Lifestyle / Komunitas
Selasa, 10 Maret 2026 | 15:00 WIB
Sidang Isbat Lebaran 2026. (freepik)

Organisasi Muhammadiyah menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal, yaitu perhitungan astronomi tanpa menunggu pengamatan hilal. Menurut maklumat Muhammadiyah: 1 Syawal 1447 H jatuh pada Jumat, 20 Maret 2026.

2. Versi Pemerintah (Prediksi Kalender Kemenag)

Sementara itu, kalender Hijriah pemerintah memperkirakan: Idul Fitri 2026 kemungkinan jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Namun, tanggal tersebut belum final karena tetap harus menunggu hasil pengamatan hilal dan keputusan sidang isbat.

3. Versi NU

Nahdlatul Ulama (NU) biasanya mengikuti metode rukyatul hilal, yaitu melihat langsung bulan sabit pertama. Karena itu, keputusan NU biasanya diumumkan setelah pengamatan hilal pada akhir Ramadan. Prediksi awal NU juga cenderung mengarah pada 21 Maret 2026, tetapi tetap menunggu hasil rukyat.

Mengapa Sidang Isbat Penting?

Sidang isbat memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam di Indonesia. Melalui sidang ini, pemerintah berupaya menyatukan penetapan awal bulan Hijriah agar masyarakat memiliki pedoman yang jelas.

Beberapa alasan pentingnya sidang isbat antara lain:

1. Menentukan Hari Raya Secara Resmi

Baca Juga: 5 Warna Baju Lebaran 2026 yang Diprediksi Tren: Teal Blue hingga Butter Yellow

Hasil sidang isbat menjadi keputusan resmi pemerintah tentang kapan Idul Fitri dirayakan secara nasional.

2. Menggabungkan Metode Hisab dan Rukyat

Indonesia menggunakan pendekatan gabungan:

  • Hisab (perhitungan astronomi)
  • Rukyatul hilal (pengamatan bulan)

Kombinasi ini dianggap lebih komprehensif dalam menentukan awal bulan Hijriah.

3. Menghindari Kebingungan di Masyarakat

Tanpa sidang isbat, kemungkinan besar masyarakat akan mengikuti metode berbeda-beda sehingga hari raya bisa terjadi pada tanggal yang berbeda.

Load More