Lifestyle / Komunitas
Jum'at, 20 Maret 2026 | 08:12 WIB
ilustrasi tradisi sungkem (Google Gemini)
Baca 10 detik
  • Tradisi sungkem saat Lebaran adalah ritual sakral untuk memohon ampunan dengan mencium tangan kerabat yang lebih tua.
  • Artikel menyajikan 35 contoh ucapan sungkem formal dan tulus yang dapat disesuaikan untuk orang tua, mertua, dan sanak saudara.
  • Prosedur sungkem yang benar dilakukan pagi hari setelah salat Idulfitri, dengan posisi berlutut atau jongkok sebagai penghormatan.

Suara.com - Lebaran Idulfitri bukan hanya saat makan ketupat dan silaturahmi, tapi juga momen paling sakral untuk memohon maaf.

Tradisi sungkem — mencium tangan orang tua, kakek-nenek, atau saudara yang lebih tua — adalah wujud penghormatan dan permintaan ampun yang tulus.

Ucapan sungkem lebaran yang diucapkan saat sungkem harus datang dari hati, sopan, dan penuh rasa hormat.

Berikut 35 ucapan sungkem Lebaran dalam Bahasa Indonesia yang bisa Anda pakai. Cocok untuk orang tua, mertua, kakek-nenek, atau kakak-adik.

Salin, sesuaikan panggilan, dan ucapkan dengan mata yang berkaca-kaca!

Ucapan Umum yang Cocok untuk Semua Orang (1-10)

1. “Saya mohon maaf lahir dan batin atas segala kesalahan yang telah saya perbuat selama ini, baik yang disengaja maupun tidak. Semoga Allah memberikan ampunan kepada kita semua.”

2. “Dengan penuh kerendahan hati, saya sungkem dan memohon ampun atas segala dosa dan khilaf saya. Mohon maafkanlah saya, [Panggilan].”

3. “Maaf lahir batin, Bapak/Ibu. Atas segala perbuatan yang pernah menyakiti hati dan perasaan Bapak/Ibu selama bertahun-tahun.”

4. “Saya memohon pengampunan lahir dan batin. Semoga di Lebaran ini kita semua diberkahi kebahagiaan dan kedamaian yang abadi.”

Baca Juga: Kasus Kebakaran Meningkat, Pemprov DKI Minta Warga Tak Lengah Tinggalkan Rumah Saat Mudik

5. “Mohon maafkan segala ketidakpatuhan, kelalaian, dan sikap saya yang kurang berbakti. Saya tulus meminta ampun.”

6. “Dalam momen suci Idul Fitri ini, saya sungkem memohon maaf atas semua kata-kata kasar, sikap egois, dan perbuatan yang tidak terpuji.”

7. “Saya mohon ampun atas segala kesalahan yang membuat Bapak/Ibu khawatir, sedih, atau kecewa. Maaf lahir batin yang sedalam-dalamnya.”

8. “Ampuni saya yang kadang lupa diri, lupa waktu, dan lupa berterima kasih atas segala pengorbanan yang Bapak/Ibu berikan.”

9. “Dengan rendah hati, saya memohon maaf lahir batin. Semoga Allah menyatukan hati kita kembali dalam keharmonisan yang lebih indah.”

10. “Saya sungkem tulus meminta pengampunan atas segala dosa saya terhadap keluarga. Mari kita mulai lembaran baru yang lebih baik.”

Load More