Canggih, Penipuan Digital dan Deepfake Rugikan Indonesia Rp9,1 Triliun
-
Buronan Dugaan Korupsi Terminal Barang Dumai Ditangkap Kejagung di Aceh
-
Bikin Meleleh, Ini 5 Pasangan Paling Cocok untuk Zodiak Pisces yang Romantis
-
Bye Ketombe! 5 Pilihan Shampoo Bar Ramah Lingkungan yang Bikin Rambut Segar
-
Dirumorkan Balik ke Juventus, Adu Statistik Emil Audero vs Guglielmo Vicario