Suara.com - Ramadan 2026 berlangsung di tengah situasi yang tidak sepenuhnya tenang. Sejumlah wilayah di Sumatera masih berupaya pulih dari bencana hidrometeorologi yang merusak permukiman dan ruang hidup warga. Di tingkat global, konflik kemanusiaan di Palestina juga belum mereda.
Di tengah kondisi tersebut, isu lingkungan kembali menjadi sorotan. Menjaga alam dinilai bukan sekadar pilihan gaya hidup, tetapi bagian dari tanggung jawab moral dan spiritual umat beragama.
Kepala Proyek Ummah for Earth Greenpeace Indonesia, Riska Rahman, mengatakan Ramadan seharusnya menjadi momentum memperkuat hubungan manusia dengan alam (hablum minal ‘alam).
“Menahan diri bukan hanya soal lapar dan haus, tetapi juga menahan sikap berlebih-lebihan yang membebani Bumi,” ujarnya.
Salah satu persoalan yang berulang setiap Ramadan adalah lonjakan sampah makanan. Data Kementerian Lingkungan Hidup menunjukkan volume sampah meningkat rata-rata 10–20 persen selama Ramadan. Sekitar 40 persen di antaranya merupakan sisa makanan.
Kondisi ini dinilai ironis. Di bulan yang identik dengan pengendalian diri, justru terjadi peningkatan konsumsi dan pemborosan pangan. Sampah makanan yang berakhir di tempat pembuangan akhir juga berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca.
Menurut Riska, menekan food waste dapat menjadi bentuk solidaritas sosial sekaligus kepedulian ekologis. Ia mendorong masyarakat untuk mengambil porsi secukupnya saat berbuka, menyimpan sisa makanan dengan baik, membagikannya kepada yang membutuhkan, atau mengolahnya menjadi kompos.
Selain itu, penggunaan plastik sekali pakai untuk takjil juga meningkat selama Ramadan. Greenpeace mengimbau masyarakat beralih ke wadah guna ulang seperti tumbler, kotak makan, atau kemasan alami seperti besek dan daun pisang.
Isu konsumsi juga berlanjut hingga Idul Fitri. Tradisi mengenakan pakaian terbaik saat Lebaran kerap dimaknai sebagai keharusan membeli busana baru. Padahal, menurut Riska, memakai kembali pakaian lama, memperbaiki yang rusak, atau memilih produk preloved dapat menjadi langkah sederhana mengurangi dampak industri fesyen terhadap lingkungan.
Baca Juga: Inflasi Februari 4,76% YoY, Kemenkeu Jamin Harga Pangan Aman di Ramadan-Lebaran
Ramadan, menurutnya, dapat menjadi momentum refleksi tidak hanya secara spiritual, tetapi juga ekologis.
“Ramadan adalah kesempatan membersihkan jiwa sekaligus memperbaiki jejak kita di Bumi. Aksi sederhana yang dilakukan bersama dapat menjadi wujud nyata amanah kita sebagai khalifah,” katanya.
Dengan mengurangi pemborosan makanan dan sampah plastik, Ramadan tidak hanya menjadi ruang penguatan ibadah personal, tetapi juga kontribusi nyata terhadap krisis lingkungan yang sedang dihadapi.
Penulis: Vicka Rumanti
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
1 Ringgit Malaysia Berapa Rupiah? Intip Kurs Terbaru yang Bikin Liburan ke Malaysia Makin Mahal
-
Teks Pidato Resmi Menteri Komunikasi dan Digital untuk Upacara Harkitnas 2026
-
7 Rekomendasi Parfum Pria Tahan Lama di Alfamart yang Wanginya Nagih
-
Teks Doa Hari Kebangkitan Nasional 2026 dan Link Download Lampiran Resminya
-
Aturan Ziarah Hari Kebangkitan Nasional 2026, Ini Jadwal dan Lokasi Resminya
-
Link Download Logo Hari Kebangkitan Nasional 2026 Resmi, Lengkap dengan Tema dan Filosofinya
-
3 Bulan Kelahiran yang akan Dapat Keberuntungan Sebelum Akhir Mei 2026
-
Apa Tema Hari Kebangkitan Nasional 2026? Ini Pedoman Resmi dari Komdigi
-
Tas Tangan Warna Apa yang Membawa Keberuntungan? Ini Tips Buat Cewek-Cewek
-
5 Sepatu Lari Asics Terbaik untuk Easy Run, Tempo hingga Maraton