- Universitas Prasetiya Mulya meraih akreditasi internasional dari AACSB, standar mutu pendidikan bisnis global sejak tahun 1916.
- Akreditasi ini membuktikan kualitas kurikulum, dosen, dan tata kelola telah memenuhi standar ketat yang hanya dicapai 6 persen sekolah bisnis dunia.
- Pencapaian ini meningkatkan daya saing lulusan Indonesia serta membuka peluang kolaborasi riset dan kemitraan industri internasional strategis.
Suara.com - Di tengah persaingan global yang kian ketat, kualitas pendidikan bisnis di Indonesia kerap dipertanyakan. Transformasi digital, perubahan lanskap kerja, hingga tuntutan keterampilan baru membuat kampus bisnis tak lagi cukup hanya mengandalkan reputasi lokal. Laporan World Economic Forum 2025–2030 bahkan memproyeksikan perubahan besar pada keterampilan inti tenaga kerja dalam lima tahun ke depan—mulai dari kepemimpinan adaptif hingga kemampuan inovasi berbasis teknologi.
Di sisi lain, hanya sebagian kecil sekolah bisnis di dunia yang memenuhi standar akreditasi internasional paling ketat. Tanpa pengakuan global, lulusan berisiko kalah bersaing di pasar tenaga kerja lintas negara, sementara institusi pendidikan sulit masuk dalam jejaring kolaborasi internasional yang strategis.
Dalam konteks tersebut , Universitas Prasetiya Mulya resmi meraih akreditasi internasional dari AACSB (Association to Advance Collegiate Schools of Business), lembaga akreditasi sekolah bisnis tertua dan disebut sebagai “gold standard” pendidikan bisnis dunia.
AACSB berdiri sejak 1916 dan hingga kini hanya sekitar 6 persen sekolah bisnis global yang berhasil memperoleh akreditasi tersebut. Tercatat 1.084 institusi di 70 negara dan teritori yang tergabung dalam jejaring ini.
Pencapaian ini menempatkan Universitas Prasetiya Mulya dalam kelompok sekolah bisnis yang diakui memenuhi standar mutu global, mulai dari kurikulum, kualitas dosen, tata kelola, hingga dampak riset dan pembelajaran terhadap industri. Bagi mahasiswa, akreditasi ini menjadi indikator bahwa proses pendidikan yang dijalani telah melalui evaluasi internasional yang ketat.
Dekan Sekolah Bisnis dan Ekonomi Universitas Prasetiya Mulya, Handyanto Widjojo, mengatakan akreditasi tersebut merupakan hasil komitmen jangka panjang dalam membangun pendidikan bisnis yang relevan dengan kebutuhan industri dan kewirausahaan.
“Misi kami adalah mendidik pembelajar bisnis untuk mengembangkan kompetensi kewirausahaan dan menghadirkan solusi inovatif yang mendorong kemajuan dunia usaha dan masyarakat. Akreditasi AACSB ini merupakan pengakuan global atas kualitas akademik dan relevansi industri yang kami bangun secara konsisten,” ujarnya.
Dari sisi lembaga akreditasi, Executive Vice President dan Chief Accreditation Officer AACSB, Stephanie M. Bryant, menyebut akreditasi diberikan kepada institusi yang menunjukkan keunggulan dan dampak nyata dalam pendidikan bisnis serta pengembangan mahasiswa.
Dengan status ini, Universitas Prasetiya Mulya kini menjadi bagian dari jejaring global sekolah bisnis terakreditasi AACSB. Secara lebih luas, capaian ini juga memperkuat posisi Indonesia dalam peta pendidikan bisnis internasional, sekaligus membuka peluang kolaborasi riset, pertukaran akademik, dan kemitraan industri lintas negara.
Baca Juga: Sekolah Swasta Gratis di Semarang Bertambah Jadi 133, Jangkau Lebih Banyak Siswa
Berita Terkait
Terpopuler
- Bedak Wardah Apa yang Cocok untuk Usia 40 Tahun? Ini 5 Rekomendasi Terbaik agar Flawless dan Fresh
- Tak Lagi Disamping Prabowo, Kursi Wapres Gibran Geser Sejajar Menteri di Sidang Kabinet
- 7 Statistik Miris Argentina Saat Dipecundangi Spanyol di Final Piala Dunia 2026
- Persib dan Persija Dikabarkan Tak Lolos IPO di Bursa Efek Indonesia
- Perbedaan Eau De Parfum dan Eau De Toilette, Mana yang Sesuai Kebutuhanmu?
Pilihan
-
Laporkan Hotman Paris ke Polda Metro, PWI Ragukan Ketulusan Permohonan Maaf Sang Pengacara
-
Mendukung Working Mom Mengelola Keuangan Keluarga Lebih Efisien dengan AstraPay
-
Usai Nobar Final Piala Dunia, Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Kena OTT KPK
-
Menteri PU Dody Hanggodo Bakal Dicopot Agustus? 'Prabowo Tak Suka Menteri yang Bikin Gaduh'
-
Tersangka Don Ritto Dikawal Rantis Brimob saat Tiba di Kejagung, Emas hingga Brankas Ikut Dibawa
Terkini
-
FIFA Buka Voting Tim Terbaik Piala Dunia 2026: Argentina Sumbang 5 Pemain, Spanyol?
-
Dari Pameran Kudatuli, Megawati Titip Pesan untuk Generasi Muda Indonesia
-
Kasus Dugaan Penculikan Atlet Golf Jesslyn Wijaya, Polisi Telusuri Perjalanan hingga Kuala Lumpur
-
Bukan Sekedar Catatan Masa Lalu, Peristiwa Kudatuli Merupakan Simbol Perjuangan Lawan Ketidakadilan
-
Usut Aliran Rp 91 Miliar Suap Bea Cukai, KPK Tetapkan Tersangka Baru
-
Korupsi Disebut Kejahatan HAM, Mengapa Hak Korban Belum Jadi Perhatian?
-
Aksesori Estetik Makin Digemari, Ini Tempat Belanja Lengkap Incaran Reseller hingga Jastiper
-
Salah Setting Aplikasi Navigasi, Pemotor RX-King Nekat Masuk Tol Jagorawi
-
Anggaran Jasa Belanja Tenaga Ahli Banten Tembus Rp55,47 Miliar, Kepala BPKAD Mengaku Kaget
-
Jembatan di Serang Mulai Dibangun Andra Soni Usai 25 Tahun Tak Tersentuh Perbaikan