Suara.com - Hari Raya Nyepi merupakan salah satu hari besar keagamaan bagi umat Hindu, khususnya di Indonesia. Perayaan ini dikenal sebagai Hari Raya Nyepi Tahun Baru Saka, yaitu pergantian tahun dalam kalender Saka yang digunakan dalam tradisi Hindu. Pada hari ini, umat Hindu melakukan berbagai ritual penyucian diri serta menjalani hari yang penuh ketenangan.
Banyak orang sering bertanya, Nyepi 2026 jatuh pada Tahun Saka berapa? Hari Raya Nyepi tahun 2026 diperingati sebagai Tahun Baru Saka 1948. Berdasarkan kalender nasional Indonesia, Nyepi biasanya jatuh sekitar bulan Maret. Pada tahun 2026, Nyepi diperkirakan berlangsung pada Sabtu, 21 Maret 2026.
Perayaan ini menandai pergantian tahun dari Saka 1947 ke Saka 1948. Kalender Saka sendiri memiliki selisih sekitar 78 tahun dengan kalender Masehi. Oleh karena itu, angka tahun dalam kalender Saka selalu lebih kecil dibanding kalender Masehi. Sebagai contoh, ketika kalender Masehi menunjukkan tahun 2026, maka kalender Saka memasuki tahun 1948.
Kalender Saka merupakan sistem penanggalan yang berasal dari India dan telah digunakan sejak berabad-abad lalu dalam tradisi Hindu. Kalender ini mulai dihitung sejak tahun 78 Masehi yang dianggap sebagai awal era Saka.
Dalam praktiknya, kalender Saka digunakan oleh umat Hindu untuk menentukan berbagai hari raya keagamaan, termasuk Nyepi. Sistem penanggalan ini juga memadukan unsur perhitungan matahari dan bulan sehingga tanggal-tanggalnya dapat berbeda setiap tahun dalam kalender Masehi.
Di Indonesia, kalender Saka sangat erat kaitannya dengan tradisi masyarakat Hindu di Bali, yang masih mempertahankan berbagai upacara berdasarkan penanggalan tersebut.
Makna Hari Raya Nyepi
Nyepi bukan sekadar perayaan tahun baru biasa. Hari ini memiliki makna spiritual yang sangat mendalam bagi umat Hindu. Nyepi menjadi momen untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan pikiran, serta memperbaiki hubungan dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.
Berbeda dengan perayaan tahun baru lainnya yang biasanya dirayakan dengan pesta dan keramaian, Nyepi justru dijalani dengan suasana yang sangat tenang. Selama satu hari penuh, aktivitas masyarakat di Bali hampir sepenuhnya berhenti. Bahkan bandara, pelabuhan, jalan raya, dan berbagai tempat umum juga ditutup sementara sebagai bentuk penghormatan terhadap perayaan ini.
Baca Juga: 1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas
Pada Hari Raya Nyepi, umat Hindu menjalankan empat pantangan yang dikenal dengan istilah Catur Brata Penyepian. Keempat pantangan ini menjadi inti dari pelaksanaan Nyepi.
Pantangan pertama adalah Amati Geni, yaitu tidak menyalakan api atau lampu serta mengendalikan hawa nafsu. Pantangan kedua adalah Amati Karya, yaitu tidak melakukan pekerjaan atau aktivitas fisik.
Pantangan ketiga adalah Amati Lelungan, yaitu tidak bepergian ke luar rumah. Sementara pantangan keempat adalah Amati Lelanguan, yaitu tidak melakukan hiburan atau kegiatan yang bersifat bersenang-senang. Melalui keempat pantangan ini, umat Hindu diajak untuk lebih fokus pada refleksi diri dan spiritualitas.
Perayaan Nyepi juga didahului oleh beberapa rangkaian upacara penting. Salah satu yang paling dikenal adalah Melasti, yaitu ritual penyucian diri yang biasanya dilakukan di laut atau sumber air suci. Selain itu, ada juga tradisi Tawur Kesanga, yaitu upacara yang bertujuan menyeimbangkan hubungan manusia dengan alam semesta.
Pada malam sebelum Nyepi, masyarakat Bali biasanya mengadakan pawai ogoh-ogoh, yaitu arak-arakan patung besar yang melambangkan unsur negatif atau kejahatan. Setelah diarak keliling desa, ogoh-ogoh biasanya dibakar sebagai simbol pembersihan diri dari energi buruk.
Hari Raya Nyepi tidak hanya menjadi perayaan keagamaan, tetapi juga simbol keharmonisan antara manusia, alam, dan Tuhan. Tradisi ini mengajarkan pentingnya menjaga keseimbangan hidup serta memberikan waktu bagi alam untuk beristirahat.
Menariknya, suasana hening selama Nyepi sering membuat langit di Bali terlihat lebih bersih dan udara terasa lebih segar karena minim aktivitas manusia.
Dengan demikian, Nyepi 2026 yang menandai Tahun Baru Saka 1948 menjadi momentum penting bagi umat Hindu untuk memulai tahun baru dengan hati yang bersih, pikiran yang tenang, serta semangat baru dalam menjalani kehidupan.
Kontributor : Nadia Lutfiana Mawarni
Berita Terkait
-
Jelang Nyepi, Bandara Ngurah Rai Dipadati Puluhan Ribu Penumpang
-
Bersamaan dengan Nyepi, Takbiran Idulfitri di Bali Digelar Tanpa Pengeras Suara
-
1.506 Narapidana dan Anak Binaan Dapat Remisi Nyepi 2026, 4 Langsung Bebas
-
Masyarakat Tetap Bisa Akses Layanan Informasi KPK saat Libur Panjang Nyepi dan Lebaran
-
25 Ucapan Selamat Nyepi 2026 yang Penuh Makna dan Menyejukkan Hati
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
-
BREAKING NEWS: Kantor Dinas Pendidikan Sulsel Digeledah Kejati
Terkini
-
Pompa Air Paling Bagus dan Awet Merk Apa? Ini 4 Pilihan Terbaik Versi Review Pengguna
-
4 Cushion Terbaik untuk Kulit Berminyak, Hasil Matte dan Oil Control Tahan Lama
-
Apa Itu Longevity dalam Parfum? Ini 4 Pilihan dengan Aroma Tahan Lama
-
Good Duck Hadirkan 'Ducks After Dark': Ruang Refleksi yang Aman, Ringan dan Menyenangkan
-
3 Lipstik Wardah Paling Laris di Shopee, Pembeli Akui Tidak Lengket, Transferproof dan Tahan Lama
-
Mengapa Hotel Sultan Jakarta Dieksekusi? Ini Sejarah dan Akar Sengketa
-
Bedak Sariayu untuk Kulit Sawo Matang Nomor Berapa? Ini Panduan agar Tak Salah Pilih
-
Siapa Wakil Ketua BEM UI 2026? Ini Profil Fatimah Azzahra, Jadi Sorotan usai Adu Argumen soal MBG
-
Saat Celana Jadi Masalah: Perjuangan Pria Berbadan Besar Mencari Pakaian yang Pas dan Kekinian
-
4 Parfum Lokal yang Tercium dari Jarak Jauh, Wanginya Mencuri Perhatian