Suara.com - Setelah menjalani ibadah puasa Ramadan selama sebulan penuh, umat Muslim disunahkan melanjutkan ibadah dengan puasa enam hari di bulan Syawal.
Amalan ini memiliki keutamaan besar karena pahalanya disebut setara dengan berpuasa sepanjang tahun.
Namun, banyak orang masih bertanya-tanya, kapan sebenarnya waktu terbaik untuk memulai puasa Syawal? Apakah boleh langsung setelah Lebaran, atau harus menunggu beberapa hari?
Memahami waktu yang tepat sangat penting agar ibadah yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat sekaligus memberikan manfaat spiritual yang maksimal.
Mengenal Puasa Syawal dan Keutamaannya
Puasa Syawal adalah puasa sunah selama enam hari di bulan Syawal, yaitu bulan setelah Ramadan. Amalan ini sangat dianjurkan dalam Islam.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Muslim, disebutkan bahwa siapa yang berpuasa Ramadan lalu diikuti dengan enam hari puasa di bulan Syawal, maka pahalanya seperti berpuasa sepanjang tahun.
Hal ini karena dalam konsep pahala Islam, satu kebaikan dilipatgandakan sepuluh kali. Jika Ramadan berlangsung sekitar 30 hari, maka pahalanya setara 300 hari.
Ditambah enam hari puasa Syawal yang setara 60 hari, totalnya menjadi sekitar 360 hari atau hampir satu tahun penuh.
Karena itulah, banyak umat Muslim berusaha tidak melewatkan kesempatan menjalankan puasa sunnah ini setiap tahun.
Baca Juga: Tunaikan Zakat Fitrahmu, Dapatkan Manfaat Besar yang Belum Tentu Diperoleh Tahun Depan
Kapan Puasa Syawal Bisa Dimulai?
Puasa Syawal tidak boleh dilakukan pada hari pertama Syawal, yaitu saat Hari Raya Idulfitri.
Pada hari tersebut, umat Islam justru dianjurkan untuk merayakan kemenangan setelah Ramadan dan diharamkan berpuasa. Artinya, puasa Syawal baru boleh dimulai sehari setelah Idulfitri.
Sebagai contoh untuk tahun 2026, Hari Raya Idulfitri 1447 H ditetapkan jatuh pada 21 Maret 2026.
Dengan demikian, puasa Syawal mulai bisa dilakukan sekitar 22 Maret 2026 hingga pertengahan April 2026, karena puasa ini boleh dilaksanakan kapan saja selama bulan Syawal berlangsung.
Apakah Harus Langsung Setelah Lebaran?
Banyak orang memilih memulai puasa Syawal segera setelah Idulfitri, misalnya tanggal 2 Syawal.
Namun sebenarnya, tidak ada kewajiban untuk melakukannya secara langsung atau berturut-turut. Puasa Syawal memiliki beberapa fleksibilitas:
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- Urutan Skincare Wardah Pagi dan Malam untuk Wajah Bercahaya
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Apa Arti Smudge Proof? Ini 4 Lipstik Tahan Geser yang Awet Seharian
-
4 Shio Paling Hoki 7 Mei 2026: Rezeki Mengalir, Karier dan Cinta Bersinar Besok
-
Apa Beda Waterproof dan Transferproof? Ini 5 Cushion dengan Dua Kelebihan Sekaligus
-
Cushion Somethinc Copy Paste untuk Kulit Apa? Ini Harga dan Kelebihan Produknya
-
Ella Skincare Apakah Sudah BPOM? Ini Faktanya
-
Keberuntungan Berpihak ke 5 Shio Ini Pada 7 Mei 2026, Siap-Siap Cuan!
-
Suka Wangi Minimalis? Intip 7 Parfum Aroma Clean dari Harga Lokal Hingga Luxury
-
5 Sepatu Lari Lokal Terbaik yang Cocok Dipakai Kerja dan Aktivitas Harian, Cek di Sini!
-
Urutan Skincare Pakai Toner yang Benar Menurut Dokter, Sesuaikan Jenisnya!
-
5 Rekomendasi Daily Cream Viva Cosmetics, Murah tapi Efektif untuk Rawat Kulit