Suara.com - Kebijakan Work From Home (WFH) kembali disorot pemerintah sebagai solusi untuk menekan konsumsi bahan bakar minyak (BBM) di tengah kondisi energi global yang tidak stabil.
Langkah ini dinilai mampu mengurangi mobilitas harian tanpa harus menghentikan aktivitas kerja sepenuhnya. Lantas, WFH hemat BBM setelah lebaran mulai kapan?
Dengan konsep yang lebih fleksibel, WFH diharapkan mampu mengurangi mobilitas tanpa mengganggu aktivitas ekonomi.
Lalu, kapan kebijakan ini mulai berlaku dan siapa saja yang akan terdampak? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
WFH Setelah Lebaran Mulai Kapan?
Pemerintah memastikan bahwa kebijakan WFH akan mulai diterapkan setelah libur Lebaran 2026, dengan perkiraan pelaksanaan efektif dimulai sekitar April 2026.
Saat ini, aturan teknisnya masih dalam tahap finalisasi dan akan diumumkan lebih lanjut agar pelaksanaannya bisa berjalan optimal.
Kebijakan ini difokuskan untuk ASN sebagai langkah awal. Sementara itu, sektor swasta tidak diwajibkan, tetapi sangat dianjurkan untuk ikut menerapkan sistem serupa guna mendukung upaya penghematan energi secara nasional.
"Aturan WFH akan didetailkan. Tetapi sesudah Lebaran kita akan berlakukan untuk ASN maupun imbauan untuk swasta. Tetapi bukan yang bekerja di sektor pelayanan publik," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto seperti dikutip dari ANTARA (24/3/2026).
Alasan utama penerapan WFH ini adalah untuk mengurangi konsumsi BBM yang selama ini banyak digunakan untuk aktivitas perjalanan harian, seperti berangkat dan pulang kerja.
Baca Juga: Dihujat Kasih THR Rp15 Ribu, Dewi Perssik Pamer Gunungan Beras untuk Ribuan Warga
Dengan berkurangnya mobilitas, pemerintah memperkirakan penghematan energi bisa mencapai angka yang cukup signifikan.
Selain itu, kebijakan ini juga merupakan bagian dari langkah antisipasi terhadap kondisi global yang tidak menentu, khususnya terkait kenaikan harga minyak dunia.
Pemerintah berharap, melalui WFH, dampak tersebut bisa ditekan tanpa harus mengorbankan produktivitas secara besar-besaran.
Skema WFH: Hanya 1 Hari dalam Seminggu
Berbeda dengan sistem kerja jarak jauh saat pandemi, WFH kali ini hanya akan diberlakukan satu hari dalam sepekan. Misalnya, jika diterapkan setiap hari Jumat, maka pekerja hanya bekerja dari rumah di hari tersebut, sementara hari lainnya tetap bekerja seperti biasa di kantor.
Pembatasan ini dilakukan untuk menjaga keseimbangan antara fleksibilitas dan efektivitas kerja. Pemerintah menyadari bahwa tidak semua pekerjaan bisa diselesaikan dengan maksimal dari rumah, sehingga sistem kombinasi antara WFH dan kerja di kantor dianggap sebagai solusi paling realistis.
Selain itu, sektor pelayanan publik tidak termasuk dalam kebijakan ini. Artinya, layanan yang berkaitan langsung dengan masyarakat tetap berjalan normal dan tidak terdampak oleh penerapan WFH.
Berita Terkait
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- 4 AC Hemat Listrik untuk Rumah Daya Listrik 450 VA, Pilihan Terbaik agar Tidak Jeglek
Pilihan
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
-
Pelarian Berakhir! Taufik Hidayat Penyekap dan Penyiksa Pacar 3 Tahun Ditangkap di Bandung Raya
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
Terkini
-
3 Rekomendasi Genset 500 Watt yang Bisa Dipakai di Rumah, Solusi saat Pemadaman Listrik
-
Lebih dari Sekadar Pertandingan: Ketika Euforia Sepak Bola Menjadi Gaya Hidup Generasi Urban
-
5 Face Wash Anti-Aging untuk Kurangi Kerutan Usia 40 Tahun agar Wajah Tampak Muda
-
Ciri-Ciri Sunscreen Kedaluwarsa, Ini Risikonya kalau Tetap Dipakai
-
9 Penyebab Kulkas Berbunyi Dengung, Lengkap Panduan Rawat Elektronik Rumah Tangga
-
Berapa Suhu AC Ideal agar Tidak Boros Listrik? Ini Trik biar Tagihan Tetap Hemat
-
3 Serbuk Anti-Sumbat Saluran Air, Solusi Pipa Mampet Akibat Rambut
-
5 Air Cooler yang Dingin dan Hemat Listrik, Bikin Ruangan Sejuk Maksimal
-
3 Skincare Marina Bright Booster Harga Rp20 Ribuan, Pengguna Akui Ampuh Cerahkan Wajah
-
Gaji UMR Beli Sepatu Running Apa? Ini 3 Pilihan Terbaik Versi Dokter Tirta