- Kementerian Keuangan mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 4,76 persen secara tahunan, dipengaruhi kebijakan diskon listrik tahun sebelumnya.
- Inflasi komponen harga diatur pemerintah mencapai 12,66 persen, sementara pangan bergejolak 4,64 persen karena cuaca dan Ramadan.
- Tekanan harga dinilai fundamental terkendali dan diperkirakan kembali normal Maret 2026, dengan fokus menjaga harga pangan Ramadan.
Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan kalau inflasi Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen secara year on year (YoY) atau periode yang sama tahun lalu.
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu menyatakan kalau inflasi Februari 2026 4,76 persen yoy itu utamanya dipengaruhi kebijakan diskon listrik pada awal tahun 2025.
"Dengan mengeluarkan dampak diskon listrik di awal tahun 2025, inflasi Februari 2026 diperkirakan 2,59 persen," katanya, dikutip dari siaran pers, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan komponennya, Febrio menjelaskan inflasi harga diatur Pemerintah (administered price) mencapai 12,66 persen (yoy).
Sementara itu, harga pangan bergejolak (volatile food) mencapai 4,64 persen, dipicu gangguan cuaca dan tekanan permintaan menjelang bulan Ramadan.
Inflasi beras terjaga di level 3,5 persen sementara beberapa komoditas pangan lain seperti gula pasir, cabe rawit, bawang putih dan cabe merah mengalami deflasi.
Inflasi inti tercatat 2,63 persen (yoy), utamanya didorong oleh peningkatan harga emas perhiasan 72,95 persen (yoy). Dengan mengeluarkan dampak emas, inflasi inti Februari 2026 diperkirakan sebesar 1,4 persen.
Lebih lanjut Febrio mengakui bahwa secara fundamental, tekanan harga tetap terkendali dan diperkirakan akan kembali normal mulai Maret 2026.
"Pemerintah berkomitmen memastikan harga pangan tetap terjangkau selama periode Ramadan dan Idulfitri melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, serta pengawasan harga, antara lain melalui program Gerakan Pangan Murah dan fasilitasi distribusi antardaerah," jelasnya.
Baca Juga: Cuma Punya Bajet 60 Juta? Ini Deretan Mobil Bekas LCGC Super Irit Buat Mudik Keluarga saat Lebaran
Berita Terkait
-
Cuma Punya Bajet 60 Juta? Ini Deretan Mobil Bekas LCGC Super Irit Buat Mudik Keluarga saat Lebaran
-
Effortlessly Stylish Ramadan: Contek Gaya Nikita Willy, Indra Priawan, Jessica Mila & Andrew White
-
Korlantas Berlakukan Pembatasan Angkutan Barang Mulai 13 Maret 2026 Jelang Mudik Lebaran
-
Jam 2 Siang di Bulan Ramadan: Ujian Keimanan Terberat Bukan Lapar, Tapi Mata Rapet
-
Berapa Liter Beras Zakat Fitrah untuk 1 Orang? Ini Ketentuan Resmi BAZNAS
Terpopuler
- 5 Cushion Anti Longsor 24 Jam, Makeup Tahan Lama Meski Cuaca Panas
- Film Pesta Babi Bercerita tentang Apa? Ini Sinopsis dan Maknanya
- Bantah Kepung Rumah dan Sandera Anak Ahmad Bahar, GRIB Jaya: Kami Datang Persuasif Mau Tabayun!
- Koperasi Merah Putih Viral, Terekam Ambil Stok dari Gudang Indomaret
- Dompet Penarik Rejeki Warna Apa? Ini Pilihan agar Kamu Beruntung sesuai Shio dan Feng Shui
Pilihan
-
Bertambah Dua, 7 WNI Kini Ditangkap Israel dalam Misi Kemanusiaan Flotilla Gaza
-
Eks Wamenaker Noel Ebenezer Dituntut 5 Tahun Penjara!
-
'Desa Nggak Pakai Dolar' Prabowo Dikritik: Realita Pahit di Dapur Rakyat Saat Rupiah Tembus Rp17.600
-
Babak Baru The Blues: Menanti Sihir Xabi Alonso di Tengah Badai Pasang Surut Karirnya
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
Terkini
-
Dukung Aktualisasi dan Kreativitas Mahasiswa, Pertamina Gelar Energy AdSport Challenge di ITB
-
BTN JAKIM 2026 Bakal Digelar 13-14 Juni, Masyarakat Diminta Perhatikan Ruas Jalan Terdampak
-
Purbaya Lanjutkan Efisiensi Anggaran MBG usai Dipotong Jadi Rp 268 T
-
Menteri Purbaya hingga Bahlil Rapat Keluhan Kadin China, Bahas Apa Saja?
-
Rumor Badan Ekspor Bikin IHSG Anjlok, Ini Saham Paling Boncos
-
Pertamina Gelar Sokoguru Policy Forum Bahas Ketahanan dan Transisi Energi Nasional
-
Bos Danantara Saham BUMN Perbankan Lagi Murah, Saatnya Beli?
-
Rosan Hingga Bahlil Ikut Tertutup Soal Badan Ekspor
-
Harga Minyak Mentah Indonesia Melonjak ke 117,31 Dolar AS per Barel
-
Rupiah Loyo, Duit Subsidi Bengkak! Stok Pertalite Tinggal 16 Hari