Suara.com - Hari Raya Idul Fitri 2026 menjadi momen yang sangat dinantikan oleh banyak orang. Selain berkumpul bersama keluarga, banyak orang yang menanti Tunjangan Hari Raya (THR). Di Indonesia, THR sudah jadi tradisi tahunan yang identik dengan lebaran, baik sebagai tunjangan dari perusahaan kepada karyawan atau uang yang dibagikan kepada anak-anak dan anggota keluarga.
Meski demikian, tak banyak yang mengetahui jika tradisi satu ini mempunyai sejarah panjang. THR tak hanya muncul begitu saja, namun berkembang dari kebijakan pemerintah sampai akhirnya menjadi kebiasaan sosial yang melekat di kehidupan masyarakat.
Faktanya, tradisi berbagi uang saat Lebaran diklaim sudah ada sejak masa Kerajaan Mataram Islam yang terjadi pada abad ke-16 hingga ke-18. Pada masanya, para raja dan bangsawan memberi hadiah berupa uang baru kepada anak-anak para pengikutnya ketika lebaran tiba.
Dikutip dari berbagai sumber, pemberian THR Idul Fitri dilakukan sebagai bentuk rasa syukur setelah menjalani ibadah puasa selama sebulan penuh. Tradisi tersebut juga disebut berhubungan dengan budaya sedekah dalam Islam yang mendorong umat muslim untik berbagi dengan sesama, terutama selama bulan Ramadan dan ketika Hari Raya Idul Fitri.
Dari situlah, berkembang akulturasi antara nilai keagamaan serta kebiasaan sosial lalu berkembang menjadi tradisi berbagi uang Lebaran di lingkup masyarakat. Bahkan, kini memberi THR terasa wajib dilakukan terutama setiap Lebaran tiba.
Meski begitu, tidak semua kondisi orang sama. Ada yang gajinya cukup untuk makan sehari-hari, ada yang sedang memulai bisnis, ada yang sedang mempersiapkan sebuah acara dan lain sebagainya. Namun, tidak semua orang paham dengan kondisi keuangan kita.
Beberapa bahkan, secara blak-blakan menanyakan THR-nya mana? Padahal kita sama sekali atau belum menyiapkannya. Atau justru sebaliknya, sebenarnya kita sudah menyiapkan ya namun sebagai candaan kita sengaja menundanya. Oleh karena itu, alangkah baiknya jika kita menjawab dengan kata-kata yang tetap sopan dan mudah dipahami.
Cara Menjawab THR-nya Mana?
Menjawab pertanyaan "THR-nya mana?" Dapat disesuaikan dengan situasi, apakah dijawab secara serius (kepada HRD/atasan) atau santai/bercanda (kepada teman, keluarga dan sanak saudara). Berikut ini adalah beberapa cara menjawab berdasarkan konteksnya:
1. Jawaban Santai atau Bercanda (Teman, Saudara, Pasangan)
Baca Juga: Ditanya "Sekarang Kerja di Mana" saat Jobless? Begini Cara Ngeles secara Elegan
- "Lagi OTW di rekening, sabar ya, jangan bikin makin panik!"
- "THR? (T)ak (H)arus (R)aya, yang penting kita bisa bertemu dan sehat! (Diselingi tawa)."
- "THR-nya sudah habis sebelum cair, kena 'potongan' cicilan impian dan tabungan masa depan."
- "Waduh, pertanyaannya lebih tajam dari silet! Minta ke bos aku langsung aja. (Sambil tertawa)"
- "Aman, sudah cair! Mau ditransfer berapa miliar nih?" (kalau berani).
- "Datang-datang langsung dipalak, tanyain kabar dulu kek. (Sambil ketawa)."
- "THR-nya ketunda soalnya masih terjebak macet."
- "Aman udah aku siapin satu orang satu gepok THR-nya."
- "Jangan khawati, THR udah aku siapin khusus buat adik tersayangku."
- "Mau THR? Bilang aku cantik dulu dong."
- "THR-nya sedang dicetak makanya lama beud."
2. Jawaban Profesional (Kepada HRD atau Atasan)
Apabila ditanya oleh rekan kerja atau staf, pastikan Anda menjawab sesuai aturan. Berikut beberapa contoh jawaban THR-nya mana secara lebih formal:
- "Sesuai peraturan, THR akan dicairkan paling lambat H-7 lebaran (akhir bulan ini/awal bulan depan). Mohon sabar dan ditunggu dengan tenang ya."
- "Sedang diproses oleh tim finance, diusahakan sebelum tanggal [sebutkan waktunya] sudah masuk ke rekening masing-masing."
- "Berdasarkan surat edaran, THR 2026 dibayarkan penuh dan tidak akan dicicil. Kita tunggu tanggal cairnya.".
Makna THR yang Semakin Luas
Seiring dengan perkembangan zaman dan perubahan generasi, makna THR lebaran pun maki luas. Apabila di masa lampau, THR hanya dikenal sebagai tunjangan yang diberikan oleh orang dewasa ke anak kecil atau perusahaan kepada karyawan, kini istilah itu juga digunakan untuk berbagi kebahagiaan menjelang Lebaran.
Misalnya, seseorang yang memberikan THR Berupa uang kepada orang tua, saudara, ataupun anak sebagai hadiah atau ungkapan rasa syukur. Bahkan, tak jarang orang memberikan THR kepada keponakan atau anak-anak di lingkungan sekitar.
Saat ini, bentuk THR juga tak selalu berupa uang tunai. Terkadang, pemberian THR Lebatan bisa berupa bingkisan, sembako, makanan khas Lebaran, baju Idul Fitri, maninan atau hadiah lainnya.
Bahkan, di era digital seperti saat ini, sebagian orang bahkan mulai memberikan THR melalui aplikasi digital berupa transfer bank atau dompet digital. Meskipun bentuknya berubah seiring perkembangan zaman, namun makna utama dari THR tetap sama, yaitu simbol berbagi kebahagiaan, rasa syukur, serta bentuk kepedulian terhadap sesama ketika perayaan Hari Raya Idul Fitri.
Demikian tadi cara menjawab THR-nya mana? Dengan jawaban yang sopan dan mudah dipahami maka orang akan paham dengan tujuanmu. Semoga membantu!
Kontributor : Putri Ayu Nanda Sari
Berita Terkait
Terpopuler
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Tak Terima Ditahan KPK, Titin Rita Lestari Bongkar Peran Atasan di Kasus Suap BPK Muara Enim
- Indonesia Sudah Capek! Mahasiswa UI Serukan Demo di Bundaran HI, Tuntut Prabowo Akui Kesalahan
- Peluang Baru Terbuka, Kehidupan 4 Shio Ini Diprediksi Semakin Membaik Mulai 10 Juni 2026
- Beredar 24 Nama Terseret Kasus BGN, Kuasa Hukum Sony Sonjaya: Nama Itu Sudah Diserahkan ke Penyidik
Pilihan
-
Ngotot Mau Demo di Bundaran HI Meski Dihadang Aparat, Mahasiswa: Istana dan DPR Tak Mendengar Kami!
-
'Kalau Semua Diam, Siapa yang Akan Bicara?' Alasan Zaskia Adya Mecca Dukung Aksi Mahasiswa
-
Silakan Tabrak Kami! Polisi Tantang Massa Mahasiswa UI yang Nekat ke Bundaran HI
-
Mahasiswa Belum Muncul, Begini Kondisi Terkini Bundaran HI Jelang Aksi 12 Juni
-
Harry de Fretes Bagikan Kabar Haji Bolot Meninggal, Keluarga: Hoaks, Itu Orang Kurang Kerjaan
Terkini
-
3 Varian Sunscreen Emina Paling Laris di Shopee, Bikin Kulit Jadi Lebih Glowing
-
Peritel Fashion Mulai Kenakan Biaya Retur, Bisakah Benar-Benar Kurangi Limbah?
-
Nonton Piala Dunia 2026 Gratis di Mana? Pemilik TV Lama Jangan Buru-buru Beli Baru
-
Lokasi Nobar Resmi Piala Dunia 2026 Bareng Telkomsel dan MAXStream, dari Sumatra hingga Maluku
-
Urutan Skincare yang Benar Harus Double Cleansing? Ini Kata Dokter Kulit untuk Jaga Skin Barrier
-
Cara Langganan Folaplay untuk Nonton Piala Dunia 2026 di HP
-
Cara Mengetahui Weton dari Tanggal Lahir dan Tahun, Cek Hitungan Neptu dan Arti Watak
-
5 Barang yang Dilarang Ada di Rumah Menurut Feng Shui, Diyakini Bisa Bawa Sial
-
AI Jadi Mesin Utama Fast Fashion: Riset Soroti Dampaknya bagi Pasar dan Lingkungan
-
Mengapa Fast Fashion Masih Diminati Meski Berdampak Buruk bagi Lingkungan?