Lifestyle / Komunitas
Selasa, 03 Maret 2026 | 16:14 WIB
Ilustrasi kilang minyak Arab Saudi (Gemini AI)
Baca 10 detik
  • Kilang Ras Tanura merupakan fasilitas minyak tertua dan terbesar di Arab Saudi.
  • Kapasitas pengolahan Ras Tanura mencapai 550.000 barel per hari untuk pasar dunia.
  • Arab Saudi mengoperasikan delapan kilang raksasa melalui skema mandiri maupun kemitraan global.

Suara.com - Kilang minyak Saudi Aramco di Ras Tanura dilaporkan menjadi sasaran serangan drone dan rudal pada Senin (2/3/2026).

Serangan di kilang minyak Saudi Aramco yang dikaitkan dengan ketegangan geopolitik Iran ini memicu kekhawatiran global akan stabilitas pasokan energi.

Sebab, Ras Tanura bukanlah titik sembarangan, melainkan salah satu fasilitas energi paling vital dan strategis di dunia.

Namun, Arab Saudi sebagai pengekspor minyak olahan terbesar di dunia memiliki deretan kilang minyak dengan kapasitas fantastis yang menjadi urat nadi ekonomi global.

Selain Ras Tanura, berikut ini daftar kilang minyak raksasa yang dimiliki Arab Saudi.

Ilustrasi kilang minyak. (Generated by AI)

1. Kilang Ras Tanura

Kilang Ras Tanura adalah kilang minyak Arab Saudi paling besar dan tertua yang terletak di Provinsi Timur dan sudah beroperasi sejak 1945.

Kilang minyak yang menjadi target utama serangan Iran ini 100 persen dimiliki oleh Saudi Aramco.

Karena posisinya yang paling strategis, kilang minyak ini yang elayani pasar internasional.

Baca Juga: Diduga Terlibat 'Permainan' Pengadaan, Ini Alasan KPK OTT Bupati Pekalongan Fadia A. Rafiq

Menjadi target utama serangan terbaru, kilang ini terletak di Provinsi Timur dan sudah beroperasi sejak 1945.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 550.000 barel per hari (bpd).

Angka ini mencakup sekitar 16% dari total kapasitas kilang nasional Arab Saudi.

2. SATORP

SATORP merupakan kilang minyak hasil kerja sama internasional antara Arab Saudi dan raksasa energi Prancis.

Kepemilikan perusahaan ini 62,5 persen milik Saudi Aramco dan 37,5 persen milik TotalEnergies.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 460.000 barel per hari.

3. YASREF

Berlokasi di kawasan industri Yanbu di pinggir Laut Merah, kilang minyak ini merupakan hasil kolaborasi Arab Saudi dengan China.

Perusahaan ini juga 62,5 persen milik Saudi Aramco dan 37,5 persen milik Sinopec.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 430.000 barel per hari.

4. SAMREF

SAMREF salah satu kilang terintegrasi yang sudah cukup lama beroperasi di wilayah barat.

Kilang minyak ini juga merupakan usaha patungan antara Saudi Aramco sebesar dan ExxonMobil yang masing-masing besarnya 50 persen.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 402.000 barel per hari.

5. Kilang Jazan

Kilang Jazan adalah salah satu kilang terbaru yang dibangun untuk mendorong pertumbuhan industri di wilayah barat daya Saudi.

Kilang minyak yang sudah berdiri sejak 2021 ini 100 persen dimiliki oleh Saudi Aramco.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 400.000 barel per hari.

6. Petro Rabigh

Petro Rabigh adalah kilang yang tak hanya memproses minyak, tetapi juga produk petrokimia.

Perusahaan kilang minyak ini juga merupakan usaha patungan antara Saudi Aramco dan Sumitomo Chemical.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 400.000 barel per hari.

7. SASREF

SASREF adalah kilang minyak yang mulanya usaha patungan dengan Shell, tetapi kini dikendalikan penuh oleh Saudi Aramco.

Saudi Aramco 100 persen memiliki perusahaan kilang minyak ini setelah mengakuisisi saham Shell pada 2019.

Kilang minyak ini memiliki kapasitas pengolahan sekitar 305.000 barel per hari.

8. Kilang Yanbu & Riyadh

Dua kilang minyak ini memiliki fokus utama untuk memenuhi kebutuhan energi domestik di Arab Saudi.

  • Kilang Yanbu: memiliki kapasitas pengolahan sekitar 240.000 barel per hari.
  • Kilang Riyadh: memiliki kapasitas pengolahan sekitar 126.000 barel per hari.

Load More