- PT NEWLAB+ mengklarifikasi bahwa dr. Richard Lee resmi tidak lagi menjabat Komisaris sejak 17 Juni 2025.
- Perbedaan visi pengembangan menjadi pemicu.
- Saat ini, NEWLAB+ dan dr. Richard Lee tidak memiliki afiliasi apa pun, sehingga aktivitasnya di luar tanggung jawab perusahaan.
Suara.com - PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+) menyampaikan klarifikasi resmi terkait pemberitaan di sejumlah media yang masih menyebut dr. Richard Lee sebagai Komisaris NEWLAB+.
Melalui pernyataannya, PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+) menegaskan bahwa dr. Richard Lee sudah tidak lagi menjabat sebagai Komisaris maupun menjadi bagian dari struktur perusahaan NEWLAB+.
"Pergantian tersebut merupakan kesepakatan bersama antara PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+) dan dr. Richard Lee, yang dilatarbelakangi oleh perbedaan visi dalam pengembangan perusahaan ke depan," kata Meliani Muljoredjo selaku Owner dan CEO, didampingi Yenny Laksana sebagai Chief Operating Officer (COO) PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+), Selasa (10/3/2026).
Kesepakatan tersebut berlaku efektif sejak 17 Juni 2025 dan telah dilaksanakan melalui proses yang sah sesuai ketentuan hukum yang berlaku.
Proses pergantian ini disaksikan oleh Notaris Sugiarto S.H., M.Kn., M.H. dan dituangkan dalam Kesepakatan Pengakhiran Perjanjian yang ditandatangani oleh kedua belah pihak.
Perubahan tersebut juga telah diperkuat melalui Akta Perubahan Perusahaan Nomor 12 serta memperoleh pengesahan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia melalui AHU-AH.01.09-0305543 tertanggal 2 Juli 2025.
Sehubungan dengan hal tersebut, perusahaan menegaskan bahwa PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+) dan dr. Richard Lee saat ini tidak memiliki hubungan afiliasi, kerja sama, maupun keterkaitan dalam bentuk apa pun. Baik dalam struktur perusahaan, kegiatan operasional, investasi, maupun aktivitas bisnis apapun.
Dengan demikian, segala aktivitas, pernyataan, promosi, maupun kegiatan lain yang dilakukan oleh dr. Richard Lee setelah tanggal efektif tersebut tidak mewakili dan berada di luar tanggung jawab PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+).
PT Percepatan Sumber Berkah (NEWLAB+) memandang keputusan ini sebagai bagian dari dinamika bisnis yang dijalankan secara profesional. Kedua belah pihak juga sepakat untuk tetap saling menghormati serta menjaga hubungan baik secara profesional di masa mendatang.
Perusahaan juga mengimbau kepada seluruh pihak, termasuk media, mitra usaha, dan masyarakat, untuk merujuk pada pernyataan resmi perusahaan guna menghindari kesalahpahaman terkait hubungan antara NEWLAB+ dan dr. Richard Lee.
NEWLAB+ sendiri dikenal merupakan brand kecantikan yang hadir dengan semangat menghadirkan inovasi di industri beauty dan wellness Indonesia.
Brand ini mengusung konsep “lab-driven innovation”, NEWLAB+ menggabungkan pendekatan berbasis riset, teknologi, dan standar profesional untuk menghadirkan solusi kesehatan dan estetika yang aman, efektif, serta relevan dengan kebutuhan masyarakat modern.
Baca Juga: Saksi Ungkap Transaksi Rp 809 Miliar ke Gojek, GoTo Tegaskan Dana Kembali ke Kas
Dalam pengembangan produk, NEWLAB+ mengedepankan inovasi yang bertanggung jawab melalui transparansi, keamanan, serta pendekatan berbasis data dan riset.
Perusahaan juga berkomitmen menghadirkan produk yang tidak mengedepankan klaim berlebihan (anti overclaim), dengan fokus pada kualitas formulasi, standar produksi yang baik, serta penyampaian informasi yang jujur dan edukatif bagi konsumen.
Dengan fokus pada kualitas, keamanan, dan pengalaman pelanggan, NEWLAB+ terus mengembangkan solusi kesehatan dan estetika yang terpercaya.
Ke depan, NEWLAB+ berkomitmen memperkuat posisinya sebagai brand beauty dan wellness yang mengedepankan inovasi, integritas, dan kepercayaan masyarakat di Indonesia.
Berita Terkait
Terpopuler
- 10 HP Murah Memori 128 GB dan Kamera Bening di Bawah Rp1,5 Juta untuk Multitasking
- Bukan Sekadar Urusan Nasi Uduk di Matraman, 'Waspada Skenario Kerusuhan Agustus 2026'
- 7 HP Murah Spesifikasi Terbaik di Bawah Rp2 Juta, Kamera 108 MP hingga NFC
- 9 Rekomendasi Lipstik Tahan Lama yang Cocok untuk Kulit Sawo Matang
- 5 Sepatu Lari di Bawah Rp500 Ribu di Sports Station, Performa Nyaman Sesuai Review
Pilihan
-
Hukum Tak Mampu Meyakinkan Publik, Main Hakim Sendiri Jadi Jalan Pintas
-
Rupiah Jebol ke Rp18.083 per Dolar AS, Terpuruk Paling Dalam di Asia usai Perry Warjiyo Mundur
-
Adik Kim Jong un ke Indonesia Cs: Hei Antek-antek Asing, Stop Jadi Corong Bayaran AS
-
Melania Trump Hendak Dibunuh saat Belanja Baju, Ada 'Orang Dalam' Berkhianat
-
Bayi 'Putri Duyung' Lahir di OKI, Apa Itu Sirenomelia yang Membuat Kakinya Menyatu?
Terkini
-
Gurita Pungli Dinas ESDM Jatim: Kabid Geologi Jadi Tersangka, Peras 217 Pemohon
-
Buka 31 Formasi Jabatan, Bupati Bogor Jamin Proses Seleksi ASN Transparan dan Bebas Orang Dalam
-
Dari Pencurian Ayam hingga Bentrok Jalanan: Mengapa Amuk Massa Terus Berulang?
-
Dari Made in Indonesia ke Made by Indonesia, Mendorong Produk Lokal Naik Kelas
-
Presiden Prabowo Diminta Segera Evaluasi Kinerja Mendag, Ada Apa?
-
Abdul Wahid Menunggu Vonis, Berharap Putusan Benar-benar Adil
-
Puluhan Tangki Tiap Musim Kemarau Tak Selesaikan Masalah, Warga Kemesu Minta Pencarian Sumber Air
-
Kasus Hutan Lindung Tanjung Piayu, PT GTP Resmi Jadi Tersangka Korporasi
-
9 Rekomendasi Parfum yang Cocok untuk Zodiak Taurus, HMNS hingga Mykonos
-
Kebakaran Hebat Landa Permukiman Padat di Kebayoran Lama, 28 Unit Damkar Dikerahkan