Lifestyle / Komunitas
Rabu, 11 Maret 2026 | 11:35 WIB
Ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar menurut hadis (freepik)

Suara.com - Di antara keistimewaan bulan Ramadan, malam Lailatul Qadar menempati posisi yang sangat istimewa.

Malam penuh kemuliaan ini diyakini menjadi waktu turunnya rahmat, ampunan, dan berbagai kebaikan bagi umat Islam yang menghidupkannya dengan ibadah.

Oleh karena waktunya dirahasiakan, banyak umat Muslim mencari tanda-tandanya melalui hadis Rasulullah SAW. Lantas, apa saja ciri-ciri datangnya malam Lailatul Qadar menurut hadis?

Dalam sejumlah hadis, Rasulullah SAW menjelaskan beberapa tanda yang dapat menjadi petunjuk hadirnya malam yang disebut lebih baik dari seribu bulan tersebut.

Berikut ini 10 tanda malam Lailatul Qadar yang disebutkan dalam hadis, seperti dikutip dari berbagai sumber.

Ilustrasi malam lailatul qadar (freepik)

1. Terjadi pada Malam Ganjil Sepuluh Hari Terakhir Ramadan

Salah satu ciri utama Lailatul Qadar adalah waktunya yang berada pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, khususnya malam-malam ganjil seperti malam ke-21, 23, 25, 27, atau 29.

Ketidakpastian waktu ini justru menjadi hikmah tersendiri agar umat Islam tidak hanya beribadah pada satu malam saja.

Dengan begitu, seseorang dianjurkan untuk memperbanyak ibadah sepanjang sepuluh malam terakhir agar tidak melewatkan kesempatan mendapatkan kemuliaan Lailatul Qadar.

Baca Juga: Doa agar Dipermudah Mendapat Lailatul Qadar, Amalkan di 10 Malam Terakhir Ramadan

2. Malam Terasa Tenang dan Penuh Kedamaian

Hadis-hadis Rasulullah SAW menggambarkan Lailatul Qadar sebagai malam yang sangat damai. Suasana malam terasa hening, menenangkan, dan penuh ketenteraman.

Banyak ulama menjelaskan bahwa ketenangan ini berkaitan dengan turunnya para malaikat ke bumi untuk membawa rahmat dan keberkahan bagi orang-orang yang beribadah. Keadaan tersebut membuat suasana malam terasa berbeda dibandingkan malam lainnya.

3. Suhu Udara Sejuk, Tidak Terlalu Panas atau Dingin

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa Lailatul Qadar memiliki kondisi udara yang nyaman. Rasulullah SAW menggambarkan malam ini sebagai malam yang tidak panas dan tidak pula terlalu dingin.

Suhu udara yang sejuk membuat umat Islam lebih mudah dan nyaman untuk menjalankan ibadah seperti salat malam, membaca Al-Qur’an, atau berdoa.

Load More