Bisnis / Makro
Selasa, 03 Maret 2026 | 15:17 WIB
Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu. [Suara.com/Dicky Prastya]
Baca 10 detik
  • Kementerian Keuangan mencatat inflasi Februari 2026 sebesar 4,76 persen secara tahunan, dipengaruhi kebijakan diskon listrik tahun sebelumnya.
  • Inflasi komponen harga diatur pemerintah mencapai 12,66 persen, sementara pangan bergejolak 4,64 persen karena cuaca dan Ramadan.
  • Tekanan harga dinilai fundamental terkendali dan diperkirakan kembali normal Maret 2026, dengan fokus menjaga harga pangan Ramadan.

Suara.com - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengumumkan kalau inflasi Februari 2026 tercatat sebesar 4,76 persen secara year on year (YoY) atau periode yang sama tahun lalu.

Direktur Jenderal Strategi Ekonomi dan Fiskal Kemenkeu, Febrio Kacaribu menyatakan kalau inflasi Februari 2026 4,76 persen yoy itu utamanya dipengaruhi kebijakan diskon listrik pada awal tahun 2025.

"Dengan mengeluarkan dampak diskon listrik di awal tahun 2025, inflasi Februari 2026 diperkirakan 2,59 persen," katanya, dikutip dari siaran pers, Selasa (3/3/2026).

Berdasarkan komponennya, Febrio menjelaskan inflasi harga diatur Pemerintah (administered price) mencapai 12,66 persen (yoy).

Sementara itu, harga pangan bergejolak (volatile food) mencapai 4,64 persen, dipicu gangguan cuaca dan tekanan permintaan menjelang bulan Ramadan.

Inflasi beras terjaga di level 3,5 persen sementara beberapa komoditas pangan lain seperti gula pasir, cabe rawit, bawang putih dan cabe merah mengalami deflasi.

Inflasi inti tercatat 2,63 persen (yoy), utamanya didorong oleh peningkatan harga emas perhiasan 72,95 persen (yoy). Dengan mengeluarkan dampak emas, inflasi inti Februari 2026 diperkirakan sebesar 1,4 persen.

Lebih lanjut Febrio mengakui bahwa secara fundamental, tekanan harga tetap terkendali dan diperkirakan akan kembali normal mulai Maret 2026.

"Pemerintah berkomitmen memastikan harga pangan tetap terjangkau selama periode Ramadan dan Idulfitri melalui penguatan pasokan, kelancaran distribusi, serta pengawasan harga, antara lain melalui program Gerakan Pangan Murah dan fasilitasi distribusi antardaerah," jelasnya.

Baca Juga: Cuma Punya Bajet 60 Juta? Ini Deretan Mobil Bekas LCGC Super Irit Buat Mudik Keluarga saat Lebaran

Load More