Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 06 Maret 2026 | 11:44 WIB
Nuzulul Quran Tanggal Berapa? (Gemini AI)

Suara.com - Bulan Ramadhan memiliki julukan yang sangat mulia, yaitu Syahrul Quran atau bulan Al-Quran. Sebab di bulan ini, Al-Quran pertama kali diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW sebagai petunjuk bagi umat manusia. Malam turunnya Al-Quran ini dikenal sebagai malam Nuzulul Quran.

Setiap tahunnya, umat Islam di Indonesia mempunyai tradisi yang sangat mengakar, yakni memperingati malam Nuzulul Quran. Dalam pelaksanaan Ramadhan 1447 H ini, banyak umat Islam mulai mencari tahu Nuzulul Quran 2026 tanggal berapa. Untuk mengetahui jadwalnya, mari simak ulasan berikut ini.

Pengertian Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya kitab suci Al-Quran kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril di Gua Hira, Jabal Nur. Banyak yang meyakini bahwa, peristiwa ini terjadi pada tanggal 17 Ramadhan 610 M. Hingga saat ini, Al-Qur'an berperan penting sebagai pedoman hidup serta landasan hukum ajaran Islam.

Menurut bahasa, Nuzul Qur'an berasal dari kata nazzala-yunazzilu-tanzilan yang bermakna turun secara berangsur-angsur. Lalu dari kata anzala-yunzilu-inzalan yang memiliki arti denotatif "menurunkan." Sementara itu, secara terminologi Nuzulul Qur'an merupakan cara sekaligus fase turunnya Al Qur'an dari Allah SWT terhadap Nabi Muhammad SAW.

Nuzulul Quran Tanggal Berapa?

Sebagaimana diketahui, ada perbedaan metode penetapan awal Ramadhan. Hal ini menjadikan tanggal peringatan Nuzulul Quran bisa berbeda antara organisasi Islam dan pemerintah. Berikut penetapan waktu Nuzulul Quran:

Jadwal Nuzulul Quran 2026 Versi Muhammadiyah

Menurut Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah terkait hasil hisab Ramadhan, Syawal, dan Zulhijah 1447 H, awal Ramadhan jatuh pada hari Rabu, 18 Februari 2026. Jika dihitung mundur, maka 17 Ramadhan 1447 H atau Nuzulul Quran jatuh pada hari Jumat, 6 Maret 2026.

Baca Juga: Teks Khutbah Jumat 6 Maret 2026 Nuzulul Quran, Menghidupkan Al-Quran dalam Kehidupan Sehari-hari

Penentuan tersebut dilakukan melalui metode hisab hakiki wujudul hilal, yakni sistem perhitungan astronomi yang dilakukan untuk memastikan posisi bulan sebagai landasan pergantian bulan Hijriah. Metode satu ini sudah sejak lama dan secara konsisten dipakai oleh Muhammadiyah untuk menentukan kalender Islam serta hari-hari besar keagamaan lainnya.

Jadwal Nuzulul Quran 2026 Versi Pemerintah

Berbeda dengan Muhammadiyah, pemerintah melalui Kementerian Agama (Kemenag) Republik Indonesia menetapkan awal Ramadhan 1447 H jatuh pada Kamis, 19 Februari 2026 lewat sidang isbat. Dengan penetapan itu, maka tanggal 17 Ramadhan atau malam Nuzulul Quran versi pemerintah akan diperingati pada Sabtu, 7 Maret 2026.

Tanggal tersebut jadi acuan resmi nasional untuk melaksanakan berbagai kegiatan peringatan Nuzulul Quran di Tanah Air.

Penyebab Perbedaan Tanggal Nuzulul Quran

Perbedaan jadwal Nuzulul Quran 2026 dapat terjadi lantaran metode penentuan awal bulan Hijriah yang digunakan tidak sama. Muhammadiyah memakai metode hisab murni, sementara pemerintah menggabungkan antara metode hisab dan rukyatul hilal yang ditetapkan melalui sidang isbat.

Perbedaan ini menjadi hal yang biasa terjadi dalam penentuan kalender Hijriah di Indonesia. Meskipun tanggalnya berbeda, namun makna Nuzulul Quran tetaplah sama, yaitu sebagai kesempatan untuk lebih dekat dengan Al-Qur’an, meningkatkan amalan, memperbanyak tilawah, hingga menerapkan sunnah Nabi selama bulan Ramadhan.

Sejarah Singkat Malam Nuzulul Quran

Malam Nuzulul Quran adalah peristiwa dimana Al-Quran diturunkan terhadap Nabi Muhammad SAW melalui malaikat Jibril sebagai wahyu pertama sekaligus tanda dimulainya kenabian Rasulullah SAW. Menurut bahasa, peristiwa Nuzulul Quran terdiri atas dua kata, yakni 'Nuzulul' dan 'Quran'.

Nuzulul bermakna menurunkan sesuatu dari tempat yang tinggi ke tempat yang lebih rendah dan Quran yang berasal dari kata Al-Quran, yaitu kitab suci umat Islam.

Dapat disimpulkan bahwa, Nuzulul Quran adalah peristiwa turunnya Al-Quran dari tempat yang tinggi (Lauful Mahfuz) ke tanah (bumi). Turunnya Al-Quran kepada Nabi Muhammad ini diperantarai oleh Malaikat Jibril.

Menurut sejarahnya, hari itu terjadi pada 17 Ramadhan 610 M, saat Nabi Muhammad SAW berusia 40 tahun sedang menyendiri di Gua Hira. Tanpa didiga ada sosok tinggi dan besar menghampirinya. Sosok yang dimaksud adalah Malaikat Jibril.

Tubuh Rasulullah SAW pun langsung bergetar lantaran merasa terkejut dan ketakutan karena kehadiran Malaikat Jibril. Malaikat Jibril lantas memeluk Rasulullah SAW dalam keadaan tubuh bergetar dan kemudian mengucapkan kata "Iqra’" sebanyak tiga kali. Kata "iqra" sendiri memiliki arti"bacalah".

Nabi Muhammad SAW yang ketakutan pun lalu menjawab "Aku belum mengenal bacaan,". Kemudian, Malaikat Jibril melanjutkan perkataannya dengan kutipan ayat Al-Alaq 1-5 yang artinya:

"Dia mengajarkan manusia apa yang tidak diketahuinya."

Surat Al-Alaq ini pun jadi wahyu pertama sekaligus surat pertama yang turun dan ditulis di dalam Al-Quran. Setelah itu, Al-Quran diturunkan ke bumi secara berangsur-angsur selama 22 tahun, 2 bulan, dan 22 hari.

Perbedaan Pendapat tentang Waktu Nuzulul Quran

Di balik keistimewaannya, Para ulama mempunyai perbedaan pandangan tebtang kapan tepatnya peristiwa Nuzulul Quran terjadi. Namun, perbedaan tersebut  tidak lantas menjadi persoalan besar lantaran keduanya mempunyai dasar dalil yang kuat.

1. Nuzulul Quran Terjadi pada 17 Ramadan

Pendapat pertama, menyatakan bahwa Nuzulul Quran terjadi pada tanggal 17 Ramadhan. Pandangan tersebut muncul karena merujuk pada turunnya wahyu pertama, yaitu Surah Al-'Alaq ayat 1-5, kepada Nabi Muhammad SAW saat beliau sedang berada di Gua Hira.

Peristiwa turunnya Al-Qur'an secara bertahap pun juga dijelaskan dalam Surah Al-Isra ayat 106:

"Dan Al-Qur'an itu telah Kami turunkan dengan berangsur-angsur agar engkau membacakannya perlahan-lahan kepada manusia dan Kami menurunkannya bagian demi bagian." (QS Al-Isra: 106).

Mayoritas umat Islam di Indonesia pun banyaknyang memperingati malam Nuzulul Quran pada tanggal 17 Ramadhan.

2. Nuzulul Quran Terjadi pada 10 Malam Terakhir Ramadan

Pendapat kedua mengatakan bahwa Nuzulul Quran bertepatan dengan malam Lailatulqadar, yang terjadi pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadhan. Adapun dasarnya merujuk pada firman Allah dalam Surah Al-Qadr ayat 1-5 yang menjelaskan bahwa Al-Qur'an diturunkan tepat di malam kemuliaan tersebut.

Malam Lailatulqadar sendiri dipercayai sebagai malam yang lebih baik dari seribu bulan. Karena terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, sebagian ulama pun meyakini bahwa peristiwa turunnya Al-Qur'an juga terjadi pada rentang waktu itu.

Demikian ulasan terkait Nuzulul Quran tanggal berapa. Semoga informasi di atas bisa menjadi acuan umat Islam dalam melaksanakan berbagai amalan di malam Nuzulul Quran.

Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari

Load More