Lifestyle / Komunitas
Minggu, 22 Maret 2026 | 14:09 WIB
ilustrasi puasa syawal [Istimewa]
Baca 10 detik
  • Puasa Syawal enam hari merupakan sunnah muakkadah yang dianjurkan dilaksanakan setelah Ramadan, idealnya dimulai 2 Syawal.
  • Keutamaan utama puasa ini, berdasarkan hadits Abu Ayyub Al-Anshari, setara pahala puasa satu tahun penuh.
  • Pelaksanaan puasa ini memerlukan niat harian sebelum fajar, meskipun boleh dilakukan terpisah selama masih di bulan Syawal.

Artinya: “Saya niat puasa pada esok hari untuk menunaikan puasa sunnah enam hari dari bulan Syawal karena Allah Ta’ala.”

Jika lupa niat malam hari, boleh berniat di pagi hari sebelum zawal (sebelum waktu zuhur):

نَوَيْتُ صَوْمَ هَذَا الْيَوْمِ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ الشَّوَّالِ لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma hâdzal yaumi ‘an adâ’i sunnatis Syawwali lillahi ta‘âlâ.

Artinya: “Aku berniat puasa sunnah Syawal hari ini karena Allah.”

Niat cukup diucapkan dalam hati, namun dianjurkan dilafalkan agar lebih mantap.

Tata Cara Puasa Syawal 6 Hari

Tata cara puasa Syawal sama seperti puasa sunnah lainnya. Berikut langkah-langkahnya:

1. Waktu Pelaksanaan: Dimulai setelah Hari Raya Idul Fitri (tanggal 2 Syawal). Tidak boleh pada 1 Syawal karena hari itu wajib berhari raya dan dilarang berpuasa.

2. Niat: Dibaca setiap malam sebelum tidur atau sebelum fajar. Sebaiknya dilakukan setelah shalat Isya atau Tarawih.

Baca Juga: Puasa Syawal Mulai Kapan? Ini Hukum Menggabungkannya dengan Qadha Ramadan

3. Pelaksanaan Puasa: Menahan diri dari makan, minum, hubungan suami-istri, dan segala yang membatalkan puasa mulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari (maghrib). Sahur dianjurkan untuk menambah kekuatan.

4. Urutan Pelaksanaan: Dianjurkan dikerjakan secara berturut-turut mulai 2 Syawal hingga 7 Syawal. Namun, menurut mayoritas ulama, termasuk madzhab Syafi’i, boleh dilakukan secara terpisah-pisah selama masih di bulan Syawal, misalnya pada hari Senin-Kamis atau hari-hari putih (13, 14, 15 Syawal).

5. Setelah Berbuka: Disunnahkan berbuka dengan yang manis seperti kurma atau air, kemudian shalat Maghrib, dan dilanjutkan dengan doa serta shalat sunnah.

6. Catatan Penting: Jika masih ada utang puasa Ramadan (qadha), sebagian ulama menyarankan mendahulukan qadha terlebih dahulu. Namun, puasa Syawal tetap sah dan tetap mendapat keutamaannya selama dikerjakan di bulan Syawal.

Puasa Syawal juga memiliki manfaat kesehatan, seperti membersihkan tubuh dari toksin setelah Ramadan, menjaga stamina, serta melatih disiplin diri. Secara spiritual, amalan ini membantu menjaga ruhiyah agar tidak “longgar” setelah Ramadan.

Load More