Lifestyle / Food & Travel
Minggu, 22 Maret 2026 | 18:08 WIB
Kue kastengel (YouTube/Devina Hermawan)
Baca 10 detik
  • Kadar kolesterol jahat sering melonjak akibat menu bersantan dan berlemak Lebaran.
  • Hindari sembilan makanan pantangan seperti jeroan, gorengan, hingga daging olahan sekarang.
  • Terapkan pola hidup aktif minimal 30 menit sehari untuk turunkan kolesterol.

Suara.com - Perayaan Lebaran identik dengan hidangan lezat seperti opor ayam, rendang, hingga sambal goreng ati. 

Namun di balik kelezatannya, menu khas Lebaran ini menyimpan risiko kesehatan, salah satunya lonjakan kadar kolesterol jahat (LDL).

Perubahan pola makan yang drastis dan gaya hidup yang kurang aktif selama liburan menjadi pemicu utama. 

Padahal, kadar kolesterol normal dalam darah harus berada di bawah 200 mg/dL. 

Jika angka ini terlampaui, risiko penyakit mematikan seperti jantung dan stroke siap mengintai akibat penyumbatan pembuluh darah.

Lantas, makanan apa saja yang harus segera dihindari saat kolesterol mulai naik pasca Lebaran? Simak ulasan lengkapnya berikut ini.

Daftar Makanan Pantangan Kolesterol Tinggi

1. Gorengan

Aneka gorengan hangat tersaji di meja makan saat waktu berbuka puasa. [Gemini Ai]

Gorengan mengandung kalori dan lemak trans yang sangat tinggi. 

Baca Juga: Boleh Berhenti di Bahu Jalan Tol saat Arus Balik 2026, Tapi Cuma untuk Situasi Berikut

Lemak trans tidak hanya menaikkan kolesterol jahat, tapi juga memicu obesitas dan diabetes. 

Hindari juga sayuran yang digoreng seperti kol goreng, karena proses penggorengan merusak nutrisi dan menambah lemak jenuh.

2. Jeroan

Ilustrasi masakan ati ampela ayam (Freepik/timolina)

Hati, paru, usus, hingga jantung memang kaya zat besi, namun sangat tinggi kolesterol dan purin. 

Bagi Anda yang memiliki riwayat kolesterol tinggi atau asam urat, sebaiknya coret menu ini dari piring Anda.

3. Daging Olahan (Sosis, Burger, Nugget)

Daging olahan mengandung lemak jenuh yang sangat tinggi. 

Penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi 50 gram daging olahan per hari dapat meningkatkan risiko penyakit jantung hingga 42%.

4. Kulit Ayam

Ilustrasi kulit ayam (pexels/monster_code)

Banyak yang suka ayam bagian ini, padahal kulit ayam adalah sumber lemak jenuh. Apalagi jika diolah dengan cara digoreng, kadar kalori dan kolesterolnya akan melonjak drastis.

5. Kuning Telur

Ilustrasi kuning telur.[Pixabay.com/congerdesign]

Meski kaya protein, satu butir kuning telur mengandung sekitar 186 mg kolesterol. 

Angka ini sudah melebihi setengah dari batas maksimal harian yang disarankan, yakni sekitar 150-300 mg. 

Jika ingin makan telur, batasi maksimal satu butir per hari.

6. Udang dan Sarden

Foto ilustrasi udang beku [dibuat dengan meta AI]

Waspada bagi pencinta seafood. Dalam 100 gram udang mentah terdapat 189 mg kolesterol. 

Begitu juga dengan sarden kalengan yang mengandung sekitar 40 mg kolesterol per ons, ditambah kadar garam (natrium) tinggi yang memicu hipertensi.

7. Makanan Manis

Ilustrasi kue nastar (Pixabay/Tifani Topan)

Kue khas Lebaran seperti nastar atau kastengel biasanya menggunakan banyak mentega yang tinggi lemak jenuh. 

Selain itu, kandungan gulanya meningkatkan kadar trigliserida dalam darah.

8. Makanan Cepat Saji

Ilustrasi makanan cepat saji (Pexels/Roman Odintsov)

Makanan ini adalah paket lengkap kolesterol jahat, lemak trans, dan gula tinggi. 

Fast food berpotensi menurunkan kadar kolesterol baik (HDL) dan meningkatkan risiko diabetes tipe 2.

9. Minuman Tinggi Gula

Ilustrasi diskon sirup lebaran. [Dok Suara.com/AI]

Konsumsi gula berlebih, yakni lebih dari 50 gram atau 4 sendok makan per hari dapat memicu peningkatan LDL dan menurunkan HDL. 

Ganti minuman manis dengan air putih atau jus buah tanpa gula.

Gaya Hidup yang Harus Dihindari

Selain menjaga pola makan, penderita kolesterol tinggi juga wajib menjauhi kebiasaan buruk berikut:

  • Merokok: Kandungan akrolein dalam rokok mempercepat penyempitan pembuluh darah (aterosklerosis) dan menurunkan kolesterol baik.
  • Konsumsi Alkohol: Alkohol memicu kadar trigliserida yang merupakan faktor risiko utama penyakit jantung.
  • Malas Gerak (Mager): Jarang berolahraga membuat kolesterol menumpuk di darah. Disarankan untuk rutin berolahraga minimal 30 menit, 5 kali seminggu dengan jalan cepat, berenang, atau bersepeda.

Alih-alih digoreng, olahlah makanan dengan cara dikukus, direbus, atau dipanggang. 

Perbanyak konsumsi lemak sehat dari alpukat, minyak zaitun, dan kacang-kacangan untuk membantu menjaga kesehatan jantung Anda.

Load More