News / Nasional
Kamis, 19 Maret 2026 | 16:35 WIB
Paminbinwas Subdit Dakgar Dirgakkum Korlantas Polri Ipda Hanny Neno. (Suara.com/Dea)
Baca 10 detik
  • Penyebab kemacetan Tol Jakarta-Cikampek dan MBZ pada 19 Maret 2026 adalah volume kendaraan sangat tinggi.
  • Faktor lain kemacetan termasuk kendaraan mogok dan perlambatan saat keluar masuk rest area tol.
  • Volume kendaraan keluar Jakarta naik 4,35% dan masuk Jakarta melonjak 14,24% dibandingkan tahun lalu.

Suara.com - Paminbinwas Subdit Dakgar Dirgakkum Korlantas Polri Ipda Hanny Neno menjelaskan alasan terjadinya kemacetan panjang di ruas Tol Jakarta-Cikampek hingga Jalan Layang Tol Sheikh Mohammed bin Zayed (MBZ), Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat pada Kamis (19/3/2026) hari ini.

Menurut dia, kemacetan, khususnya di kawasan MBZ, dipicu oleh tingginya volume kendaraan yang melintas dalam waktu bersamaan. Selain itu, dia juga menyebut kemacetan bisa terjadi karena sejumlah faktor lainnya.

“Bisa kemungkinan ada kejadian misalnya ada suatu kendaraan misalnya mesinnya rusak, dia harus menepi," kata Hanny di Kantor Kementerian Perhubungan (Kemenhub), Jakarta Pusat, Kamis (19/3/2026).

Dia menilai arus keluar masuk rest area juga turut memperlambat laju kendaraan di tol.

"Dari rest area dia keluar untuk masuk ke tol lagi kan pelan, jadi untuk kecepatan mobil yang ini kan lebih mulai mengurang, mengurang, dan akan menghambat juga," ucap Hanny.

Lebih lanjut, Hanny menjelaskan kepadatan ini tidak sampai membuat lalu lintas berhenti total, namun kendaraan hanya melaju perlahan.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Pusat Kebijakan Keselamatan dan Keamanan Transportasi Kementerin Perhubungan (Kemenhub) sekaligus Ketua Posko Harian Angkutan Lebaran 2026 Bernadette Endah Sekar Mayashanti mengatakan arus kendaraan di jalan tol mengalami peningkatan.

Menurut dia, jumlah kendaraan yang keluar dari gerbang tol Jakarta tercatat naik 4,35 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu.

Kemudian, Bernadette juga menyebut kendaraan yang masuk ke Jakarta justru melonjak lebih tinggi, yakni sebesar 14,24 persen.

Baca Juga: Laka Lantas Meningkat, Lelah dan Lalai Nyalip Jadi Pemicu Utama Kecelakaan saat Mudik 2026

Di wilayah Jabodetabek, pergerakan kendaraan baik yang keluar maupun masuk melalui gerbang tol tercatat meningkat sebesar 0,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025.

Load More