Lifestyle / Komunitas
Rabu, 11 Maret 2026 | 12:57 WIB
Kenapa Badan Lemas Setelah Buka Puasa dengan yang Manis? Ini Penjelasannya (Gemini AI)

Suara.com - Setelah seharian menahan lapar dan haus, banyak orang memilih makanan atau minuman manis saat berbuka puasa. Tradisi ini bahkan sudah menjadi kebiasaan di banyak keluarga, seperti minum teh manis, sirup, atau makan kolak. Secara alami, tubuh memang membutuhkan energi cepat setelah berpuasa, sehingga rasa manis terasa sangat menyegarkan.

Namun, tidak sedikit orang justru merasa tubuhnya lemas, mengantuk, atau bahkan pusing setelah berbuka dengan makanan yang terlalu manis.

Kondisi ini sering membuat orang bertanya-tanya, bukankah gula seharusnya memberikan energi? Kenapa justru tubuh terasa semakin tidak bertenaga setelah berbuka?

Jawabannya berkaitan dengan bagaimana tubuh memproses gula dan perubahan kadar gula darah setelah seharian berpuasa.

Secara medis, fenomena ini sangat berkaitan dengan lonjakan gula darah yang terlalu cepat, lalu diikuti dengan penurunan drastis setelahnya. Pola ini dapat membuat tubuh terasa lelah dan tidak nyaman setelah makan.

Berikut penjelasan mengenai kenapa tubuh bisa terasa lemas setelah berbuka dengan makanan manis.

Lonjakan Gula Darah yang Terlalu Cepat

Saat kamu berpuasa selama berjam-jam, kadar gula darah dalam tubuh biasanya berada pada level yang lebih rendah dari biasanya. Ketika berbuka dengan makanan yang sangat manis seperti sirup, es buah dengan gula, atau kue manis, tubuh akan menyerap gula dengan sangat cepat.

Akibatnya, kadar gula darah melonjak dalam waktu singkat. Kondisi ini dikenal sebagai spike gula darah. Lonjakan ini memang memberi energi cepat, tetapi efeknya hanya berlangsung sebentar.

Produksi Insulin Berlebihan

Ketika gula darah meningkat drastis, pankreas akan segera memproduksi hormon insulin dalam jumlah besar. Fungsi insulin adalah membantu sel tubuh menyerap gula dari darah untuk dijadikan energi.

Baca Juga: Jaga Gula Darah Seharian, Penderita Diabetes Wajib Atur Pola Makan

Namun jika gula yang masuk terlalu banyak sekaligus, tubuh bisa menghasilkan insulin berlebih. Akibatnya, gula darah justru turun terlalu cepat setelahnya. Penurunan mendadak inilah yang sering menyebabkan tubuh terasa lemas, mengantuk, bahkan pusing setelah makan makanan manis.

Kondisi ini sering disebut sebagai reactive hypoglycemia, yaitu penurunan gula darah setelah lonjakan tinggi sebelumnya.

Tubuh Mengalihkan Energi untuk Pencernaan

Selain perubahan gula darah, tubuh juga membutuhkan energi cukup besar untuk mencerna makanan, terutama makanan tinggi gula dan karbohidrat sederhana. Setelah berbuka, aliran darah lebih banyak diarahkan ke sistem pencernaan.

Hal ini bisa membuat otak menerima sedikit lebih sedikit suplai energi sementara waktu, sehingga muncul rasa kantuk atau lelah setelah makan.

Makanan dengan Gula Tersembunyi

Tidak semua makanan yang terasa manis saja yang mengandung gula tinggi. Banyak makanan sehari-hari sebenarnya memiliki gula tersembunyi yang sering tidak disadari, seperti:

  • Saus tomat dan saus sambal
  • Yogurt dengan rasa buah
  • Sereal sarapan
  • Roti kemasan
  • Granola
  • Minuman kemasan seperti teh botol atau jus kemasan
  • Minuman kopi kekinian dengan sirup tambahan

Makanan dan minuman tersebut sering dianggap sehat, tetapi sebenarnya dapat mengandung gula tambahan yang cukup tinggi.

Load More