- Salam tempel yaitu pemberian uang amplop saat Lebaran.
- Secara hukum Islam dikategorikan sebagai hibah tanpa mengharapkan balasan.
- Umat muslim dianjurkan menerima salam tempel sebagai bentuk hadiah agar tidak menyinggung perasaan pemberi.
Suara.com - Momen Hari Raya Idulfitri di Indonesia tidak hanya identik dengan ketupat dan opor ayam, tetapi juga sebuah tradisi yang sangat dinanti oleh anak-anak maupun remaja, yaitu salam tempel.
Istilah salam tempel merujuk pada pemberian sejumlah uang di dalam amplop kecil yang dibagikan oleh kerabat yang berpenghasilan kepada orang tua atau saudara yang lebih muda.
Namun bagaimana sebenarnya hukum menerima salam tempel saat Lebaran? Apakah ini termasuk praktik yang diperbolehkan atau justru mendekati sesuatu yang dilarang?
Merujuk pada penjelasan dari NU Online Jatim, berikut adalah ulasan lengkap mengenai hukum Islam balik tradisi salam tempel.
Salam Tempel dalam Islam
Secara hukum Islam, praktik memberikan atau menerima salam tempel dikategorikan sebagai Hibah.
Hibah adalah pemberian harta milik seseorang kepada orang lain secara sukarela tanpa adanya imbalan atau balasan yang diharapkan.
Umat muslim sendiri diperbolehkan untuk menerima salam tempel. Hal tersebut seperti yang dituliskan Sayyid Abdullah bin Alawi al-Haddad dalam kitabnya berjudul Risâlatul Mu‘âwanah wal Mudhâharah wal Muwâzarah.
Disebutkan bahwa seorang muslim tidak boleh menyinggung perasaan dengan menolak pemberian.
Baca Juga: SBY dan Jokowi Dijadwalkan Silaturahmi Lebaran ke Istana Temui Prabowo Sore Ini, Bagaimana Megawati?
"Janganlah engkau menyinggung perasaan seorang Muslim dengan menolak pemberian (hadiah) darinya, padahal engkau mengetahui bahwa sesuatu yang sampai ke tanganmu sejatinya berasal dari Allah subhanahu wa ta’ala, dan sesungguhnya orang yang menyampaikannnya kepadamu hanyalah perantara yang dikendalikan dan dipaksa (oleh Allah subhanahu wa ta’ala)." (Dar al-Hawi, 1994, hal. 140)
"Rasulullah SAW bersabda: ‘Barangsiapa datang kepadanya suatu pemberian tanpa ia memintanya atau menunjukkan keinginan untuk memperolehnya, lalu ia menolaknya, sesungguhnya ia menolak pemberian Allah subhanahu wa ta’ala," (Dar al-Hawi, 1994, hal. 140)
Batasan dan Etika dalam Salam Tempel
Salam tempel sering kali menjadi "pintu masuk" atau simbol keakraban antar anggota keluarga besar yang mungkin jarang bertemu sepanjang tahun.
Pemberian ini bukan sekadar soal nominal uang, melainkan bentuk perhatian dan kasih sayang dari orang tua kepada yang lebih muda.
Hal ini sejalan dengan anjuran Islam untuk saling memberi hadiah agar tumbuh rasa saling mencintai (tahadu tahabbu).
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Warga Cianjur Gagal Rayakan Lebaran Gara-gara Kena Tipu Paket Sembako Bodong
- Lebaran 2026 Tanggal Berapa? Cek Jadwal Idulfitri Pemerintah, NU, Muhammadiyah, dan Negara Lain
- 61 Kode Redeem FF Max Terbaru 20 Maret 2026: Raih THR Idul Fitri, AK47 Lava, dan Joker
- 30 Link Twibbon Idul Fitri 2026 Simpel Elegan, Cocok Dibagikan ke Grup Kantor dan Rekan Kerja
- 7 HP Samsung Terbaik untuk Orang Tua: Layar Besar, Baterai Awet
Pilihan
-
Skandal Dean James Melebar! Pakar Hukum Belanda Sebut Status WNI Jadi Masalah Utama
-
Serangan AS-Israel di Malam Takbiran Tewaskan Jubir Garda Revolusi Iran
-
Mencekam! Jirayut Terjebak Baku Tembak di Thailand
-
Pak Menteri Siap Potong Gaji? Siasat Prabowo Hadapi Krisis Global Contek Pakistan
-
Kabar Duka! Pemilik Como 1907 Sekaligus Bos Djarum Meninggal Dunia
Terkini
-
Staycation Lebaran Makin Seru! Intip Kemewahan Baru Mercure Jakarta Grogol yang Penuh Sentuhan Lokal
-
Anti-Mainstream! Coba Resep Puding Susu Karamel Ini untuk Maniskan Momen Lebaran Keluarga
-
6 Buah untuk Turunkan Asam Urat Tinggi Pasca Lebaran secara Alami, Konsumsi Rutin
-
Kapan Lebaran Ketupat 2026? Ini Jadwal dan Makna Perayaannya
-
Bank Buka Kapan Setelah Lebaran? Ini Jadwal Operasional BRI, BCA, hingga Mandiri
-
Tips Menyimpan Kue Kering Sisa Lebaran agar Tetap Renyah dan Tidak Melempem
-
7 Amalan Sunah di Bulan Syawal yang Dianjurkan dalam Islam, Jangan Terlewat!
-
5 Tempat Wisata di Jogja yang Tetap Buka saat Lebaran, Tiket Masuk Mulai Rp10 Ribuan
-
Kapan Puncak Arus Balik Lebaran 2026? Ini Prediksi dan Tips Hindari Macet
-
Jadwal Operasional Transportasi Publik Selama Libur Lebaran 2026: Transjakarta, MRT, dan KRL