Lifestyle / Food & Travel
Rabu, 18 Maret 2026 | 12:00 WIB
Ilustrasi kue nastar. (Dok: Pixabay/Tifani Topan)

Suara.com - Menjelang hari raya, dapur sering kali berubah menjadi ruang penuh cerita. Aroma manis nanas yang dimasak perlahan, berpadu dengan wangi butter yang menguar dari oven, menjadi penanda bahwa nastar sedang dipersiapkan. Kue kecil berwarna keemasan ini bukan hanya pelengkap meja tamu, tetapi juga simbol kehangatan dan kebersamaan.

Namun di balik tampilannya yang sederhana, membuat nastar yang lembut dan tidak mudah hancur membutuhkan perhatian pada banyak hal kecil. Ada proses yang tidak bisa terburu-buru, ada keseimbangan yang harus dijaga. Berikut adalah langkah-langkah yang sering kali menjadi pembeda antara nastar biasa dan nastar yang benar-benar istimewa.

1. Memulai dari bahan yang tepat

Segalanya dimulai dari pemilihan bahan. Butter memberikan rasa gurih yang khas, sementara margarin membantu menjaga struktur kue agar tidak terlalu rapuh. Kuning telur menambah kelembutan sekaligus memberi warna alami yang cantik. Tepung terigu protein rendah pun dipilih agar tekstur tetap halus dan tidak keras.

2. Menjaga keseimbangan lemak dalam adonan

Di tahap ini, ketelitian mulai diuji. Terlalu banyak butter memang membuat nastar terasa lumer, tetapi sering kali membuatnya mudah hancur. Sebaliknya, jika margarin lebih dominan, kue akan lebih kokoh namun kehilangan sensasi lembutnya. Perpaduan keduanya harus pas, seperti meracik harmoni rasa dan tekstur dalam satu gigitan.

3. Mengolah adonan dengan sentuhan ringan

Adonan nastar tidak membutuhkan tenaga berlebih. Ia justru “menyukai” perlakuan yang lembut. Mengaduk terlalu lama hanya akan membuat tekstur menjadi keras. Cukup campurkan bahan hingga menyatu, tanpa perlu memaksanya menjadi terlalu kalis.

Di tahap ini, Anda bisa menggunakan Mito Mixer Maxi (MX700) yang dirancang untuk membantu menghasilkan adonan dengan tekstur lebih lembut dan konsisten. Mixer ini memiliki kecepatan yang stabil dan presisi sehingga proses pencampuran adonan menjadi lebih merata, cepat, dan efisien.

Baca Juga: 10 Pantun Mudik Lebaran 2026 Lucu dan Menghibur untuk Keluarga

Performanya yang stabil, mixer ini mampu mencampur adonan ringan dalam waktu sekitar 4 menit, sementara adonan yang lebih berat dapat mencapai tekstur kalis dalam waktu sekitar 15 menit, sehingga proses pembuatan kue menjadi lebih praktis dan optimal.

4. Memasak selai nanas hingga sempurna

Bagian ini sering dianggap sepele, padahal justru sangat menentukan. Selai nanas harus dimasak hingga cukup kering, tidak berair, dan bisa dibentuk dengan mudah. Saat selai sudah mencapai tekstur yang tepat, aromanya akan terasa lebih pekat dan menggoda, seolah memberi karakter kuat pada setiap nastar yang dibuat.

5. Membentuk dengan penuh ketelatenan

Momen membentuk nastar adalah saat di mana kesabaran benar-benar diuji. Adonan dibungkus rapi mengelilingi selai, tidak terlalu tipis agar tidak bocor, dan tidak terlalu tebal agar tetap lembut saat digigit. Setiap bulatan kecil terasa seperti hasil karya tangan yang penuh perhatian.

6. Memanggang dengan suhu yang bersahabat

Load More